Resep Sambal Ayam Suwir Pedas

Hai, Fellas. Apa kabar? Semoga kamu dalam keadaan sehat ya. Seperti yang sudah saya janjikan nih, saya akan membagikan resep sambal ayam suwir pedas bikinan saya. Sebenarnya, pertama kali bikin sambal ayam suwir ini saya ngasal banget, karena saya hanya memanfaatkan sisa ayam goreng yang nggak dimakan sama orang rumah. Padahal saya gorengnya udah enak banget itu ayam. Tapi orang rumah seperti sudah bosan kayaknya sama ayam.

Akhirnya saya putar otak. Gimana caranya agar ayam-ayam goreng ini selamat dan bisa dimakan lagi. Saya suka sedih kalau lihat makanan terbuang sia-sia. Padahal di luaran sana masih banyak saudara kita yang susah untuk dapat makan atau harus berjuang keras demi bisa makan.

Resep Sambal Ayam Suwir Pedas



Nah, sebelum bikin sambal ayam Suwir, saya sudah masak sayur Labu Siam, dan sayur cambah. Terus goreng tahu. Baru deh saya bikin sambal ayam suwir pedas. Dan sampai hari ini tangan saya masih lomboken, panas nih. Tapi tidak apa-apa, karena hasilnya melebihi ekspektasi. Orang rumah suka semua! Sampai ludes. Kali ini, karena banyak yang minta resep ayam suwir pedas buatan saya. Saya mau share nih spesial buat kamu yang sedang baca ini yaa. By the way, saya bikinnya semangkuk yang agak kecil tapi kalo dimasukin ke botol kaca itu seukuran botol selai Morissa yang sedang. Duh saya sebut merek, padahal nggak diendors. Haha.

Bahan yang dibutuhkan:

Ayam Suwir
Cabe Merah Keriting 15
Cabe Rawit Merah 40
Bawang 8 siung
Garam secukupnya
Gula Aren secukupnya
Daun jeruk
Minyak goreng

Cara Memasak:

  1. Cuci bersih Cabe Merah Keriting, Cabe Rawit, Bawang dan Daun Jeruk
  2. Potong kecil-kecil bahan yang sudah dicuci
  3. Panaskan minyak secukupnya, goreng bahan yang sudah dipotong. Goreng dengan setengah matang.
  4. Angkat dan tiriskan
  5. Ulek semua bahan yang sudah digoreng. Tambahkan garam dan daun jeruk. Ulek sampai teksturnya halus-kasar gitu. Seperti di foto ya.
  6. Panaskan minyak secukupnya.
  7. Masukkan sambal yang sudah diulek. Lalu tambahkan gula aren secukupnya.
  8. Tambahkan gula aren (gula merah) secukupnya.
  9. Tambahkan sedikit air.
  10. Masak sampai matang, dan airnya surut. Sehingga yang terlihat hanya sambal yang sedikit ada minyaknya. Masukan Suwiran ayam. Aduk sampai merata. 
  11. Angkat dan sajikan di mangkuk atau wadah lain.

Penyajian

Nah, kalau sudah jadi sambal ayam suwir pedasnya, Fellas bisa nih mengemasnya di botol kaca yang sudah disterilkan terlebih dahulu. Biar seperti sambal kemasan yang lagi hits saat ini. Sebenarnya juga saya sempat masukin ke botol kaca, tapi karena sambalnya keburu dibagi-bagikan jadi saya nggak sempat fotoin satu-satu deh. 

Dan sambal ayam suwir ini menjadi sambal favorit saya sejak kemarin. Enak banget ditambah makannya pakai nasi hangat. Ditambahkan sayur dan lauk lainnya juga cocok. Atau hanya nasi hangat, sambal ayam suwir pedas dan lalapan dirasa juga sudah sangat cukup. Duh, saya jadi pingin jadikan sambal ini sebagai ide usaha deh. Kalau saya jualan ada yang mau pesan nggak ya? hehe.


Nah itu Fellas, resep membuat sambal ayam suwir pedas yang hasilnya bakalan bikin nagih. Saya saja sampai bikin video mukbang sambal ini di channel youtube saya. Terima kasih sudah membaca yaa. 

Satu Hari Bersama Mantan karya Ninna Rosmina


Di kesempatan kali ini, aku mau berbagi keseruanku membaca novel tentang mantan ini. Jujur saja, judul dan sampulnya membuatku berpikir apakah novel ini penuh dengan tokoh yang bucin level dewa? Oh ternyata dugaaku salah. Setelah membaca, ternyata novel ini rekomen untuk kamu baca! Ini kali kedua aku mengenal karya kak Ninna Rosmina. Sebelumnya aku kenal novel kak Ninna yang berjudul One More Chance. Tapi udah lama. Dan aku baru ngeh kalau penulis tersebut ternyata penulis yang sama. Hihi. Salam kenal kak Ninna. Oke tanpa berlama-lama. Aku mau berbagi keseruanku setelah membaca novel Satu Hari Bersama Mantan . Keep scrolling, guys!

Blurb

Jika ada satu hal yang membuat Audrey ingin mengembalikan waktu maka itu adalah Akira. Dua sangat menikmati momen kebersamaannya dengan Akira sekaligus menyesalinya. Kedekatannya bersama Akira yang melenakan telah menciptakan jurang antara Audrey dan keluarganya.
Setelah kepergian orangtuanya yang begitu mendadak, Audrey memutuskan mengambil jarak dan meninggalkan Akira. Namun, meski telah menjauh, Tuhan kembali mempertemukan mereka.
Akankah momen pertemuan singkat ini mampu memperbaiki hubungan keduanya?

Identitas Buku:

Judul: Satu Hari Bersama Mantan
Penulis: Ninna Rosmina
Tahun: 2020
Tebal: 377 halaman

Review

Satu Hari Bersama Mantan merupakan novel remaja yang mengangkat tema tentang kisah cinta remaja. Novel ini menceritakan tentang Audrey. Kisahnya dimulai berawal saat Audrey duduk di bangku kelas 9. Audrey ini merupakan siswi berprestasi. Gimana nggak berprestasi, hidupnya Audrey ini hanya tentang belajar dan belajar. Hal itu tidak lepas dari aturan Mamanya. Meski kadang terlintas kata bosan tapi sudah menjadi rutinitas.

Audrey mulai mengensl Akira. Teman sekelasnya yang termasuk femes meski begitu Akira juga masuk dalam kategori siswa yang suka bikin onar. Tapi, dari obrolannya waktu itu, Audrey mulai jatuh cinta dengan Akira. Kabar mereka jadian pun sampai ke telinga Mama Audrey.

Sayangnya hubungan Audrey dengan Akira justru membuat hubungan Audrey dengan keluarganya jadi tidak baik-baik saja. Mendadak Audrey harus kehilangan orang tuanya.

Kehilangan dua kali, membuat Audrey memutuskan untuk membukan lembaran baru di tempat barunya, dan sekolah baru. Ya, setelah kehilangan orang tua untuk selamanya, Audrey mendapati kekasihnya berselingkuh. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bagaimana kelanjutan hidup Audrey? Apakah dia berhasil menjauh dari mantannya  atau malah dia masih mengingatnya?

Beberapa hal yang aku suka dari novel Satu Hari Bersama Mantan adalah sampulnya. Yap, cantik gini ya. Ilustrasinya juga mempresentasikan salah satu bab di novel ini. Hayo kira kira Audrey sama siapa tuh? Hihi.

Awal-awal membaca novel ini aku cukup menikmati. Meski sedikit bosan di bab-bab awal, tapi begitu konflik mulai bermunculan, aku makin menikmati. Awalnya, aku mengira novel ini memiliki tingkat kebucinan yang tinggi. Tapi aku salah. Novel ini justru tidak hanya menceritakan hubungan Audrey dan Akira. Lebih dalam dari itu. Novel ini menghadirkan unsur persahabatan, permasalah keluarga yang dialami oleh beberapa tokoh dan tentunya tentang musik.

Aku suka tokoh Ronan. Sosok Ronan yang datang dan mengisi hidup Audrey sebagai teman akrabnya dan satu band di sekolah Audrey yang baru ini, bikin cerita makin seru. Aku juga suka kehidupan keluarga Ronan yang seru dengan banyak adik. Ya, aku beneran nggak punya adik satu pun jadi iri juga pingin ngrasain punya adik 😭.

Aku suka jalan ceritanya di setengah bab terakhir. Why? Karena di bagian awal aku bisa menebaknya, tapi setelahnya aku malah seperti penasaran. Makanya aku sangat menikmati ceritanya sampai akhir. Sayangnya tebakanku salah. Endingnya bisa kuterima tapi gimana ya. Duh.

Beberapa kalimat dalam novel ini yang aku suka.

"Boleh aja dengan usia yang semuda ini lo udah mikirin masa depan. Tapi saran gue, sih, sebaiknya selain ilmu pengetahuan dan kerja keras, lo nyelipin kebahagiaan dalam kamus jaminan masa depan yang mapan itu. Apalah artinya lo kaya raya dan sukses kalau lo enggak bahagia."

"Masa lalu adalah masa lalu. Masa kini merupakan buah dari keputusan di masa lalu. Dan masa depan kita yang memutuskan"

"Sebelum kamu menyesal di masa depan, lakukan selalu yang terbaik di masa kini."

Yaudah, kalau kamu masih penasaran sama novel ini kamu bisa angkut di toko buku kesayangan. Eh lagi gak gak kemana mana, mending langsung pesen ke penerbit @falconpublishing atau bisa melalui gramedia.com deh hihi. Enjooy!

Terima kasih untuk Falcon Publishing, mba Rizky Mirgawati dan penulis tentunya kak Ninna Rosmina atas kesempatan membaca buku ini. Ditunggu karya-karya terbarunya yaa? :D