Seorang Blogger asal Banyumas. Suka baca buku dan jalan-jalan-jalan sambil kulineran.

Doa seorang ibu memang makbul.


Begini, tadi pagi pas aku beberes dan siap-siap kembali ke pwt, aku meminta sebuah ikat rambut kepada ibu. Ibuku malah menjawab dengan sebuah usulan, "potong saja rambutmu. Jangan panjang-panjang, kelihatan gremyes-grembyes"
"Lah Ibu, masa aku dari dulu punya rambut panjang selalu dipotong kan sekali-kali punya rambut panjang" sanggahku.
"Kamu kan pakai jilbab nduk"
Yaaa, kalau sudah begitu aku hanya menjawab ya dan berlalu mencari ikat rambut sendiri meski akhirnya tidak menemukannya.

Kejadian sore tadi.

Sepulang ngampus dan ngeperpus, kepalaku cenat-cenut. Efek cuaca panas, mendung lalu tiba-tiba hujan tiba-tiba panas lagi. Ditambah dengan beberapa tugas yang belum sama sekali kusentuh. Sampai di kos, tanpa berpikir panjang aku mengambil sebuah gunting- yang masih baru- dan sisir lalu perlahan memotong rambut dengan caraku sendiri. Semua terjadi begitu sajaaa. Ibuuuuu, doamu dan pintamu serta saranmu sudah kujalankaan.

April 13, 2015

Rindu.

Ayah, Ibu...

Aku ingin bercerita lewat udara. Tentang perasaanku yang kian tak menentu. Aku sedang jatuh cinta bu. Aku sedang jatuh cinta ayah.

Kemarin, saat perasaanku berbunga-bunga aku masih bisa mengatasinya sendiri. Menorehkan bahagiaku di lembar putih lalu menyulapnya menjadi kian warna.

Ayah ibu...
Aku memang belum dikata dewasa. Cinta lahir dan datang kapan saja. Di mana saja dan kepada siapa saja.

Saat aku mengulum rindu, aku masih bisa menahannya agar tidak ada yang tahu. Jika aku sedang risau.

Ayah ibu...
jika kemarin aku mempercayai semesta untuk mendengar semua bahagiaku, kali ini kukata tidak. Hanya kemarin saja saat bunga di taman hati bermekaran. Tapi saat mulai layu, semesta serasa bertepuk tangan

Ayah ibu...
Bagai sewindu kutahan rindu
Hingga menjelma pilu
Lalu kisah cintaku layu
Bersemayam pada cemburu

Aya ibu...
Aku tak lagi berbagi bahagia dengan semesta, akan kubagi suka dukaku bersamamu..

Curhatan Nihay Episode 70 soal.

gue rasa perlu dan harus ada perubahan dalam diri gue. Iyalah masa iya gue ngerubah diri loe yang ada gue diceramahin karena maksain kehendak.
Oke. Begini, akhir-akhir ini rasa malas selalu ngebuntutin gue. Apapun tugasnya, siapapun dosennya, kapanpun DLnya, di manapun kelasnya (Belum lima W+ satu H ya? Lah masa bodo) yang namanya 

Kangen

Entah beberapa kali perasaan ini datang. Ya! Aku cuma pingin bilang; aku kangen saat ke toko buku sama kamu, milah milih buku yang bagus, berkualitas dan menarik tapi sesuai kantong; aku kangen makan ice cream bareng kamu di alun-alun sambil baca buku yang sudah kita beli, membongkar isinya dan me-review-nya; aku kengen dan sebal saat kamu meledek tulisanku yang tidak punya karakter tokoh yang kuat, katamu tokoh-tokoh yang kubuat adalah orang-orang cengeng dan klise; aku kangen saat kamu membantuku mengerjakan tugas kuliah; aku kangen sama semua cerita kita.

Aku pun juga ingin mengatakan lainnya; aku kangen ikutan kuis di twitter, facebook, televisi dan lain sebagainya; aku kangen pak pos yang setiap minggu sekali bahkan tiga kali datang menyambangi rumahku membawa beberapa paket buku hasil ikutan kuis; aku kangen dibilang "ih kamu menang terus, pakai apaan siy!"; aku kangen baca tujuh buku selama tujuh hari; aku kangen main ke kantor pos; aku kangen jadi kuis hunter.

Aku kangen! Aaaaah.

Sepertiga malam

Di sepertiga malamku
Kukata rindu telah menjadi api
Lalu, setelah bercengkrama denganmu
Kupotong hujan yang mulai memanjang
di sepasang kelopak mata

Kaliwedi, 12 April 2015

Curhatan Nihay

Selamat sore!

Nihay comes back nih. Selamat datang di postingan bulan April.

Sekilas aku akan menceritakan persembunyianku dari dunia maya. Beberapa aktifitas di kampus membuatku tak sempat menuliskan serangkaian kalimat, tapi ingat doaku selalu kutujukan pada kalian semua yang mau meluangkan waktu untuk sekadar mengobrak-abrik blogku :-)

Beberapa waktu lalu, aku memang sangat sibuk. Tugas di sana-sini. A-Z aku kerjakan tanpa nggundel. Aku sadar aku sedang mengemban tugas sebagai generasi penerus bangsa.

Beberapa tugas ternyata sangat menyita waktu istirahatku. Bayangkan dalam 24 jam aku hanya tidur 2-3 jam. Sudah dipastikan aku akan jatuh ngantuk saat mata kuliah di pagi hari. Tapi eeeeits tunggu dulu. Ternyata semua mata kuliah yang jatuh di jam pertama ternyata tidak bisa membuatku mengantuk.

Apalagi sampai detik ini, tugas masih mengikuti ke mana langkah kaki berada. Seakan-akan ia begitu mencintaiku :3

Oh ya, Nihay mau curhat nih. Sekarang ini aku sedang diperbincangin di belakang rak-rak buku yang tersusun rapi. Sebut saja perpustakaan. Aku sedang duduk dan mengetik tulisan ini di sebuah meja yang gandeng dengan satu meja di sebelah kiri. Alias ada dua meja di hadapanku. Nah beberapa puluh menit yang lalu, datang seorang cowo memakai baju pink. kutaksir ia adalah anak baru maksudku anak semester bawah alias semester dua. Dari muka-mukanya memang begitu lugu dan polos. Iya dia pakai baju batik bercorak unga dengan warna pink dan ada sedikit warna coklat.
Beberapa mulut bebicara di belakangku, ada yang tertawa. Aku sedikit menangkap pembicaraan mereka. Sedikit banyaknya begini; ehhhh itu tuh yang meja selatan, kompak banget ya. bajunya pink-pink lagi.
Ya! Aku baru sadar jika baju dan kerudungku pink. Aku lupa kalau aku juga memakai blezer berwarna merah maroon yang dipadukan dengan baju panjang selutut dan celana coklat panjang.
Hahahaaa... ternyata eh ternyataaa, tiba-tiba dia malah nyapa! Oh, teman baru nih!

Curhataaan sore. Pusing bikin puisi, esai, kti, cerpeeeeen :3



Perpustakaan, 9 April 2015
14:35