REPOST From Didot Adot; Ternyata (yang Terkenal) Pare, bukan Kediri.

Hai, selamat pagi semua. Bagaimana matahari di tempat kalian hari ini? Semoga hati dan semangat kalian jauh lebih cerah dan lebih bersinar :)
Tahu kah kalian kota Kediri? Itu loh kota kecil di Jawa Timur yang terkenal dengan Tahu Tahwa, Gethuk Pisang,  Sambal Tumpang (menurut kepercayaan: kalau bukan orang Kediri gak ada yang demen :D ), kepercayaan bahwa setiap orang ‘besar’ yang masuk ke kediri dia akan kembali ke dirinya sendiri yang semula, dll.
Kemarin aku sms sama teman sesama penulis dari Purwokerto (terkenal dengan makanan khasnya mendoan dan nopia). Ketika aku memberitahu bahwa aku berasal dari Kediri. Seketika, yang terlintas dipikirannya pertama kali adalah Kampung Inggris yang terletak di Kabupaten Pare.
Dia berucap, “iyah tau mas, tau :p kediri yg kampung inggris kaan? eh pare maksudnya :p”
Ngenes banget kan penduduk kotanya :(
Tapi ketika menulis posting ini, aku tertegun membatu. Kota Kediri sudah punya apa dalam hal pendidikan dan teknologi ya?? Akhirnya aku membenarkan bahwa kota Kediri memang belum seberapa.
Tapi tunggu dulu. Antara Kediri yang belum punya apa-apa dan aku yang belum tahu apa-apa tentang kediri, aku tanya pada paman google tentang prestasi Kediri. dan ini lah hasilnya https://www.google.co.id/search?q=prestasi+kota+kediri&ie=utf-8&oe=utf-8&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel=sb&gws_rd=cr&ei=9qGfU_OoHcKMuATLk4LIDg
Sekarang saatnya bagi generasi sekarang untuk menyuarakan prestasinya. Untuk menghargai perjuangan para pendahulu dan memotivasi generasi penerus. Mari Berprestasi! Mari Berkarya!

Menghitung

Mungkin tepatnya sejak aku berumur lima tahun, ibuku mulai mengajariku berhitung. Kata ibu, dulu aku tidak begitu ceta saat mengucap angka sembilan. Terlalu panjang mungkin.

Ya aku bersyukur bisa berhitung. Belajar berhitung hingga aku bisa menghitung apa saja yang bisa dihitung.

Hari ketiga.

Terang saja, hari ketiga ini aku bahagia. Bisa bertemu dengan ibu dan bapak serta kakakku. Tak lupa juga dengan kedua kemenakanku  Vyrra dan Citra. Selepas makan sahur tadi. Aku bermain bersama Vyrra dan Citra. Setelah hampir satu bulan lebih tak pulang karena sekelumit tugas serta kewajiban sebagai mahasiswa.

Tentu aku bahagia, bisa bertemu serta menciumi ramadhan denga kalam Ilahi. Di sini, semua berawal. Aku ingin menyucikan diriku lagi. Setelah mungkin sehari hari yang lalu memiliki dosa yang disengaja maupun tida k disengaja.