Wednesday, August 15, 2018

Merdekakan Alam Dengan Bijak Berplastik


Tinggal sehari lagi, kita akan memperingati hari proklamasi bangsa tercinta, Indonesia. Selama bulan Agustus ini, tentu banyak sekali kegiatan untuk mengisi hari kemerdekaan. Seperti menghias desa, mengadakan kegiatan lomba-lomba, memasang umbul-umbul dan lain sebagainya. Saya pun tidak mau dong hanya berdiam diri. Selain melakukan kegiatan seperti yang sudah disebutkan di atas. Saya juga mengisi bulan Agustus ini dengan cara memerdekakan alam. Kita semua pasti sudah tahu, kalau alam sudah banyak memberikan kebaikan-kebaikan pada kita, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi kita untuk selalu bersyukur dan merawat serta menjaganya.

Salah satu cara memerdekakan alam adalah dengan bijak berplastik. Bijak berplastik saya wujudkan dengan selalu membawa tumbler kemana pun saya pergi. Sebenarnya bukan hal baru lagi, karena memang saya lebih senang membawa tumbler daripada membeli air kemasan. Dan sejak tahun 2016, sepulang saya mengikuti kegiatan nasional kepemudaan “Green Youth Camp 2” di Medan, Sumatera Utara, saya semakin komitmen untuk lebih bijak berplastik. 


Semenjak adanya kebijakan tentang kantong plastik berbayar, saya mulai memanfaatkan kantong kain, goodiebag, totebag yang saya dapatkan dari quiz, seminar maupun hasil lomba untuk berbelanja di supermarket maupun di pasar. Awal-awal saya mengubah habit ini tidak mudah. Saya sering dapat cibiran “lebay bawa kaya gituan segala” “yaelah Cuma 200 rupiah doang kali tuh kantong ih. Ngapain bawa gituan”. Meski tidak mudah, penuh cibiran, tapi saya tidak akan menyerah. Dengar ya, saya itu bukan lebay atau tidak sanggup membayar 200 rupiah, tapi saya ingin menyelamatkan alam. Percayalah alam kita ini lebih berharga dari uang 200 rupiah. 


Kamu pernah bayangin nggak? Kalau bungkus plastik, botol plastik, kantong plastik dan sejenisnya yang sudah kita ambil isinya. Lalu kita buang semau kita, terus tiba-tiba mereka bisa ngomong?
“Hai manusia! Jangan biarkan aku menjadi sampah. Jangan biarkan aku jadi sampah yang sia-sia. Tersebab aku butuh ratusan tahun untuk diurai di dalam tanah” (Pakai lagu pak Haji Roma Irama ya)

Selain dua hal di atas, bijak berplastik bisa dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik bekas, ceting plastik, ember cat plastik untuk dibuat menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Saya menggunakan botol plastik untuk dibuat menjadi media tanaman. Tidak susah, asal sudah ada niat pasti jadi. 


Foto di atas merupakan hasil pemanfaatan botol plastik yang saya gunakan untuk menanam bunga Crokot. Kalau jumlah botolnya banyak, bisa membuat tampilan tembok rumah bagian luar kamu jadi cakep. Yakan? Bisa buat background selfi hehe. Cara membuatnya juga sederhana. Nanti saya akan bahas di postingan berikutnya yaa.

Saya juga melebarkan pemanfaatan botol plastik, ember plastik dan lain sebagainya untuk ber-hidroponik ria. Untuk hidroponik memang hal baru yang saya coba lakukan. Tidak banyak mengeluarkan modal, saya hanya modal untuk beli benih dan nutrisi tanaman. Mudah jika kita mau berusaha. Saya berhidroponik dengan semua bahan bekas. Dari penampung airnya, kain yang dipakai untuk tempat benih tumbuh, semua dengan bahan bekas. 








 Jika kita kreatif, maka tidak akan ada sampah yang sia-sia. Ini, cara saya memerdekakan alam. Kalau kamu?

Wednesday, August 1, 2018

Cerita Saya dan Asus Zenfone 3 ZE520KL

My Asus Zenfone 3


"Buatku, memilih smartphone itu nggak boleh sembarangan. Harus jeli, teliti, lihat bibit, bobot dan bebetnya. Mirip kayak milih pendamping hidup gitu. Bedanya, smartphone itu kalau nggak cocok bisa di upgrade ke yang lain, tapi kalau pendmaping hidup? Masa iya mau ganti? 
Saya menjatuhkan pilihan saya pada Asus Zenfone 3. 

Pertama kali Asus Zenfone 3 launching, saya cuma berdoa, semoga saya bisa beli smartphone itu. Semoga Allah mengabulkan. Smartphone yang saya idam-idamkan sekali. Karena hampir setiap hari, saya tonton video review-nya, saya cari review lewat tulisan para blogger di google. Usaha yha kan usaha. 
Perjuangan saya untuk bisa upgrade ke smartphone ini butuh perjuangan. Sebelum upgrade ke zenfone 3, saya pakai Asus Zenfone Go dan satu smartphone pendukung lain. 

Berbekal dari itu, saya ikutan banyak lomba, quiz dan kompetisi lain. Ada yang paling berkesan selama saya nabung, waktu itu tahun 2017. Saya mengikuti aktifasi liputan Mudik yang diadakan di twitternya Media Indonesia. Saya hanya niat saja, semoga info mudik ini bermanfaat. Kalau dapat hadiah ya itu bonus. Selama dua pekan, saya ikuti. Ternyata banyak sekali yang ikut. Optimis saja.

Selang beberapa minggu ternyata pengumuman. Saya juara 2 dan dapat action camera. Waktu itu saya sedikit sedih, kenapa nggak jadi juara 1? Karena ternyata yang juara satu dapat smartphone Asus Zenfone 3.
Tapi, alhamdulillah. Saya jual action camera kepada kakak saya. Uangnya saya tabung buat beli Asus Zenfone 3.
Ternyata uang belum cukup. Apalagi di tambah kebutuhan mahasiswa akhir, skripsian. Uang mulai diambil dikit dikit. Buat beli tinta printer, kertas, fotocopy. Serba-serbi mahasiswa akhir deh.

Saya nggak henti-hentinya berdoa. Minta sama Allah. Minta setiap hari. Sambil nangis-nangis. Minta Allah buat kabulin doa-doa saya. Segenap jiwa saya berdoa.

Awal tahun 2018, saya menemani kakak saya (kakak yang beli action camera) buat beli smartphone dan laptop. Waktu itu, kakak saya itu galau, menentukan smartphone apa yang bakal dia beli dan laptop dengan budget 10 juta pas.
Tapi, ya... Kakak saya juga pingin beli laptop Asus juga, laptop incaran dia. Saya sie cuma berdoa ajah, sambil bisikin dia beli laptopnya merek lain gapapa, yang penting smartphonenya Asus Zenfone 3 atau beli laptopnya kapan-kapan Hihiw.

Voilaaaaa! Berhasil. Kakak saya beli Asus Zenfone 3. Paling senangnya, saya yang pilih warna smartphonenya. Langsung dong pilih warna putih. Dalem hati saya bilang "andai ini handphone saya 😬 udah saya elus-elus, cium-cium. Bodoamat dikira lebay!"

Selang sebulan, smartphone itu dibeli oleh kakak saya yang nomor empat. Oiyah, kakakku ini ada empat ya. Kakak saya kedua yang beli action camera, sebut saja mas Anas.

Asus Zenfone 3 itu mendarat di tangan kakak keempat saya, sebut saja dia mba Sois. Sedih dong ya, udah nggak bisa dekat-dekat Asus Zenfone 3. Secara mba Sois ini kerjanya di Kutoarjo. Kalau lagi di rumah, kami berdua kaya tom and Jerry. Sebaliknya kalau jauh, kami berkangen-kangenan.

Bulan Maret akhir, kejutan datang! Emang kalau jodoh nggak kemana ya kaan? Terpisah jauh pun, tetep bakalan disatuin. Hihiw.
Mas Anas bilang, gini pakai ajah Asus Zenfone 3. Bayarnya gampang, kalau udah kumpul baru dikasih. Dalem hati "loh ini hape dibalikin sama mba Sois apa gimana?" 🤔
Tapi aku terharu, banget. Rasanya mau nangis tapi malu. Girang banget kan. Smartphone yang tiap hari saya mintain ke Allah. Ternyata beneran dikasih sama Allah, lewat kebaikan kakak saya sendiri.

Dan nanti bakal aku review yaa! Tunggu dan stay tune di blog aku 😀😬

Saturday, July 21, 2018

Bikin Seblak Rumahan


Wei! Balik lagi nih! Ada yang kangen postingan saya? Hehe

Kali ini, saya mau berbagi resep bikin makanan khas Sunda. Ada yang bisa tebak? Yap, seblak. Akhir-akhir ini, saya memang sedang kangen dengan masa-masa kuliah. Kangen dengan beragam aktifitas kuliah. Terutama makan seblak! Kalau sudah masuk hari Sabtu, dua Minggu sekali biasanya saya dan kawan saya mampir makan seblak. Ada sekitar 5 tempat yang menjual seblak yang pernah saya coba. Tapi ya begitu, rasanya beda-beda.

Setelah setahun lebih saya tidak makan seblak. Akhirnya saya bikin seblak setelah lihat postingan bang Aji Sukma di Twitter. Dikasih tahu juga sama dia, bumbunya secara pas dan detail. Kalau di resep yang dikasih bang Ajisuk, itu pakai cabai yang sudah dikeringkan, karena di tempat sayatidak ada dan emang belum bikin. Akhirnya saya pakai cabai ulek. Tahu kan ngulek cabai seperti apa rasanya? Panaaaaas 😂😪

Mari kita mulai bahas, apa saja bahan dan bumbu yang harus disediakan untuk resep seblak rumahan?

Bahan-bahan:

-Mie Telor (Jujur, pakai mie telor lebih benar. Kata bang Ajisuk emang pakai mie telor. Karena saya ngeyel, terus malas keluar rumah, pakai mie instan. Hasilnya kurang sedap mienya! Itu waktu awal bikin seblak.) Sesuai selera kamu saja deh 😋
-Makaroni kerang (bisa pakai makaroni apa saja. Terserah)
-Telor (Wajib. Yakali mau di-skip yang ada tidak jadi seblak 😭)
-Jamur (Kalau suka)
-Kerupuk kuning kecil-Ceker
(sesuai selera. Sesuai dana. Kalau sekarang, saya belum pakai ceker. Sudah nyari belum dapat😂)
-Bakso (Wajib 😆)
-Sayuran (bisa disesuaikan selera)

Sebenarnya, untuk isi bisa disesuaikan sama selera dan kesukaan kita. Namanya juga seblak rumahan ya kan? Haha bodoamat dah, pokoknya suka-suka kita. Kecuali kalau ada yang request dan mau bayarin beli bahan-bahannya haha.

Nah, sudah untuk urusan bahan. Sekarang kita ke perbumbuan. Bumbu untuk membuat seblak (pakai cabai ulek):

-Kencur 4 buah
-Miri 1 buah
-Cabai keriting 5 buah
-Cabai Merah 10 buah
-Garam secukupnya
-Bawang Merah 1 siung
-Bawang Putih 1 siung

Mari kita mulai eksekusi bahan dan bumbunya. Langkah pertama saya sie ngulek bumbu yaitu bawang putih, bawang merah, kencur, Miri dan garam. Banyak tidaknya itu disesuaikan sendiri. Kalau aku ini bikin satu porsi doang, tapi porsi yang cukup mengenyangkan. Hehew

Selanjutnya ulek cabai keriting dan merah. Kasih garam dikit, biar nguleknya lancar. Alternatif lain diblender, kalau tidak biasa ngulek. (Ingat ya, ini pakai cabai ulek karena saya tidak punya persediaan cabai bubuk kering. Pokoknya pakai apa yang kita punya. Okay sip!)

Mulai dengan merebus kerupuk kuning kecil, jamur, dan mie telor. Rebusnya masing-masing jangan dicampur ya, kak!
Rebusnya setengah matang boleh, sesuka hati saya sie kalau saya. Hehe. Kalau sudah, tiriskan ya.

Membuat seblak rumahan ala saya, masukan minyak secukupnya, tumis bumbu yang sudah dihaluskan, tambahkan telor. Orak arik. Tambah cabai yang sudah dihaluskan. Lalu tambahkan air secukupnya. Boleh pakai air kaldu.

Masukan bahan yang sudah direbus. Masukan bahan-bahan lain, seperti bakso, sayuran, ceker. Bahan yang sudah kamu sediakan deh. Lalu tambahkan gula secukupnya. Tunggu sampai matang.


Seblak rumahan ala Hanat siap disajikan dan disantap!


Monday, May 21, 2018

Review Kamera Canon EOS M10


Canon merupakan salah satu merek yang mengeluarkan produk kamera digital yang terkenal dengan kualitasnya yang sangat bagus. Mulai dari point and shoot, prosumer hingga DSLR.  Dan, setelah lama ditunggu, akhirnya Canon meluncurkan jenis kamera Mirrorless Interchangeable Lens Camera (MILC) dengan nama CANON EOS M10. Kamera Canon EOS M10 dijual dengan lensa kit EF-M 15-45mm f/3.5-6.3 IS STMÂ sebagai lensa bawaan. Lensa ini sudah termasuk dalam paket pembelian. Namun Anda masih tetap dapat menganti lensa ini jika Anda ingin mendapatkan zoom range yang lebih besar. Nah, Anda pasti pengen tau dong apa saja kelebihan dan kelemahan dari kamera Canon EOS M10 ini? Berikut akan Kita bahas.
Kelebihan dan kelemahan kamera Canon EOS M10
1. Menggunakan processor jenis Digic 6
Kamera Mirrorless Canon EOS M10 ini menggunakan processor Digic 6 yang memiliki kemampuan memberikan kualitas gambar istimewa saat photo object dalam ruangan yang memiliki kurang cahaya. Kamera Mirrorless Canon EOS M10 ini memiliki kemampuan ISO hingga 12800 tanpa adanya noise (gangguan). Jadi ketika Anda mengambil objek atau gambar yang cahayanya remang-remang, Anda tidak perlu khawatir lagi akan kualitas hasil jepretannya.
2. Kamera Canon EOS M10 menggunakan sensor ukuran CMOS APS-C
Demi menghadirkan kemampuan photo yang lebih bagus dan indah, kamera CANON EOS M10 telah menggunakan sensor berukuran besar CMOS APS-C. Dimana prosesor ini menggunakan tombol-tombol functions yang mudah untuk digunakan oleh siapa saja. Sehingga baik pemula ataupun profesional yang menginginkan keringkasan dalam bekerja lebih gampang dan mudah menggunakannya. Apalagi digunakan oleh para traveler yang memang mencintai dunia photography dan menginginkan hasil maksimal tanpa ribet membawa banyak barang, tentu  kamera mirrorless berkualitas tinggi dengan resolusi 19 megapixel, kamera CMOS APS-C ini sangat cocok dibawa untuk menjelajah berbagai tempat. Selain itu, ukuran ya yang ringan, juga memiliki baterai yang irit. Hal ini karena processor Digic 6 mampu mengurangi konsumsi pemakaian baterai.
3. Body Kamera yang terbuat dari plastik solid dan kokoh
Body kamera Canon EOS M10 ini terbuat dari plastik yang solid dan terkesan kokoh. Selain itu juga memiliki layar LCD pada bagian belakang dengan ukuran 3 inches. Kamera mirrorless ini juga dilengkapi dengan layar sentuh (touchscreen) untuk preview atau review object yang akan di foto.
4. Sudah dilengkapi dengan wireless data transfer
Kelebihan lain dari kamera Canon EOS M10 adalah yakni sudah dilengkapi dengan wireless data transfer. Mulai dari wifi atau NFC untuk Anda share pada social media Anda atau keperluan transfer data lainnya. kamera Canon EOS M10 ini juga sudah bisa dikoneksi dengan smartphone Anda yang berbasis Android untuk dijadikan sebagai remote control.
Kelemahan kamera canon EOS M10:
1. Tidak dilengkapi optical viewfinder
Tentu suatu produk disamping memiliki kelebihan pasti memiliki kelemahan. Sama halnya dengan Kamera Canon EOS M10 ini. Kelemahannya adalah tidak memiliki optical viewfinder, sehingga semua kegiatan memoto objek hanya dapat dilihat melalui layar LCD. Laura LCD dapat diangkat keatas untuk low angle photography. LCD juga dapat diputar sampai menghadap ke depan sehingga memudahkan Anda untuk selfie photography dimana Anda tetap dapat melihat preview diri.
2. Tidak memiliki hotshoe
Selain itu, Kamera EOS M10 ini tidak memiliki hotshoe untuk external flash, untungnya kamera ini telah memiliki pop-up flash internal yang posisinya ada pada bagian kiri atas. Pada bagian atas body kamera, akan terlihat 3 tombol utama, tombol itu termasuk untuk mode photo atau video.
Jika Anda sekarang sedang berminat dan ingin memiliki kamera mirrorless canggih tanpa harus mengeluarkan uang mahal, maka kamera Canon EOS M10 adalah pilihan yang tepat. Sebab di situs jual beli online Blibli.com sedang ada promo menarik. Kamera Canon EOS M10 ini hanya dijual seharga Rp 5.225.000 saja setelah mendapatkan potongan diskon 4 persen dari harga awal Rp 5,475,000. Penawarannya menarik kan?
Namun harga ini hanya bisa Anda dapatkan jika membeli di Blibli.com, sebab beda tempat dan lokasi penjualan akan berbeda pula harganya.

Wednesday, May 2, 2018

Bukan Sekadar Pelengkap! Gambar/Foto Yang Ciamik Bikin Artikel Makin Menarik

Kamu pernah nggak, baca artikel tapi isinya kalimat demi kalimat? Tidak ada  gambar maupun foto? Yup, isinya hanya tulisan tentang suatu hal. Rasanya gimana? Kalau menurut saya like aku tanpa mu. *Eaaa digebukin netijen 😂* Serius, kalau menurut saya, itu hal yang dapat menimbulkan kebosanan yang haqiqi.

Selain kebosanan yang membuat saya mendapatkan rasa kantuk, membaca artikel tanpa gambar atau pun foto membuat saya tidak bisa dengan leluasa mendapatkan informasi apa yang disampaikan dalam artikel. Apalagi jika artikel tersebut tentang kuliner atau makanan. Hem, gimana saya bisa tahu, kalau isinya cuma deskripsi tanpa adanya bukti visual? Hem hanya bisa membayangkan detail makanannya seperti apa,  rasanya, warnanya dan tiba-tiba saya ngences. 🤤

Apalagi kalau artikel tentang sebuah tempat wisata. Isinya cuma cerita lokasinya yang terjal, harga parkir kendaraan ke lokasinya yang seikhlasnya, view-nya instagramable dan lain sebagainya. Terus saya dilanda kepo berkepanjangan. Mak, saya mau piknik! 😭

Nah, kemarin malam, saya melakukan sebuah polling nih di story Instagram saya tentang "Kamu lebih suka membaca artikel yang.... Ada gambar/foto atau tanpa gambar/foto." Dari delapan belas orang, enambelas orang memilih membaca artikel yang ada gambar/foto (termasuk saya) dan sisanya dua orang lebih menyukai artikel tanpa gambar/foto.

Hasil voting di story Instagram @hanatfutuh

Kenapa lebih menyukai artikel yang ada gambar/foto?

Bukan tanpa alasan, seseorang lebih suka membaca artikel yang ada gambar/foto. Mari kita simak beberapa alasan yang mereka sampaikan melalui direct message instagram saya.


 

Artikel yang ada gambar maupun foto lebih memudahkan orang (saya) yang membaca untuk paham dengan apa yang telah penulis tulis. Semacam mengurangi gagal paham juga. Bagi orang yang tidak suka membaca artikel maupun buku, menambahkan gambar/foto didalamnya, akan membuat artikel justeru jadi bacaan yang menarik hati. 


Bagi saya, sebuah artikel lebih menyenangkan memang dibubuhi dengan gambar/foto. Tentunya gambar/fotonya juga harus sesuai. Bukan asal-asalan menambahkannya, harus dipertimbangkan agar artikel kita mendapatkan banyak pembaca. Saya sering sekali, kalau menulis sebuah artikel, sebisa mungkin gambar/foto yang dipakai itu ciamik, jelas, dan keceable sehingga artikel yang kita buat mendapatkan banyak pembaca dan membuat pembaca merasa berkesan dengan artikel yang kita tulis. 

Seorang blogger Purbalingga yang merupakan teman baik saya, lebih menyukai artikel yang ada gambar/foto. Dia  juga menjelaskan alasannya melalui direct message bahwa artikel akan jauh lebih bagus jika kita menggunakan gambar/foto. Hal tersebut tentunya akan dapat membantu pembaca untuk memahami lebih detail isi artikel itu. Selain itu, menambah gambar/foto dalam artikel dapat meningkatkan rating blog kita loh! 



Sunday, April 22, 2018

Pengalaman Jadi Quiz Hunter

Saya mulai debut karir menjadi quiz hunter sekitar  pertengahan tahun 2014. Waktu itu, saya dikasih tahu kakakku, kalau Smartfren sedang mengadakan Quiz Ramadhan yang disiarkan di stasiun televisi MNCTV. 


Setelah itu, saya ikutan. Bermodalkan hape bermerek namaku sendiri *HanaT* saya ikutan. Sedih sie, keypad HP saya pada  copot. Entah pada jatuh di mana. 

Meski dengan kondisi seperti itu. Saya semangat sekali ikutan Quiz. Beberapa kali daftar di Twitter, saya belum mendapatkan DM. Hingga suatu hari, tepatnya tanggal 18 Juli 2014, sebuah DM mendarat dari penyelenggara quiz. Girang dong ya, senang bukan kepalang 😛

Malamnya, saya ditelepon untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pembawa acara quiz secara live di TV. *Asyique masuk tipi tapi cuma suara doang 😂

DM tahun 2014 dan 2015

Alhamdulillah dapat HP andromax G dan uang tunai yang tidak sedikit karena saya bisa bayar kos, traktir orang rumah dan membeli printer. Tentu saja saya berterima kasih kepada Smartfren dan MNCTV sudah memberikan kesempatan untuk dapat hadiah.

Di tahun 2014, saya beberapa kali menang Quiz, memang tidak terlalu banyak karena ini permulaan. Tapi ini merupakan permulaan keisengan yang baik. Jujur ya, kalau kita mengharapkan lebih, kadang hasilnya tidak sesuai 😭 semacam terkena PHP gebetan.

   


Setelah tahun dua ribu empat belas berlalu.  Tahun selanjutnya adalah tahun terasik. Quiz demi quiz saya ikuti. Pengumuman demi pengumuman mulai mengejutkan.

Adakah nama saya? Hem, ya ada. Tapi tidak semua quiz yang saya ikuti berhasil keluar jadi pemenang. 

FYI, ikutan quiz juga tidak cuma asal jawab. Ada banyak quiz yang nyuruh kita kasih jawaban yang menarik. Jadi pas mau jawab harus dipikirkan secara matang. Dari HP android itu, saya mulai lagi pencarian jati diri quiz. Adanya android itu memudahkan saya berselancar di dunia maya.

Lalu, di tahun 2015, debut saya sebagai quiz hunter semakin terus menjadi. Saya ikut quiz apa saja asal syaratnya tidak spam tweets. Saya kapok. Kenapa? Saya kehilangan banyak followers dan kerap dimarahin teman gara-gara spam di beranda 😓

Sebenarnya saya menang apa saja sie di tahun 2015 sampai sekarang?
Eum, benarnya nih, saya langsung kasih saja ya gambar-gambar screenshot-an hasil menang quiz di Twitter yhaaaaaa. Biar lebih jelas. Dan saya kasih tips nih, biar menangin hati gebetan hadiah.

Dapat HP lagi. Lagi-lagi dapat dari Smartfren yaiu HP andromax 4G LTE seri Q. Hoya! Hoya! Saya senang banget. Maka dari itu, sebagi wujud syukur, saya kasih HP android pertama untuk sang Mama. Ya, bagaimana pun, itu HP masih baru (baru satu tahun dipakai dan masih mulus) 😛 Sebenarnya ini adegan yang tidak boleh ditiru ya. 😂


Selain saya mahasiswa, waktu itu saya juga seorang aktivis kampus yang suka baca buku. Tapi bukunya semacam novel, kumpulan cerpen dan sebagainya kalau baca buku selain itu bawaannya seriusan ngantuk. Hihi. Kecuali ya kalau emang itu tugas kuliah, bakalan rajin. *skip* 

Kesukaan baca itu membawa saya memenangkan banyak quiz dengan hadiah buku-buku keren. Lebih kerennya lagi, hampir semua buku yang saya dapat dari quiz selalu bertanda tangan penulisnya bahkan dibubuhkan kata-kata agar saya termotivasi untuk menulis bahkan untuk melanjutkan hidup. 

Saya pernah punya pengalaman, ikutan quiz yang aturannya adalah memberikan ide yang kreatif tentang sebuah profesi yang menarik untuk dituliskan menjadi sebuah novel. Hem, waktu itu saya sungguh mikir keras. Apa ya?

 Dari jawaban itu, alhamdulillah saya masuk menjadi pemenangnya dan berhasil dapat buku dari penulisnya langsung. Hihiw


Tidak hanya quiz dengan jawaban menarik. Saya juga ikutan quiz swafoto. Swafoto dengan tayangan televisi, swafoto dengan produk minuman, kecantikan, swafoto di tempat wisata dan swafoto dengan berbagai hal. Contohnya, quiz selfie dengan sinetron yang ada di RCTI. Sinetron remaja yang diangkat dari novelnya penulis terkenal, Asma Nadia. Saya pun dapat DM dari RCTI dan bonusnya saya difollow sama RCTI. Senang lah. Soalnya jaman segitu followers masih dikit. 

 

Ikutan quiz pesona lebaran dari Visit Jawa Tengah. Untungnya, saya suka jalan-jalan means explore tempat wisata di Jawa Tengah. Dari tempat yang dekat sampai yang sedikit jauh. Kok sedikit? Iya karena kalau kelebihan tidak baik haha. *Skip*

Saya dua kali, menang Quiz pesona lebaran Jawa Tengah. Pertama tahun 2016. Dapat seperangkat kaos Visit Jawa Tengah, topi Jateng Gayeng dan seperangkat peta Jawa Tengah beserta kalender budaya. 2017 juga sama. Ada sekitar 15 kaos, 1 jaket, 2 kerudung, dan merchandise berupa produk makanan dan minuman.  

  

Pernah sedih banget. Iya sedih ya. Dapat voucher belanja, eh tempat belanja tidak tersedia di daerah tempat tinggalku. Padahal vouchernya lumayan banyak. Terus ada lagi pernah dapat tiket gala premier film Chrisye, ada lagi dapat tiket nonton yang harus diambil ke Jakarta. Saya kasih tiket nonton buat teman saya biar bermanfaat 😁 

Jadi Quiz hunter menyangkan deh. Tapi tunggu dulu, disamping menyenangkan, ada sedihnya. Sedihnya banyak juga. Sedih ternyata tidak banyak orang tahu, kalau saya juga sering tidak menang. Kebanyakan teman-teman hanya tahu, saya sering menang, hoki, dan lain sebagainya. Saya aminkan saja. Padahal tidak sedikit saya juga kalah. 

Pertanyaannya: kok saya selalu update hadiah kemenangan sie?

Ya, iyalah ngapain mengunggah info kekalahan saya? Apa untungnya? Saya saja tidak untung apalagi untuk kamu? *Plak

Berikut saya upload sebagian hadiah quiz yang masih saya ingat, secara sudah sekian tahun, dan saya juga tidak mengingatnya secara utuh. 




Kalau Vegeta, saya bagi-bagi sama orang rumah. Secara dapat hampersnya banyak banget. Vegeta the best deh. Kasih hadiah tidak cuma buat saya. Tapi buat sekeluarga. 



Saya juga aktif ikutan quiz di radio. Ini salah satunya. Waktu itu saya juga pernah dapat uang 250ribu di radio Yogyakarta. Saya pernah dapat merchandise dari Pro2 Yogyakarta. O iya, dapat Jersey di radio Yasika Purwokerto.


Nah, ini penampakan buku dari BIP Gramedia, didapat tahun 2017. Sebelahnya quiz komentar terbaik dari KBR Pagi. Bisa kamu cek di IGnya kalau mau ikutan.  Di bawahnya pas itu menang voucher 200ribu, akhirnya setelah dapat tawaran dari adminnya, voucher diganti jadi uang tunai dikirim melalui rekening. Senang banget ya kan. Voucher tidak bisa dipakai di tempatku. Hihi

 Kalau kamu ikutan quiz berupa survei, jangan anggap enteng. Jawab sebaik mungkin. Jangan asal-asalan. Kebanyakan kalau survei terkadang menyepelekan. Padahal quiz semacam ini membutuhkan jawaban yang tidak asal asalan. Believe me! Or not.
Sehingga setelah saya dinobatkan menjadi salah satu pemenang. Maka saya senang sekali. 

Di atas merupakan jawaban quiz tentang bagaimana kita memaknai hari Kartini kemarin. Serius itu keluar dari hati saya loh 😁


Kecintaan saya pada dunia jurnalistik, juga menjadi salah satu kunci saya memenangkan quiz Kami Mudik dari Media Indonesia yang diselenggarakan di Twitter. Selain itu keberuntungan, ada faktor keuletan. Saya tuh rajin banget nongkrong di pinggir jalan. Kasih kabar tentang lalulintas mudik 2017. Serius ini quiz menyenangkan banget karena bisa ketemu banyak orang yang mudik, suasananya jalanan yang ramai. Tapi kalau lagi sepi, asli sepi banget. Kaya hati saya.



Tahun 2018 juga membahagiakan. Awal januari, saya memiliki keinginan untuk membeli domain. Tentunya saya harus nabung dulu kan. Secara keperluan saya tidak cuma beli domain 🤣 eh ternyata akhir Maret ada quiz domain dari Jagoan Hosting.

Tuhan kasih jalan lewat quiz tersebut. Akhirnya saya menang dapat domain gratis satu tahun. Sebenarnya nie masih banyak banget hadiah quiz yang belum sempat saya upload. 

Saya mau kasih tips, kalau mau ikutan quiz pertama berdoa, serahkan dan berharap sama Tuhan. Cari ide/jawaban kreatif kalau quiznya memang mengharuskan kita untuk memberikan jawaban yang kece! Selanjutnya, misal kita tidak menang-menang padahal tiap hari kita ikutan quiz, tjurhat saja tsay sama adminnya. Siapa tahu, adminnya merasa kasihan, lalu mempertimbangkan kita untuk menang. Ngehe! Pokoknya selebihnya, doa! 



Thursday, April 5, 2018

Cobain Yuk, Oseng Bunga Pepaya!

Jadi nih, kemarin sore saya beres-beres bersihin halaman depan rumah. Beuh, cukup banyak daun pohon durian, daun pohon mangga, daun pohon jambu citra yang berserakan *yang penting hatinya gak berserakan tsaaaaa*

Tidak hanya itu, ada juga bunga pohon pepaya. Saya sempat mengamati kok pohon pepayanya cuma bunga dan daun saja, padahal pohonnya sudah cukup tinggi. Untuk memetik daunnya saja saya memakai kursi atau pakai gantar. Lantas kemarin sore saya menuntaskan kekepoan saya. Ibu saya bilang kalau pohon Pepaya itu adalah jantan. Jadi tidak akan berbuah.
Saya langsung tanya google dong, untuk memastikan jawaban Ibu. Eh ternyata benar adanya. Pohon pepaya jantan tidak berbuah. Tapi hanya berbunga-bunga *tsaaaaa berbunga-bunga kaya pas gebetan ngechat duluan 😆*

FYI, bunga Pepaya ini bisa dimakan! Ya, dimasak jadi sayur yang enak. *Bagi yang doyan tapi*

Pohon Pepaya
Hari ini, tepatnya tadi pagi, saya melakukan eksekusi terhadap bunga Pepaya yang bentuknya sungguh cantik. Dengan senang hati saya naik kursi untuk memetik bunga pepaya. Untuk memasak Oseng Bunga Pepaya, bahan yang dibutuhkan adalah tiga siung bawang merah, satu siung bawang putih, satu buah tomat, empat buah cabai, lalu ada garam dan kecap. Untuk campurannya menggunakan tempe seperlunya.

Sebelum memasak Oseng bunga pepaya, jangan lupa cuci bersih semua bahannya.  Lalu potong dengan sesuka hati kamu.





Oiya, untuk Bunga Pepaya, sebelum dimasak direndam pakai air panas ya, agar menghilangkan getahnya. Kalau untuk menghilangkan pahit bisa direndam dengan air garam. Tapi kali ini saya tidak menghilangkan rasa pahitnya biar saja bukankah hidup itu tidak selalu manis? *Ini apaan si*

Sejujurnya, memasak oseng bunga pepaya itu sama kaya oseng sayuran lainnya. Hanya bahan utamanya saja yang berbeda. Mari kita masak. Pertama, panaskan minyak dan tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. Setelah itu masukan cabai dan tomat.


Oseng-oseng sampai tercampur rata. Masukan tempe. Tambahkan garam dan kecap secukupnya. Masak sampai tempe kelihatan sudah hampir matang. Terakhir masukan bunga pepaya. Masak bunga pepaya sampai terlihat matang kalau perlu dicicipin ya.. Lalu angkat dan hidangkan.




Selamat mencoba di rumah!


Terima kasih sudah membaca tulisan saya. Jika berkenan silakan beri komentar ya ^_^