A Personal Blog About Blogging, Hobbies, and Lifestyle

Sebuah Kumpulan Novelet Rempah Rindu


Hai sobat blogger. Selamat tahun baru!

Tahun baru kali ini, aku awali blogpost kali ini dengan sebuah ulasan tentang buku yang akhir tahun kemarin kubaca.

Identitas Buku:
Judul: Rempah Rindu
Penerbit: Azkiya Publishing
Penulis: Gina Maftuhah, Marfa Umi, MS Wijaya, Nenny Maknun, Pratamu Diah Herliani, Salamun Ali Mafaz, Veronica Gabriella
Tahun Terbit: Agustus 2019
Tebal: 256 halaman

REMPAH RINDU; Ketika Kehangatan Rasa Perlu Diungkap

Ketika bukunya sampai di tanganku, jujur aku suka covernya. Hanya saja aku kurang sepakat untuk letak penulisan nama-nama penulis di bagian atas. Agak gimana gitu. Hehe


Rempah Rindu, salah satu judul novelet yang dijadikan sebagai pemuka buku ini. Awal pencarian bookstagrammer, aku belum tahu kalau buku ini adalah kumpulan novelet yang ternyata ditulis oleh tujuh penulis. Aku kira ini sebuah novel hehe.

Aku sedikit menebak mengapa kumpulan novelet ini memakai judul Rempah Rindu, kayaknya karena Rempah Rindu judul paling umum yang bisa mewakili dari keseluruhan novelet ini.

Setelah membaca ketujuh cerita di buku ini, ada yang berhasil membuatku berkaca-kaca, ada yang membuatku bosan dan dan yang membuatku mikir keras. Tidak ada benang merah di kumpulan novelet ini. Masing-masing tulisan bisa dibaca secara acak. Karena memang tidak saling terhubung.

Buku ini terdiri dari tujuh cerita.
1. Rempah Rindu (MS Wijaya)
2. Kidung Vanili (Nenny Maknun)
3. Aroma Cinta Andaliman (Veronica Gabriella)
4. Piper Amoris (Pratamu Diah Herliani)
5. Memoar Anise (Marfa Umi)
6. Kukejar Cinta ke Negeri Rempah (Salamun Ali Mafaz)
7. Tenun Kenangan dalam Semangkuk Soto (Gina Maftuhah)

Jujur agak sedikit susah bagiku mengulas kumpulan novelet ini. Karena ini pertama kali aku membaca kumpulan novelet dengan cerita yang terpisah tapi masih dengan tema yang sama. Tapi ini pengalaman baru bagiku. Hehe.

Rempah Rindu bercerita tentang Aryo Sugondo, seorang chef yang menggemari jahe. Hanya jahelah, ia bisa terus mengingat ibunya. Kehidupan Aryo kecil dan dewasa diceritakan oleh penulis dengan cukup jelas melalui kilas balik. Sehingga sebagai pembaca aku tahu, kehidupan Aryo saat kecil dan dewasa hingga dia diangkat sebagai anak oleh seorang bule bernama Paul. Ide ceritanya memang sederhana tapi aku cukup menikmatinya meskipun masih terdapat kesalahan ketika di beberapa bagiannya.


Kisah kehilangan ibu, juga dirasakan oleh kidung, dalam tulisan Kidung Vanili. Sudah bisa ditebak bukan, rempah apa yang ada di cerita ini? Yups, vanili. Kidung menjadi gadis vanili karena betapa cintanya ia pada vanili. Hanya saja, setelah dipecatnya bapak dari kebun vanili, yang membuat akses Kidung untuk menikmati hamparan kebun vanili beserta aromanya terbatas. Belum lagi perilaku bapaknya yang justru membuatnya harus kehilangan ibunya. Cukup sedih, bagaimana Kidung saat kecil harus kehilangan ibu tapi dia bisa survive dengan keadaannya. Apalagi Kidung adalah anak kecil. Konflik di cerita Kidung Vanili ini menurutku padat. Tidak hanya berputar dengan kehidupan Kidung setelah kepergian ibunya, tapi kehadiran Banyu Biru dengan keterbatasannya. Hingga Arjuna, laki-laki penyuka vanili. Karakter masing-masing tokohnya kuat sehingga mudah diingat. Untuk endingnya juga pas, penyelesaian konfliknya yang tidak terburu-buru membuatku menikmati kisah Kidung.


Tidak hanya kisah Aryo dan Kidung saja yang kehilanggan ibunya. Pada cerita Aroma Cinta Andaliman, sang tokoh bernama Lamtiur juga harus kehilangan ibunya. Kehilangan berawal dari Tiur yang ingin mengejar impiannya, sedangkan ibunya menghendaki Tiur untuk melanjutkan usaha warung makannya saja. Di antara pilihan yang sulit dan tekad yang sudah bulat, Tiur tetap mengejar impiannya.

Aku suka ide cerita Aroma Cinta Andaliman. Idenya memang sederhana, tapi penulis berhasil mengemasnya dengan apik. Karakter para tokohnya juga konsisten dari awal sampai akhir. Konfliknya ini rumit. Tapi aku suka bagaimana kak Veronica ini menyelesaikannya, aku sangat menikmati kisah Tiur dan Umaknya. Satu kalimat yang sampai sekarang masih membekas:
"Perjalanan jauh mungkin langkah kita melihat dunia, tapi pulang ke rumah adalah cara kita menemukan diri sendiri" halaman 128.


Membaca Piper Amoris ini aku seperti menonton serial pintu berkah yang disiarkan di stasiun televisi swasta. Entah kenapa alurnya hampir sama. Bagaimana tokohnya Bastian ini menanggalkan semua fasilitas dari orangtuanya untuk memulai hidup baru dengan gelar dokter yang ia sandang. Piper Amoris juga menceritakan tentang petani lada yang harus menderita lahir batin karena ulah pak Dibjo yang semena-mena. Sungguh, aku seperti nonton sinetron. Menurutku alurnya juga cukup cepat. Bagaimana pak Dibjo juga dengan cepat berubah sejak kehadiran dan percakapannya dengan Bastian. Tapi aku suka tokoh Bastian, dia benar-benar loveable. Hehe.  Dari ketujuh cerita yang ditulis di buku ini, kisah Bastianlah yang berhasil bikin aku tertawa. Penasaran? Ayo baca. 


Memoar Anise, ini merupakan tulisan Marfa yang menurutku paling berbeda dari semua cerita yang ada dibuku ini. Konsepnya seperti buku catatan harian. Ada  keterangan waktu dan tempat. Meski tidak semua cerita yang ditulis dengan keterangan waktu. Membaca memoar Anise membuatku berpikir berulang kali. Ini karena bahasa yang dipakai memang tidak sederhana seperti keenam cerita lain di buku ini. Tapi aku cukup menikmati karena pemilihan diksinya, dan karena minimnya kesalahan pengetikan. Dan aku menemukan banyak pesan di setiap catatan yang ditulis oleh kak Marfa ini.
“Pertanyaan mengenai siapa kita di kehidupan sebelumnya, sering kali terlintas”



Kukejar Cinta ke Negeri Rempah ini menceritakan Diva yang sedang berjuang menyelesaikan papernya tentang ragam menu Nusantara. Pertemuannya dengan Dhika di warung legendaris mbok Darmi menjadi awal kedekatan mereka.Ide cerita love at the first sight ini memang sudah umum sekali tapi ya tidak membosankan. Hanya saja, alur ceritanya sangat cepat jadi aku tidak begitu menikmati kedekatan Diva dan Dhika. Tapi aku senang membaca kisah Diva dan Dhika, aku jadi bernostalgia dengan hal-hal yang ada di Cirebon. Seperti empal gentong, keraton kasepuhan. Dari kisah ini juga aku belajar dari tokoh Rani, untuk menerima dengan ikhlas kalau cinta memang tidak bisa dipaksakan. Kita tidak mungkin harus memaksa kehendak kepada orang lain untuk cinta dengan kita. 


Tenun Kenangan dalam Semangkuk Soto ini tepat sekali menjadi penutup. Setelah dua cerita yang sedikit membosankan karena alurnya yang sangat mudah ditebak. Dalam cerita Tenun Kenangan dalam Semangkuk Soto ini hanya ada tokoh aku dan kamu. Ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu aku. Alurnya mundur. Menceritakan hubungan LDR yang sempat dijalani oleh dua tokoh di cerita ini. Aku menikmati sekali, setiap kalimat yang ditulis oleh penulis. Aku seperti sedang diajak untuk mengingat kembali bagaimana hubungan mereka yang sudah terjalin lama harus diterpa badai masalah. Aku belajar dari tokoh aku dan kamu; betapa komunikasi sangat penting, dan menanggalkan sikap egois, adalah cara merawat hubungan agar tetap berlanjut sekalipun badai topan menerpa. Aku mengakui, dari tujuh cerita yang ada di buku ini, tulisan paling matang dan masuk dalam tulisan yang aku suka itu adalah tulisan kak Gina.

"Kerja keras adalah prinsip yang harus digigit agar bisa bertahan" halaman 240.


Terima kasih, kak Marfa untuk bukunya. Mohon maaf atas keterlambatan dalam mengulas buku ini dan mohon maaf masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyampaiannya. Ditunggu karya-karya berikutnya. 🤗💛



Perfect Competition karya Sekar Aruna


Kali ini aku akan membagikan review sebuah novel karya Sekar Aruna. Perfect Competition adalah novel kedua Sekar yang aku baca. Tentu saja kesan pertama sebagai pembaca sekaligus penganut garis keras novel dengan cover yang menarik, aku merasa kurang yakin saat melihat novel ini. Tapi ternyata aku salah. Justru novel ini yang akhirnya membuatku jatuh cinta dengan tulisan Sekar Aruna dan aku sedang menunggu buku terbarunya mendarat di rumah.

Identitas Buku

Judul Buku: Perfect Competition
Penulis: Sekar Aruna
Penerbit: Grassmedia
Terbit: 2019
Tebal: 369 halaman

Blurb

Isvara Tanisha pernah bersaing memperebutkan kursi tertinggi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dengan Nagara Anggasta. Sayangnya, Isvara harus puas ketika hasil pemilu mengabarkan dirinya berada di posisi setelah Nagara.

Tujuh tahun kemudian, Isvara terpaksa kembali bersaing dengan Nagara untuk sebuah kursi manajer audit di salah satu perusahaan consulting. Sejak mengenyam bangku kuliah, kehidupan keduanya tidak pernah lepas dari berbagai kompetisi.

Bagi Isvara, Nagara Anggasta adalah rival yang berbahaya. Tidak hanya berbahaya dalam pekerjaan, tetapi juga berbahaya dalam kehidupannya karena Nagara menawarkan sebuah tantangan baru.

---------------------------

Review

Ini tentang Vara dan Naga. Dua orang yang pernah menjadi sepasang kekasih dan selalu terlibat dalam berbagai kompetisi.

Vara ini tipe cewek yang ceplas-ceplos dan apa adanya banget. Selain itu dia ini mandiri dan pekerja keras. Tapi dia juga keras kepala. Sedangkan Naga, dia adalah cowok berkacamata yang mudah goyah dan receh banget. Meski begitu Naga tipe cowok yang pantang menyerah dan pekerja keras serta futuristik.

Perfect Competition, kental dengan persaingan antara dua tokoh utamanya, Naga dan Vara. Kembali, Vara dan Naga berkompetisi untuk memperebutkan kursi manajer audit.  Dan selain itu novel ini juga kental dengan kisah percintaan. Yups, cinta lama belum kelar.

Ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, yakni dari tokoh Vara. Hal itulah yang membuat aku suka dengan novel ini. Selain karena povnya, gaya bercerita kak Sekar di novel ini jauh lebih enak dan mengalir banget. Sehingga aku nggak butuh waktu lama untuk menghabiskan halaman demi halaman membaca kisah Vara ini.

Interaksi dan dialog di novel ini juga terlihat sangat hidup. Apalagi, antara Vara dan Naga. Kocak banget. Entah Naga ini kenapa bisa sereceh itu.

Selain dua tokoh utama. Ada tokoh yang cukup mencuri perhatianku dan membuatku penasaran. Pak Garen. Pak Garen ini merupakan klien dari perusahaan tempat Vara bekerja.

Pak Garen digambarkan  sebagai laki-laki yang bijaksana, baik dan penuh perhatian, terlebih pada Vara. Aku cukup kaget mengetahui fakta-fakta dan kisah tentang pak Garen ini. Aku sempat berharap, jika tokoh pak Garen ini juga memiliki akhir yang jelas.

Setting untuk novel ini berada di Jogjakarta. Meski tidak begitu detail, tapi juga tidak tempelan. Untuk alur ceritanya sendiri ini maju dan sesekali mundur hanya kilas balik untuk mengetahui masa lalu para tokohnya.

Aku sedikit memetik pelajaran dari novel ini. Sedikit saja ya, biar yang banyak, kamu petik sendiri dengan baca sendiri novel ini. Bahwa tak selamanya balikan dengan mantan adalah hal buruk. Meski balikan dengan mantan, kata Vara seperti membaca buku dua kali.

Beberapa quotes di novel ini yang aku suka:

"Masa lalu emang sering datang, tapi belum tentu baik untuk diulang" 220.

"....kalau ada seseorang yang sengaja didatangkan dalam hidup kita dengan tujuan menguji perasaan, bukan untuk menjadi pasangan hidup." 297.

Nah, segitu dulu ya review novel Perfect Competition dari aku. Aku sangat merekomendasikan novel ini untuk kamu baca. Atau kalau kamu mau baca gratis, segera ke rumahku saja ya, pintu rumahku terbuka lebar. 

Terima kasih aku ucapkan untuk kak Sekar yang kasih aku kesempatan buat baca novel ini. Maaf apabila banyak kekurangan dalam mereview. Next aku bakalan review buku terbarunya ya! 

See you🌞

[Blog Tour] : More Than Friends Karya Pramesti Luvi



Halo sobat blogger. Long time no posting blogpost here! Kali ini saya akan mereview sebuah novel yang kental dengan persahabatan dan keluarga. Novel apa yang akan saya review? Check this out!

Blurb:

“Mencintai itu rumit ketika kita tak tahu bagaimana mengungkapkannya. Setelah banyak hal dilakukan bersama atas nama persahabatan, kita lupa bahwa kita adalah manusia yang punya perasaan. Lalu, menahan diri dalam persembunyian. Begitulah Raka menyembunyikan hatinya dari Raina.
Mencintai itu sulit jika kita selalu menyangkal jejak rasa yang tertinggal. Tak pernah memberinya kesempatan untuk sekali saja tumbuh. Mencari alibi demi alibi agar bisa mengingkari hati. Begitulah cara yang Raina pilih untuk tak jatuh hati kepada Raka.”

More Than Friends akan mengantarkanmu pada kisah dua sahabat yang menyadari selalu saling melengkapi, tetapi tak punya keberanian untuk sekadar mengakui. Mereka tak ingin kehilangan arti sahabat. Namun, jika keduanya memiliki peluang untuk pindah ke lain hati, akankah mereka sanggup kehilangan rasa yang pernah ada?

Identitas Buku
Judul Buku : More Than Friends
Penulis : Pramesti Luvi
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 346 Halaman
Tebit : 2019

Review
More Than Friends merupakan sebuah novel yang mengisahkan kehidupan persahabatan dua remaja bernama Raina dan Raka. Awal pertemuan mereka sama sekali tidak meninggalkan kesan menyenangkan. Siapa sangka, keduanya ternyata menjadi tetangga dan masuk di SMA yang sama dan satu kelas. Suatu kejadian serius menimpa Raina. Beruntung Raka datang dan menolongnya. Dari sinilah, persahabatan mereka mulai terbangun. Mereka banyak menghabiskan waktu bersama. Sikap Raka yang pendiam, bicaranya sedikit dan ketus ini sangat berbanding terbalik dengan Raina yang sangat cerewet, humble dan easy going. Namun siapa menyangka, bahwa Raka ini memiliki tingkat kepedulian yang tinggi. Apalagi terhadap Raina.

Fyi, bahwa tidak ada persahabatan yang pure sahabatan antara cowok dan cewek. Pasti salah satu di antaranya ada yang baper. Mau mengungkapkan takut persahabatannya merenggang dan hancur tapi kalau tidak diungkapin rasanya nyesek banget. Diam-diam jatuh cinta sama sahabat sendiri. Iya, seperti yang dialami oleh Raka. Dia jatuh cinta sama sahabatnya sendiri. Ketika dia mencoba jujur, ternyata persahabatannya merenggang.

Bagaimana kelanjutan hubungan Raka dan Raina?

Selain kental dengan unsur persahabatan dan cinta,  More Than Friends ini juga kental dengan konflik keluarga yang rumit sekali. Tapi saya suka penyelesaian yang dibuat oleh penulis. Tidak terkesan tergesa-gesa.

Beberapa hal yang saya suka dari novel ini adalah sampulnya. Sampulnya asli cakep dan sangat berkarakter serta mewakili kisah dua remaja berseragam putih abu.

Hal lain yang saya suka dari novel kak Luvi adalah dia pandai sekali memberi nyawa dan karakter yang kuat pada masing masing tokohnya. Sehingga tokoh-tokoh di novel More Than Friends mudah diingat. Seperti Raina yang bawel, cerewet, hangat pembawaannya, baik hati dan Raka yang lebih banyak diam, flat, ketus dan selebihnya dia pandai sekali menyembunyikan perasaannya.

Fyi, novel More Than Friends ini menggunakan bahasa yang sederhana mudah dipahami sehingga mengalir dan asik untuk diikuti. Apalagi banyak dialog-dialog khas remaja yang bikin ketawa-ketawa. Ya semacam banyolan gitu. Pokonya suasana remaja SMAnya kental banget deh.

Membaca novel More Than Friends membuat saya mengingat kembali kehidupan saya saat masih remaja dan duduk di bangku SMA yang terjebak di friendzone. Sekarang juga masih friendzone sie 🤭.

Beberapa quote menarik  yang saya suka dari novel “More Than Friends”:

“…meskipun dari luar dia terlihat baik-baik saja akan tetapi hatinya masih menyimpan jutaan beban yang belum bisa dia empaskan”

“Lebih baik mencintai lo dalam mimpi, karena mimpi tidakk akan pernah ada akhir”

“sungguh memang penyesalan selalu datang di akhir, saat kita sadar bahwa kehilangan itu menyakitkan”

“Jika sebuah persahabatan terus berjalan mulus tanpa ada hambatan, maka kita tidak akan pernah tahu yang namanya sahabat sejati itu bagaimana. Karena persahabatan yang sejati, bukan dia yang selalu bertemu setiap hari, bukan dia yang memberimu kabar tiap hari, melainkan yang selalu ada saat kita dalam keadaan senang atau duka sekalipun”

Saya rekomendasikan novel ini untuk kamu yang sedang terjebak friendzone. Atau untuk kamu yang suka baca buku bergenre teenlit! 

Sekian blog tour novel  More Than Friends di blog saya. Terima kasih kepada Gagas Media dan mba Rizky atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk membaca dan mereview novel keren ini. Mohon maaf apabila masih ada kekurangan dalam mereview, semoga bisa bekerjasama di kesempatan berikutnya!

Jangan lupa jemput novel keren ini di toko buku kesayanganmu ya, sobat blogger! Kalau kamu ada saran atau sudah baca buku ini boleh loh share di kolom komentar! 😊

Melangitkan Doa dan Harapan Di Penghujung Ramadan



Assalamualaikum sobat blogger.  Bagaimana kabarnya?

Lebaran sudah di depan mata. Ramadan telah berkemas. Rasanya sedih, namun bahagia. Sedih, karena Ramadan pergi. Bahagia, karena kemenangan akan segera kita raih.

Mengingat kembali, apa saja yang sudah dilakukan, diperbuat selama bulan Ramadan. Apakah lebih banyak kebaikan atau malah keburukan? Duh saya jadi sedih, Ramadan segera berakhir. Saya merasa belum maksimal mengisi waktu Ramadan saya dengan kegiatan yang positif.

Ya Allah, maafkan hambamu ini yang masih belum maksimal menjalankan ibadah puasa. Masih suka susah kemarahan rasa marah. Masih suka mengeluh dengan keadaan yang ada. Saya sangat bersyukur, Allah masih memberikan saya banyak nikmat dan rezeki. Allah masih memberikan saya kesempatan untuk menghormati dan bertemu dengan bulan Ramadan. Bulan penuh kebaikan dan ampunan. 

Ya Allah, terima kasih, Engkau masih melancarkan ibadah puasa saya sampai di penghujung akhir Ramadan ini. Saya sangat bersyukur, saya bisa ikut menikmati hari-hari menuju akhir Ramadan tahun ini dengan suka cita. Penuh bahagia dan kehangatan keluarga.

Ya Allah, saya langitkan doa-doa, semoga kami sekeluarga, kami umat Islam bisa bertemu dan kembali menyapa Ramadan tahun depan dengan hati gembira, dengan kondisi yang lebih baik. Sehingga kami saat menjalani bulan puasa, lebih maksimal mengisinya dengan berbagai ibadah dan kegiatan yang positif. Doa-doa yang kami langitkan semoga dikabulkan oleh-Mu ya Allah. 

Semoga kami bisa kembali menjadi hamba yang taat pada-Mu. Senantiasa menjadi hamba yang diridhoi oleh-Mu. Senantiasa menjadi hamba yang bertaqwa. Semoga dengan satu bulan puasa kami, bisa menjadikan diri kami lebih baik dari sebelumnya. Lebih taqwa dari sebelumnya. Amin ya rabbal'alamin.

Saya berharap, semoga di Ramadan tahun depan, saya bisa lebih memaksimalkan untuk menghatamkan Al-Qur'an lebih dari satu kali. Rasanya saya rugi, tidak membaca Alqur'an barang sehari. Semoga rasa malas pada diri saya melebur. Amin

Saya juga berharap semoga di Ramadan tahun depan, kami sekeluarga bisa berpuasa bersama-sama. Tidak seperti Ramadan tahun ini. Lebih banyak sepinya ketimbang ramainya. Amin

Sobat blogger, mari langitkan doa dan harapanmu. 

Tulisan ini untuk blogger challenge hari ke 29 dari blogger perempuan.

Sambut Lebaran Bersama


Selamat hari lebaran
Minal Aidin wal Faizin
Saling bersalam-salaman
Saling bermaaf-maafan

Hayo siapa yang auto nyanyi? Hihi, saya pun nulis sambil nyanyi nih 😆

Hai, sobat blogger. Apa kabar ? Bagaimana puasanya? Penuh satu bulan kan? Kalau untuk sobat blogger perempuan pasti ada halangan kan, tenang, puasa Syawal ya kita hihi.

Hari lebaran telah tiba. Alhamdulillah. Buka lembaran baru. Buku lama ditutup. Dimulai dari awal. Sobat blogger, maaf lahir batin ya. Pasti selama kita mengenal, baik berkomunikasi langsung, maupun melalui sosial media, apabila ada salah kata saat ngobrol maupun berkomentar, saya mohon maaf sekali lagi ya.

Untuk menyambut lebaran tahun ini, di rumah saya ada yang berbeda. Yups, menuju kedatangan lebaran, saya dan kakak-kakak membuat ketupat untuk disantap pagi harinya. Baru lebaran tahun ini, keluarga saya bikin dan masak ketupat. Seumur-umur, baru kali ini pertama kali lebaran masak ketupat.

Sobat blogger, selain bikin ketupat untuk menyambut lebaran. Saya juga menyambut lebaran dengan penuh bahagia. Meski sebenarnya saya sedih juga karena Ramadan telah berkahir. Lebaran memang harus bahagia. Apapun kondisinya. Karena dengan lebaran maka artinya kita berhasil meraih kemenangan. Kemenangan yang kita capai dengan rintangan berpuasa. Menahan diri dari rasa haus dan lapar serta menahan diri dari hawa nafsu.

Lebaran tahun ini, memang sedikit berbeda. Biasanya kami menghabiskan malam takbir bersama-sama. Ikutan takbir keliling. Tapi tahun ini, anggota keluarga sudah mulai berkurang. Mereka merayakan di rumah masing-masing. Ya, kakak saya sudah menikah, dan mulai hidup mandiri. Sedangkan saya sebagai bungsu sedikit sedih. Karena harus merayakan dengan kesepian. Ya ada bahagianya tapi ada sedihnya. Semoga tahun depan saya juga tidak sendiri lagi, Amin. 🤭

Menyambut lebaran dengan bahagia. Bertemu sanak saudara. Saling berjabat tangan, saling bermaaf-maafan. Santap opor dan ketupat. Selain itu, saya dan mama juga menyiapkan beberapa amplop buat para cucu dan keponakan saya. Saya sudah tidak dapat jatah amplop mengingat usia saya yang tidak lagi anak kecil.

Kalau sobat blogger, apa yang membedakan lebaran tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya nih?

Oiyah, saya sekali lagi mau mengucapkan ya, selamat lebaran! Minal aidzin wal Faizin mohon maaf lahir dan batin ya, sobat blogger. Semoga kita ketemu lagi di lebaran tahun depan. 💙

Berakhir sudah, blogger challenge dari Blogger Perempuan. Terima kasih atau tantang selama 30 harinya, Blogger Perempuan. Saya belajar konsisten dari tantangan 30 hari ini. Terima kasih 💙

Pic from google
Edited by Snapseed

Momen Terbaik Ramadan Tahun Ini


Selamat malam sobat blogger. Apa kabar? Buka sama apa tadi?

Apa momen terbaik Ramadanmu tahun ini?

Okey, saya dulu ya yang menjawab. Jadi banyak sekali momen terbaik Ramadan tahun ini bagi saya sendiri.

Saya bisa menjalankan ibadah puasa full time di rumah bersama kedua orang tua saya. Dulu selama empat tahun lebih, saya tidak bisa merasakan buka bersama dan sahur bersama dengan keluarga. Saya sedih. Apalagi di perantauan. Terkadang saya telat sahur bahkan sampai kelabasan nggak sahur.

Selain itu saya harus mandiri, cari makanan buat buka dan sahur. Kalau di rumah kan dimasakin sama mama. Atau masak bareng. Tapi selama empat tahun saya sendirian dan selalu rindu dengan orang rumah.

Tapi tahun ini, selama sebulan penuh saya bahagia. Inilah momen terbaik Ramadan saya tahun ini. Bisa berkumpul dengan kedua orang tua. Bisa makan sahur bareng tanpa takut kelabasan dan kesiangan. Tidak lagi cari makan sendirian. Tidak lagi bingung besok mau makan dengan apa. Tidak lagi bingung salat tarawih. Karena saya tarawih di masjid dekat rumah. Alhamdulillah saya bisa memaksimalkan ibadah di bulan penuh berkah ini. Alhamdulillah.

Banyak momen terbaik Ramadan tahun ini yang saya dapatkan. Saya bisa bertemu lagi dengan sanak-saudara yang terpisah jauh. Saya bisa berbagai kebahagiaan. Saya bisa merasakan nagbuburit dengan kawan-kawan dan mengisinya dengan kegiatan positif.

Banyak momen terbaik Ramadan tahun ini yang saya rasakan. Meski pun Ramadan segera berkemas. Saya berharap bisa kembali membuat momen terbaik di tahun depan. Di Ramadan berikutnya.

Terima kasih, ya Allah. Sudah menganugerahkan banyak momen terbaik selama satu bulan Ramadan, selama satu bulan puasa. Terima kasih, ya Allah. Sudah memberikan kesempatan untuk merasai banyak bahagia selama bulan Ramadan.

Selamat menyambut lebaran, sobat blogger. Kalau kamu, apa nih momen terbaik bulan Ramadan tahun ini? Share yuk di kolom komentar. Saya ingin tahu nih, momen terbaik kamu.

Oiyah tulisan ini untuk tema blogger challenge hari ke 28 dari blogger perempuan.  

Jajan Ini Selalu Ada di Tiap Rumah Saat Lebaran



Sobat blogger...
Udah bikin jajan apa ajah nih di rumah? Atau kelen pada milih beli ajah yang udah jadi biar nggak ribet? Toss sama.

Btw nih sesuai blogger challenge dari blogger perempuan hari ke 27, tentang jajanan lebaran, saya jadi mau cerita juga tentang hal tersebut. Jadi setidaknya saya selalu niteni kalau sedang berkunjung ke rumah-rumah orang saat lebaran untuk bermaaf-maafan.

Pertama itu nastar. Yaps, jajanan satu ini adalah kue. Iyaaa, kue sejuta umat. Di mana pun rumah yang didatangin, pasti ada kue nastar. Dari mulai nastar keju, nastar cengkeh sampai nastar yang dimodif pakai selai strawberry. Dari mulai nastar yang bentuknya bulat, bintang, bulan, kerang. Semua itu ya nastar. Rasanya? Ya sama. Tapi saya juga termasuk tim nastar cengkeh. Di tiap lebaran, saya jadi nastar hunter loh teman-teman karena di rumahku nastarnya keju doang. Hehe.

Selain nastar. Ada saudaranya nih, yang familiar juga ketika lebaran tiba. Ada yang bisa nebak? Yuhuuu, kastengel. Kue yang satu ini juga nggak kalah pamor dari nastar. Hampir setiap rumah ada semua. Kecuali rumah saya 🤣 makanya saya kalau sudah maaf-maafan sama bapak dan mama pasti langsung cabut buat keliling dan maaf-maafan sama tetangga sambil nyari jajanan yang nggak ada di rumah saya. Hahaha

Astor juga jajanan yang tidak luput dari momen lebaran. Astor ini varian rasanya nggak cuma cokelat loh, tapi ada juga yang strawberry. Astor ini jajanan yang renyah favoritnya anak-anak. 

Rengginang ini juga nggak kalah pamor loh dari yang tadi udah disebutin. Biasanya rengginang ini jadi semacam jebakan Batman. Rengginang ditaruh di toples kongguan. Pernah mikir isinya khongguan. Eh taunya rengginang. Sedih deh 😅😭 di rumah saya mah aman, tidak ada jebakan batman. Soalnya saya pernah jadi korban jadi sebisa mungkin saya kasih tahu dulu kalau isinya bukan seperti gambar.

Kalau di tempatmu, jajanan mana yang harus ada di rumah saat lebaran? Share yuk di kolom komentar yaa! Saya tunggu 😀


Gambar from: Gulalives.co

Inilah Aktifitas Untuk Mengisi Waktu Selama Bulan Ramadan



Bulan Ramadan itu hanya sekali dalam setahun. Untuk itu, saya tidak mau menyia-nyiakan kesempatan baik ini. Saya berusaha memaksimalkannya.

Tidak mudah memang, melawan rasa malas dan kantuk selama bulan Ramadan. Apalagi kalau lagi ngantuk selalu berdalih bahwa tidurnya orang berpuasa itu ibadah. Tapi ya nggak harus tidur sepanjang puasa juga kali ya.

Makanya, saya mencoba menjadwalkan aktifitas untuk mengisi waktu bulan Ramadan. Saya coba maksimalkan dengan perbanyak ibadah. Saya tidak mau, bulan Ramadan hanya dilalui dengan hal yang sama seperti bulan-bulan lain.

Untuk itu, selama bulan puasa ini, saya perbanyak aktifitas yang positif yang mendatangkan pahala dan kebaikan. Seperti tadarusan, atau membaca Al-Qur'an. Banyak sekali keutamaan membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan. Selain pahalanya yang ditingkatkan. Membaca Al-Qur'an di bulan turunnya Al-Qur'an adalah suatu keistimewaan.

Selain membaca Al-Quran, saya isi waktu dengan membaca buku. Buku-buku islami dan non-fiksi yang sekiranya sesuai dengan tema Ramadan ataupun yang tidak. Bulan ini saya baca ulang buku "Beli Karena Butuh". Saya yakin karena di menjelang lebaran, banyak platform belanja online yang mengadakan promo besar-besaran. Dari mulai diskon sampai gratis ongkos kirim. Jika saya tidak membentengi dengan baca buku tersebut. Bisa nanti pas belanja saya kalap dan hanya berfoya-foya. Astaghfirullah.

Selain membaca buku, saya juga ikut turut membantu mama menyiapkan makanan untuk berbuka. Rasanya masak bareng mama di bulan Ramadan itu ada kesan tersendiri. 

Selain itu, puasa tahun ini juga saya masih jadi guru les di rumah. Mengajar anak-anak SD. Kegiatan positif tersebut bisa mendatangkan banyak pahala dan kebaikan apalagi di bulan Ramadan yang berkah.

Itulah aktifitas saya untuk mengisi waktu bukan bulan Ramadan. Sebenarnya masih banyak aktifitas yang saya lakukan. Hanya saja yang saya sebutkan itulah yang paling sering saya lakukan.

Kalau sobat blogger ngapain nih selama bulan puasa. Aktifitas apa saja yang dilakukan?

Tulisan ini diikutsertakan dalam blogger challenge dari Blogger Perempuan. Selamat membaca. Ambil baiknya. Tinggalkan yang buruk.

5 Tradisi Lebaran yang Masih Lestari




Dua tambah dua
Hasilnya empat
Yuk semua
Makan ketupat

Sobat blogger....
Sudah masak ketupat belum? Kelen pada udah nyiapin sajian apa nih buat lebaran besok? Kalau saya ya sudah banyak menyiapkan segala makanan buat menyambut lebaran dan para tamu, sanak saudara.

Sobat blogger....
Sesuai dengan tema hari ke 25 di blogger challenge dari Blogger Perempuan.  Saya mau cerita tentang tradisi lebaran yang masih lestari nih di kampung halaman saya. Mungkin juga masih lestari di kampung sobat blogger.

Mudik
Tentu saja tradisi pertama yang paling melekat dengan lebaran adalah mudik. Mudik bertujuan untuk merayakan lebaran di kampung halaman, dengan keluarga. Berkumpul dan menghangat kembali setelah ribuan purnama tak bertemu. Sobat blogger, mudik nggak nih ?

Takbir keliling
Tradisi lebaran selain mudik adalah takbir keliling. Di wilayah kampung halaman saya, takbir keliling masih berjalan. Takbir keliling itu membaca kalimat takbir sambil keliling desa dengan membawa sempor. Memang tradisi yang satu ini sudah sulit untuk ditemui tapi bukan berarti tidak ada.

Ketupat
Ketupat menjadi sajian yang harus ada di lebaran. Nggak harus sie, tapi identik. Ya, memasak ketupat menjelang lebaran sudah menjadi tradisi. 

Meski sudah menjadi salah satu tradisi lebaran, ternyata di keluarga saya, sepanjang sejarah per-lebaran-an, baru tahun ini, kami memasak ketupat. Lucu bukan 🤣

Beli Baju Baru
Baju baru alhamdulilah
Dipakai di hari raya
Tak barupun
Tak apa apa
Masih ada baju yang lama

Ah masa ? Emang nggak nangis kalau nggak beli baju baru? Sungguh, saya cecenggukkan sewaktu saya nggak beli baju baru buat lebaran. Hikss. Tapi dulu sie.  Sekarang mah woles.

Beli baju baru buat lebaran, memang sudah menjadi tradisi yang sangat lestari. Tidak apa-apa sebetulnya. Karena anggap saja sebagai bentuk menghormati dan menyambut bahagia dengan baju baru untuk lebaran.

Nah itu beberapa tradisi lebaran yang masih lestari. Apalagi kira-kira ya? Coba sebutin dan tulis jawaban kamu di kolom komentar. Maaf ini bukan kuis berhadiah yaa


Baju Pilihan Untuk Lebaran




Baju baru alhamdulilah
Dipakai di hari raya
Tak baru pun
Tak apa-apa
Masih ada baju yang lama

Ah masa sie nggak apa-apa. Yakin nggak nangis? 🤭🤣 Saya banget itu. Dulu si pas masih anak-anak.

Lebaran tahun ini, saya beli baju baru dong. Tapi sebetulnya baju yang bakalan saya pakai sudah saya beli sebulan sebelum lebaran. Awalnya saya sie nggak sengaja mau beli. Apalagi yang saya pilih itu gamis. Saya itu jarang banget pakai baju gamis kalau kemana-mana. Saya lebih suka memakai rok atau celana panjang.

Sewaktu jalan-jalan di mall sama kakak. Tiba-tiba saja langsung jatuh cinta sama gamis brokat bikinan expand. Pas baca harganya euy! Saya langsung lemes. Beruntung saya pergi sama kakak saya yang baik hati, saya harus beritahu, namanya mba Fiya. Usut punya usut ternyata bajunya ada potongan harga. Meski nggak banyak. Tapi akhirnya saya bisa bawa dia pulang. *Horeeey!


Saya suka banget sama baju gamis brokat ini. Modelnya simpel, elegan. Terdapat tali pinggang. Warnanya ini juga yang bikin saya jatuh cinta pada pandangan pertama. Pink pink ada biru dongker. Dua warna itu kan warna favorit saya. 

Oiyah, baju brokat ini sepaket juga sama innernya. Kebetulan innernya gak rapi jadi nggak saya foto. Innernya ini halus banget. Jadi modelnya tuh pisah sama brokat. Jadi kalau suatu saat mau beli inner lain buat dipake sama brokat ini bisa banget. 



Kancing bajunya juga kecil dan bagus. Pokoknya saya suka banget deh sama baju pilihan saya ini. Saya bakalan pakai untuk menyambut lebaran esok hari.  Apapun baju yang kita pakai untuk menyambut lebaran esok, yang penting kehangatan lebaran adalah yang penting. Mohon maaf lahir dan batin ya, sobat blogger.

Kalau sobat blogger, sudah beli baju baru belum. Atau baju seperti apa yang bakalan sobat blogger pakai untuk sambut lebaran esok hari? Share yuk!

Oiyah tulisan ini untuk menjawab blogger challenge dari blogger perempuan. 

Selamat membacaaa!


Family First


Assalamualaikum, sobat blogger. 

Kalau ditanya, lebih memilih berbuka sama keluarga atau teman. Saya pilih keluarga. Sebetulnya saya ingin jawab dua-duanya. Tapi hidup kan pilihan, jadi harus pilih. Makanya sekali lagi saya pilih keluarga.

Kenapa?

Ya, keluarga ada rumah. Rumah ternyaman. Sejauh apapun saya atau kita melangkah keluar rumah. Sejauh apapun kita pergi. Keluarga adalah rumah yang selalu menunggu kepulangan kita. 

Waktu kebersamaan dengan keluarga ternyata sangat cepat berlalu. Beberapa tahun yang lalu kami masih tinggal di satu rumah. Sekarang? Satu persatu telah menikah. Satu persatu punya rumah dan keluarga masing-masing. Meskipun kami juga masih keluarga. Tapi rasanya, jika tidak tinggal bersama. Tiba-tiba saya merasakan perpisahan.

Saya sedih bukan main. Ketika kemarin saya berbuka bersama di rumah dengan mama dan Bapak. Saya menitikkan air mata. Betapa sepi, rumah yang cukup luas ini seperti tak berpenghuni.



Saya memilih buka bersama dengan keluarga. Kenapa? Karena buka bersama menjadi salah satu cara bagaimana keluarga tersebut menghangat kembali setelah melewatkan kesempatan untuk bertemu. Di buka bersama lah, momen mengenang kembali masa lalu. Memutar kembali kenangan.

Apalagi saya sendiri anak bungsu, yang sering ditinggal oleh keempat kakak saya. Jadilah, momen buka bersama kami manfaatkan untuk saling bertemu, mengakrabkan jarak yang sempat renggang karena pertemuan yang makin jarang. Makanya kalau ada yang nanya, mending buka bersama sama teman apa keluarga jawabannya ya keluarga pertama karena keluarga juga selalu ada di depan melindungi kita. Huhu, jadi kangen sama keempat kakak saya! 

Menulis tema hari ke 23 blogger challenge dari Blogger Perempuan membuat saya menangis. Saya kangen sekali kumpul full tim keluarga. Saya kangen. Saya sedih. Semoga, salah seorang anggota keluarga saya membaca tulisan ini. Betapa saya kangen dengan keempat kakak saya. Betapa saya kangen berbuka puasa bersama. Saya ingin rumah kembali hangat. Penuh tawa. Penuh anak kecil. Penuh senda gurau. 

Kalau sobat blogger lebih memilih buka puasa dengan teman atau keluarga nih?


Yuk share di kolom komentar. Saya penasaran dengan pilihan sobat blogger. 

Begini, Make Up Natural Untuk Lebaran



Selamat lebaran...
Raihlah kemenangan...


Selamat lebaran, sobat blogger. Mohon maaf lahir dan batin yaa!

Sobat blogger...

Sudah beli baju lebaran kan? Nah, kalau itu pasti kayaknya sudah ya. Tapi, sobat blogger sudah menentukan belum, make up look buat lebaran besok? 

Harus ditentukan nih dari sekarang. Soalnya biar nanti nggak bingung pas hari H mau make up ala ala seperti apa yakan.

Kalau saya sie sukanya make up yang natural-natural saja. Soalnya, saya ini emang belum bisa menggunakan make up full. Paling hanya sebatas pakai foundie, bedak dan lipstik.

Tapi kali ini, saya mau bagi nih, look make up saya untuk lebaran besok. Saya sudah sediakan beberapa produk yang saya pakai. Pertama untuk cuci muka saya pakai produk dari fair and lovely. Sebulan ini saya lagi pakai produk tersebut karena wajah saya justru menerimanya. Setelah pakai itu wajah terasa ringan dan lembut. Makanya saya pakai produk tersebut. Repurchase deh.

Setelah itu saya punya lipstick paling bikin jatuh cinta. Ini produknya Wardah. Yups, ada yang bisa nebak? Ya, jawabannya Wardah matte lip cream. Jujur ya, saya jatuh hati banget sama produk Wardah yang satu ini. Sori nih, saya tidak diendors tapi kalau mau ngendors boleh kontak saya 😎🤭. Wardah matte matte lip cream yang shade fruit punch. Asli, teksturnya ini creamy banget dan nggak bikin bibir kering. Selain itu, saya suka warnanya. Cakep banget. Repurchase deh saya sama produk Wardah yang satu ini. Apalagi kemasannya juga elegan.

Untuk foundie saya pakai produknya Purbasari. Maaf nih, semua produknya nggak sama. Beda semua wkwk. Berbeda-beda tapi muka saya mau menerimanya. Hiya hiya. Entah kenapa untuk urusan foundie saya tidak terlalu mengerti asal pakai saja. Selama tidak menimbulkan yang jelek-jelek. Hehe

Untuk bedak saya pilih produknya Purbasari. Biar foundie sama bedak sama. Jadi gampang untuk menyesuaikannya. Apalagi saya tipe orang yang belum lancar make upan.



Kurang lebih, look make up saya untuk lebaran besok seperti foto saya di atas. Ya paling saya tambahkan maskara saja. Hehehe

Oiyah, kalau kamu punya look make up yang lain, bisa dong komen tinggalin link nanti saya mampir. Siapa tahu saya tiba tiba ganti haluan. Hehe

Tulisan ini saya ikutsertakan dalam blogger challenge dari Blogger Perempuan. Selamat membaca aja!


Kakak Vyrra Latihan Berpuasa


Andai saja, saya mengingat masa kecil saya. Saya penasaran, bagaimana dulu pertama kalinya saya dikenalkan untuk berpuasa, atau lebih tepatnya dilatih untuk berpuasa.

Andai saya ingat, bagaimana pertama kali saya kecil menahan diri dari rasa lapar dan haus. Bagaimana saya menemui banyak godaan untuk bertahan atau membatalkan puasa. Tentang saya kecil pertama kali puasa, saya tidak ingat.

Tapi saya mau cerita nih. Tentang keponakan saya yang bernama Vyrra. Biasanya akrab dipanggil kakak karena dia keponakan pertama dan cucu pertama orang tua saya. Saat ini dia masih TK. Tapi tahun ini di tahun ajaran baru, dia naik kelas satu. Yay!

Bulan puasa ini, kakak Vyrra latihan puasa. Dia antusias banget menyambut bulan puasa. Sahur ikutan sahur. Buka puasa apalagi, semangat banget. Saya jadi terharu. Saya jadi berpikir, apa dulu saya seperti keponakan saya ya? Hihihi

Kakak pertama saya, mba Fiya, memang tidak memaksa anaknya untuk puasa. Justru, kakak Vyrralah yang meminta pada Ibunya untuk berpuasa. Meskipun sesekali ikut sahur. Akhirnya kakak Vyrra ini melatih berpuasa dari jam lima pagi sampai Maghrib. Iya sahurnya jam lima. Tapi juga terkadang setengah lima sesuai bangunnya saja.

Untuk level anak usia enam tahun, latihan puasa dalam jangka waktu yang seperti disebutkan itu sudah lumayan. Bagus malahan. Setidaknya kakak Vyrra tahu, bahwa sebagai orang Islam, setiap setahun sekali, selama bulan Ramadan penuh berpuasa.


Selain itu, memberinya pengertian, bahwa berpuasa itu tidak sekadar menahan haus dan lapar, tetapi tidak boleh marah-marah. Apalagi kakak Vyrra ini punya adik yang jarak usianya hanya dua tahun saja. Sedikit-sedikit kakak Vyrra berhasil menahan untuk tidak marah, rebutan mainan dengan adik atau teriak-teriak.

Lucunya kemarin, waktu saya nginep di sana. Menjelang jam lima sore sambil menunggu waktu berbuka puasa. Tiba-tiba kakak Vyrra minta dibelikan paket ayam goreng beserta nasi dan minumannya. Katanya, sebagai hadiah kalau dia berpuasa sampai Maghrib. Tentu saja saya tidak menolak permintaannya. Sebagai apresiasi karena dia berhasil berpuasa sampai Maghrib.

Kalau teman-teman, adakah yang punya tips lain, bagaimana melatih anak kecil berpuasa?

Kasih tahu saya lewat komentar yuk! Biar saya juga belajar sedikit-sedikit tentang anak kecil. Hehe

Ini tulisan saya ikutkan di blogger challenge dari Blogger Perempuan hari ke 21. 

Review Muslim Pro: Aplikasi Yang Sering Digunakan Selama Bulan Ramadan




Halo, selamat pagi. Apa kabarnya nih? Jangan bosen buat berkunjung ke rumah saya yaa (read: blog)

Kali ini saya cerita tentang aplikasi di hape yang sering saya pakai selama satu bulan puasa ini. Sebenarnya nggak cuma dua. Hanya saja, dua aplikasi yang bakal saya ceritakan ini memang tingkat pemakaian di bulan Ramadan ini lebih meningkat. Tapi saya juga bingung, soalnya nih, nggak hanya bulan Ramadan juga sie, karena dua aplikasi ini juga sering saya pakai di bulan-bulan lainnya.

Sesuai dengan tema hari ke 20 di blogger challenge dari Blogger Perempuan. Saya akan menuliskan beberapa aplikasi yang menunjang dan paling sering saya gunakan selama sebulan penuh ini.

Muslim Pro
Muslim pro adalah salah satu aplikasi penunjang bulan Ramadan yang sering saya pakai. Menurut saya aplikasi muslim pro ini cukup lengkap. Kita bisa mendapatkan banyak informasi penting melalui aplikasi tersebut.

Fitur yang ada di aplikasi Muslim Pro

Beberapa hal yang bisa kita dapatkan melalui aplikasi muslim pro adalah kita bisa mengetahui jadwal waktu salat sesuai daerah kita tinggal. Caranya gampang, kita cukup unduh aplikasi tersebut melalui google playstore. Nanti akan ada petunjuk untuk mendapatkan jadwal waktu salat.



Selain jadwal waktu salat, kita juga bisa membaca Al-Quran dengan aplikasi Muslim Pro. Lengkap beserta artinya seperti Al-Qur'an digital. Kita juga bisa menambahkan tanda kemajuan membaca.

Selain dua informasi tersebut. Kita bisa menghitung zakat. Mengakses doa-doa sehari-hari, membaca nama-nama Allah, mendapatkan inspirasi harian yang insyaallah mendatangkan manfaat dan kebaikan serta masih banyak hal lain yang bisa kita dapatkan melalui aplikasi tersebut.

Menurut saya sendiri, aplikasi muslim pro ini sangat membantu. Saya rekomendasikan aplikasi ini untuk diunduh dan dipakai tidak hanya di bulan Ramadan saja. Tapi bulan-bulan lain agar manfaatnya terus kita dapatkan.

Amalan-amalan Bulan Ramadan



Sobat blogger....

Sepanjang bulan Ramadan atau bulan puasa segala kebaikan yang kita lakukan dengan niat ibadah akan mendatangkan pahala berlipat ganda. Masyaallah ya. Tapi selain itu, bulan Ramadan tahun ini juga godaannya banyak sekali. Dari mulai nongkrongin hape yang cuma Stalking akun mantan, akun makan-makan dan lain sebagainya. Duh, rugi banget 😫

Beruntung, ada Mama yang selalu ingetin saya buat selalu melakukan kebaikan. Nggak cuma mantengin hape. Apalagi puasa kali ini saya memang full time di rumah. Beruntung, ada Bapak yang juga ikut mengingatkan dan mengajak ngaji tiap pagi.

Jadilah, bulan Ramadan ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Saya habiskan Ramadan dengan melakukan kegiatan yang positif.

Berbicara tentang bulan puasa, tentu saja segala hal kebaikan, segala ibadah yang kita jalankan, ada pahala yang kita dapatkan. Insyaallah.

Amalan-amalan bulan Ramadan atau selama bulan puasa yang saya lakukan memang tidak banyak, tapi saya mencoba untuk istiqomah dalam menjalankannya.

Membaca Al-Quran 
Membaca Al-Quran mendatangkan banyak pahala. Apalagi Al-Quran itu diturunkan oleh Allah SWT pada malam ke 17 di bulan Ramadan. Banyak sekali keutamaan membaca Al-Quran di bulan penuh ampunan ini. Membaca Al-Quran menjadi salah satu amalan di bulan puasa yang senantiasa banyak dilakukan oleh umat Islam.

Di masjid sekitar tempat tinggal saya. Seusai salat tarawih, pasti terdengar dari masjid beberapa orang sedang membaca Al-Quran atau lebih akrab disebut dengan tadarus.

Salat Tarawih
Salat tarawih menjadi amalan yang paling membedakan antara bulan-bulan Hijriyah lainnya. Salat tarawih hanya ada di bulan Ramadan ini. Meskipun salat tarawih itu sunah, tapi selama saya diberi kesempatan untuk salat, pasti saya manfaatkan dan jalankan amalan tersebut. 

Kalau di tempat saya, hari pertama tarawih, saf-saf semua terisi penuh. Terlihat betapa bulan Ramadan ini disambut dengan hangat penuh kebahagiaan. Meski pun, sampai di akhir Ramadan saf mulai kosong dan isinya sedikit.

Sedekah di Bulan Ramadan
Amalan yang bisa kita lakukan selanjutnya adalah sedekah. Apalagi sedekah di bulan Ramadan itu mendatangkan banyak pahala loh, sobat blogger.

Bahkan Nabi Muhammad, nabi kita yang diutus sebagai suri tauladan ini bagi kita ini merupakan sosok yang dermawan. 

Semoga kita juga dapat mencontoh perilaku baik Nabi Muhammad SAW agar senantiasa dermawan dan membantu sesama. Banyak sekali keutamaan bersedekah di bulan penuh maghfirah ini. 

Nah, itu tiga amalan yang bisa kita lakukan untuk mengisi bulan Ramadan ini. Sebenarnya masih banyak amalan untuk mengisi bulan puasa ini. Tapi tiga itu adalah yang paling sering dan mudah untuk dilaksanakan. Insyaallah.

Tulisan ini saya sertakan dalam blogger challenge dari Blogger Perempuan. Ambil baiknya. Buang buruknya. Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan kepada kita semua. Amin.

Foto: Google
Edited: Snapseed

Mudik Kala Itu Sambil Ikutan Lomba Liputan Mudik



Lebaran kali ini kamu mudik ke mana, sobat blogger?

Kalau saya memang tidak mudik karena saya sudah menetap di rumah. Sebelumnya sie saya memang saya pernah merantau, hanya saja tempat saya merantau ini masih satu kabupaten, hanya berbeda desa dan jarak saja. Makanya saya belum punya cerita tentang mudik tahun ini.

Tapi, saya mau cerita mudik saya di tahun-tahun sebelumnya. Jadi, sewaktu saya jadi mahasiswa tepatnya tingkat akhir, saya mutusin untuk mudik naik motor sendiri. Biarpun cuma di tempuh selama dua jam yang penting saya merasakan mudik.

Bawa tas berisi baju dan setumpuk tugas akhir yang waktu itu rasanya mager banget buat diselesaikan. Pingin lulus tapi males ngrampungin. 😂 Ada yang sama? Toss 

Cerita mudik saya waktu itu, saya lewat jalur Purwokerto - Sokaraja - Kalibagor - Banyumas - Buntu - Kebasen. Sebenarnya bisa ditempuh cuma sejam doang. Tapi saya sering berhenti di jalan karena untuk mengambil gambar kondisi lalulintas yang padat para pemudik. Saya masih ingat, waktu saya mudik itu saya sudah bertekad ikutan lomba liputan mudik dari Media Indonesia di twitter.

Jadi, keinginan saya mudik sendiri dibanding dijemput oleh Bapak adalah karena ingin liputan untuk lomba. Meski sebenarnya saya takut kalau tiba-tiba menepi ke pinggir jalan untuk mengambil gambar tapi untungnya banyak pak polisi yang berjaga di setiap titik.

Rasanya, kangen banget pingin mudik. Iya, saya setiap kali melihat tetangga yang menyambut kedatangan saudaranya itu bikin hati terenyuh. Bikin saya ingin disambut oleh kedua orangtua saya setelah sekian lama menumpuk rindu karena jarang berjumpa. Huhu, melow deh.

Makanya, saya bertekad, ingin merantau kembali. Entah abis lebaran atau tahun depan. Biar saya bisa merasakan mudik ke kampung halaman. Mudik lebaran yang sungguhan. Mudik naik pesawat maupun kapal, naik kereta atau bus. Ya pokoknya saya ingin mudik. Entah harus merantau untuk bekerja, kuliah lagi atau malah menikah dengan orang jauh 😆 iya iyaaaa

Nah itu pengalaman mudik saya, sobat blogger. Selain itu saya juga mau mengingatkan sobat blogger nih, untuk terus berhati-hati saat perjalanan mudik ya. Pelan-pelan asal sampai selamat di tempat tujuan. Kalau lelah, sebaiknya sobat blogger beristirahat saja. Banyak rest area yang bisa sobat blogger manfaatkan. Selalu waspada juga dan jaga barang bawaan agar tidak tertinggal atau hilang. Selamat mudik buat sobat blogger semua!

Mampir ya ke rumah sayaaa 😁

Tulisan ini saya ikutsertakan dalam blogger challenge dari Blogger Perempuan.


Inilah Momen Ramadan Masa Kecil yang Bikin kangen.



Selamat sore, sobat blogger. 

Pernah kecil kan? Pernah puasa pas masih kecil? Siapa yang rindu Ramadan masa kecil? Angkat ✋

Sama!

Saya juga rindu sama Ramadan waktu saya masih kecil. Terutama saat saya duduk di bangku SD. Belajar puasa di tengah godaan ingin buka tengah hari.

Inilah beberapa momen Ramadan masa kecil yang bikin kangen. Apalagi pas udah gede gini, huhu jadi pingin balik.

Ngabuburit

Sekarang saya jarang banget ngabuburit. Berbeda dengan pas saya masih kecil. Saya sama teman-teman ngabuburit ke stasiun sambil lihat sunset gitu. Entar pas jam adzan Maghrib tinggal lima menitan saya dan teman-teman pulang. Hihi seru banget. Sayangnya teman-teman masa kecil saya sudah tidak tinggal di tempat yang sama dengan saya.

Berburu Tandatangan 

Siapa di sini yang pernah ngalamin Ramadan masa kecilnya sambil berburu tandatangan? Iya, berburu tandatangan pak kiyai seusai salat tarawih dan salat subuh. Desel-deselan sama teman-teman. Pernah saya minta tandatangan maraton ke pak kyai gara-gara saya lupa gak bawa buku catatan amaliyah Ramadan. Hihi lucu ya kalau ingat Ramadan jaman waktu saya masih kecil. Andaikan saya punya mesin waktu, saya pingin mengulangnya.

Rebutan Jaburan

Do you know what is Jaburan? Jaburan is jajanan or food yang kita dapat setelah selesai salat tarawih. Dulu pas saya masih kecil kan tarawihnya di musala, jadi yang bawa jaburan itu dibagi-bagi. Saya bawa jajanan di tarawih ke sekian, si B di hari kesekian, begitu.

Nah, rebutan jaburan ini juga bikin kangen. Seringnya yang rebutan ya kami-kami yang masih kecil. Misal kan ada yang bawa semangka, kerupuk, dan es. Sebisa mungkin kami harus dapat ketiga jenis jaburan tersebut. Lucu deh, duh bikin kangen. Kangen banget.

Jalan-jalan Seteleh Salat Subuh


Jalan-jalan setelah salat subuh ke sawah atau stasiun juga momen yang bikin kangen Ramadan masa kecil. Soalnya setelah salat subuh dan ngaji pasti kami ini jalan-jalan dulu sebelum pulang ke rumah. Dulu tujuannya ya lihat kereta lewat saja. Dulu sewaktu saya masih kecil, belum ada tuh anak kecil seusia kami bermain dan bawanya hape. Hape masih jadi barang langka dan mewah. Beruntung, saya masih menikmati masa kecil yang menyenangkan dan bikin kangen. Hihihi


Itulah beberapa momen Ramadan masa kecil saya yang bikin kangen. Saya percaya, sobat blogger juga pasti punya cerita seru tentang Ramadan masa kecil. Share di kolom komentar yuk!

Oiyah, tulisan ini saya ikutsertakan dalam blogger challenge dari Blogger Perempuan.


Mengenal Zakat, Infaq dan Sedekah



Assalamualaikum sobat blogger. Sehat? Semoga sehat semua ya. Yang sehat makin sehat, yang sakit semoga cepet sehat kembali.

Di hari ke-16 blogger challenge yang diadakan oleh Blogger Perempuan dengan tema zakat, infaq dan sedekah.

Pasti di antara sobat blogger yang sedang baca tulisan ini sudah mengenal betul apa itu zakat, apa itu infaq dan pengertian sedekah. Selain itu, sobat blogger juga sudah pernah melakukan ketiga hal tersebut.

Sewaktu saya sekolah dan mengaji pun, tiga hal tersebut kerap diulang terus menerus oleh pak guru. Tidak sekadar mengingatkan saja, tetap untuk terus menerus diterapkan dalam kehidupan.

Zakat

Berbicara tentang zakat. Hampir semua orang yang memeluk agama Islam pasti tahu tentang zakat. Zakat itu sendiri wajib dibayarkan. Jenis-jenis zakat bisa kamu baca di internet atau di buku-buku tentang zakat. Ingat, membaca yaa! Salah satu contoh zakat jiwa (fitrah)y yang wajib dilakukan oleh semua umat Islam yang mampu. Zakat ini sebaiknya dilakukan sebelum sholat idul fitri. Irvan mengatakan karena beras menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia maka besaran zakat setara dengan 2,5 kilogram beras. Ada yang bilang zakat fitrah adalah zakat pemutus Ramadhan.


Infaq

Infaq ini berbeda dengan zakat. Menurut ahli fiqih,  dilansir dari website zakat.or.id pengertian infak adalah semua jenis pembelanjaan seorang muslim untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. 

Sedekah

Sedangkan sedekah adalah bentuk infak yang lebih khusus lagi, yaitu pembelanjaan yang dilakukan di jalan Allah. Bersedekah tidak harus berupa uang. Kita juga dapat melakukannya dengan cara berbagi pikiran yang berguna dan membantu dengan tenaga.

Sedekah itu juga tidak harus menunggu kita memiliki banyak uang. Sedekah itu tidak hanya memberikan uang. Senyum kepada saudara saja itu adalah sedekah. Seperti dalam hadits; tabasumuka Fii wajhi akhika shodaqoh. Artinya senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah.

Baik zakat, infaq dan sedekah itu adalah mendatangkan kebaikan. Laksanakan sesuai dengan perintah Allah. Karena kebaikan akan kembali pada kita.