Seorang Blogger asal Banyumas. Suka baca buku dan jalan-jalan-jalan sambil kulineran.

Kembalikan Akun Twitter yang ditangguhkan


Pernah ngrasain akun twitter kamu ditangguhkan ? Kalau pernah kita tos virtual dulu deh. Saya uring-uringan sekali. Sebab, waktu itu saya saya masih ada kerjasama dengan suatu pihak. Ditambah beberapa pekerjaan yang sudah selesai tapi fee belum cair. Dan saat itu akun Twitter ditangguhkan sementara oleh pihak Twitter. Makanya saya ingin sharing nih tentang tips balikin akun Twitter yang ditangguhkan.

Akun Twitter yang ditangguhkan



Dulu, memang saya pernah  ditangguhkan karena spam tweet ikutan kuis. Tapi tidak sampai 24 jam, akun saya balik. Tapi kasus penangguhan akun Twitter saya kemarin ternyata lebih rumit.

Kronologinya, pagi itu tanggal 18 Mei, saya ngetweet sebuah tweet yang isi hastagnya mengundang beberapa orang berkomentar bahkan ada yang terang-terangan tidak setuju.  Dengan kata lain tweet saya mengandung hal-hal yang sensitif. Begitu. Tapi saya tidak akan sebut merek di sini ya. 

Terus saya juga cek jumlah followers saya berkurang cukup drastis. Dari 1560an menjadi 1530an. Saya awalnya tidak berpikir keanehan. Karena ternyata tidak hanya terjadi sama saya saja. Beberapa teman yang melakukan tweet dengan hastag yang sama dengan saya ini juga mengalami hal yang sama. Eh ndilalah, dua jam setelah itu, akun Twitter saya disuspend atau ditangguhkan.

Saya panik. Saya coba untuk tenang tapi bagaimana ya. Saya benar-benar panik. Ada beberapa pekerjaan yang sudah dikerjakan dan harus ditunda pembayarannya karena akun Twitter saya disuspen. Saya bingung. Saya coba bertanya ke beberapa teman yang pernah disuspen. Tapi banyak dari mereka jawabnya begini;

'Banding saja. Jangan panik. Nanti juga balik nggak sampai sehari'

Akhirnya saya mencoba banding di tanggal yang sama saya disuspen. Cara bandingnya cukup mudah. Begini caranya;

1. Masuk ke sini ya. Pastikan akun Twitter kamu sudah login. https://help.twitter.com/id/managing-your-account/suspended-twitter-accounts

2. Pilih Ajukan Permohonan
Di bagian Ajukan Permohonan nanti kita disuruh isi semacam form gitu. Form pengajuan permohonan seperti yang gambar di bawah ini ya.

Awal-awak suspen dan saya melakukan banding, di bagian deskripsi masalah saya hanya menuliskan 'suspend'. Sampai beberapa kali banding. Akhirnya, karena panik saya mencari-cari informasi di google. Ketemu blog kak Darius di https://blog.goreinnamah.com/

Saya menemukan tulisan cara mengembalikan akun Twitter yang disuspen. Tapi setelah mencobanya, tetap saja akun saya belum lekas kembali. Saya mencoba mengirim email ke kak Darius. Dan Alhamdulillah dibalas. Lumayan mengurangi kepanikan saya waktu itu.


Setelah email balasan ini, saya jadi mikir. Kalau banding untuk akun Twitter yang terkena suspen itu intinya ada di deskripsi masalah. Ya, akhirnya saya menggunakan beberapa kalimat seperti yang ada di blog kak Darius dan menambahkan juga kalimat lain. Intinya sih sama, minta maaf dan minta dibalikin akunnya. Serta menyadari kalau sudah salah ya tapi saya juga bingung salahnya di mana 😂 

Kalimat deskripsi masalah yang saya cantumkan saat saya mengajukan permohonan kembali adalah sebagai berikut;

"Dear twitter I want to apologize if I did something wrong when using twitter. I do not understand why you suspend my account. Please, help me to activate my account so I could use it again. This account is very important to me because it is one of the big parts of my blog. Thank you very much.. I am waiting my account back."

Dan beberapa teman juga menyarankan saya untuk banding di jam yang tidak ramai. Saya tanya jam yang tidak ramai itu sekitar jam berapa? Ya jam 11 malam misalnya. Akhirnya saya ikuti saja saran dari teman. Alhamdulillah entah ngaruh apa tidak, tapi ternyata akun Twitter saya bisa kembali. Tentu saja dengan beberapa catatan kesalahan yang sudah saya perbuat sampai menyebabkan akun saya disuspen.

Oiyah saya akun Twitter sudah kembali. Saya ternyata masih panik 😂. Lah iya, jumlah followers dan following saya tidak kembali semula. Duh bingung. Akhirnya saya tinggal tidur saja. Kurang lebih seperti ini pemampakan pertama kali setelah akun kembali. Btw gambar ini saya dapat dari teman.


Tapi ternyata paginya, saat saya cek. Eh sudah kembali normal. Meski mengalami penurunan jumlah followers yang cukup banyak. Tapi tidak masalah yang terpenting twitter saya saya balik!



Nah, begitulah pengalaman saya terkait akun Twitter yang disuspen. Banyak yang nanya, kenapa sih sedih banget cuma karena Twitter disuspen? Hem, gimana ya. Dibilang sedih banget ya nggak juga. Tapi ya sedih juga. Karena akun Twitter saya ini yang jadi jalan dari Allah SWT saya bisa punya smartphone tanpa beli beberapa kali, dan banyak banget kenangan saya di Twitter. Apalagi saya menjadi Quiz hunter sampai sekarang pun pertama kali karena Twitter ini juga. Jadi banyak kenangan antara saya dengan akun Twitter saya ini. Jadi untuk ikhlasin emang saat disuspen itu berat banget. Tapi saat mencoba ikhlas ternyata akun Twitter saya masih jadi rezeki saya. Alhamdulillah.

Feel free buat teman-teman yang mau berbagi pengalaman akun Twitternya disuspen. Atau ada yang mau ditanyakan silakan saya sangat senang apabila bisa membantu 😬

Wassalamu'alaikum, teman-teman! 

Naikin Followers dengan Giveaway

Hai, teman-teman. Siapa di sini yang suka ikutan giveaway? Ayo angkat tangan. Tos virtual dulu ya. Saya juga sering ikutan giveaway, terhitung sejak enam tahun yang lalu sampai sekarang saya masih aktif jadi giveaway hunter. Beragam hadiah pun sudah pernah saya dapatkan. Dari mulai smartphone, uang tunai, buku total ratusan ribu rupiah, action camera dan lain sebagainya. Nggak bakalan cukup nih kalau saya tulisin semua hadiahnya di sini.

Tapi, dua tahun belakangan, ketika saya mulai aktif membranding diri saya sebagai seorang bookstagram sekaligus bookblogger, saya jadi sering mengadakan giveaway. Baik yang hadiahnya berasal dari dana pribadi saya maupun hasil kerjasama dengan pihak-pihak lain seperti penerbit, penulis maupun yang lain.

Sebelum saya ngomongin lebih lanjut soal giveaway nih. Saya mau berterima kasih dengan Coach Ilham Sadli, berkat materi Manajemen Sosmed 10k Followers kemarin, saya jadi makin semangat untuk terus konsisten membuat konten yang sesuai dengan branding yang saya pilih di media sosial.

Cara cepat naikin followers dengan giveaway


Giveaway dan Tujuannya

Sekitar enam tahun lalu, yang saya pikirkan tentang giveaway, merupakan aktifitas bagi-bagi hadiah di media sosial dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Hadiahnya pun beragam, dari yang mewah sampai yang recehan.

Seperti yang saya katakan di awal, dua tahunan ini saya juga mulai membuat giveaway. Saya jadi tahu, kalau giveaway ini salah satu teknik marketing yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan banyak keuntungan untuk akun media sosial kita loh. Jadi setiap orang atau brand yang mengadakan giveaway pasti memiliki tujuan. Bukan sekadar ngadain giveaway cuma-cuma. Tujuan membuat giveaway antara lain;
1. Meningkatkan Followers atau subscriber
2. Mendapatkan keuntungan seperti awarness, promosi akun
3. Mendapatkan engagement yang tinggi

Hal-hal yang perlu diperhatikan saya membuat giveaway:

Setelah kita tahu apa itu giveaway dan apa saja tujuannya. Saya juga ingin share nih hal-hal yang perlu kamu perhatikan saat akan membuat giveaway berdasarkan pengalaman saya dalam membuat giveaway di akun media sosial saya ya!

1. Tentukan terlebih dahulu tujuannya
Sebelum kita membuat giveaway adalah menentukan tujuannya terlebih dahulu. Apakah tujuan kita untuk mendapatkan followers atau subscriber saja atau malah keduanya? Apakah kita ingin mendapatkan jam tayang juga? Tentukan di awal. Seperti misalnya saya saat bulan puasa kemarin membuat giveaway untuk mendapatkan followers dan subscribe sekaligus jam tayang.

2. Tentukan di mana kita ingin bikin giveaway
Setelah tahu tujuannya kita ternyata ingin mendapatkan keuntungan berupa naiknya followers Twitter sekaligus naiknya subscriber YouTube dan jam tayang, berarti kita harus membuatnya di Twitter.

3. Menentukan syarat untuk Giveaway
Ketiga, adalah menentukan syarat untuk ikutan giveaway. Kamu bisa menentukannya mau mudah atau susah. Tapi menurut saya, lebih baik yang mudah karena pasti banyak yang ikutan. Syaa sudah buktikan. Tapi kalau saya jadi giveaway hunter, saya lebih suka syarat yang mudah tapi unik pokoknya perjuangan banget buat dapatin hadiah giveaway deh.

4. Menentukan Hadiah
Yap, hadiah bagian terpenting juga dalam membuat giveaway. Hadiah yang menarik tentu akan menarik perhatian pengguna internet. 

5. Menentukan Periode Giveaway
Please kalau bikin giveaway jangan lama-lama ya. Paling nggak seminggu deh.

Pengalaman Membuat Giveaway di akun Twitter @hanatfutuh

Kemarin, di kelas Growth Blogger sebagai syarat untuk lanjut ke materi berikutnya, salah satu hal yang harus saya penuhi adalah membuat giveaway di Twitter dengan hadiah semampu dan seikhlas kita.

Kebetulan, itu bukan hal baru bagi saya. Karena sebelum-sebelumnya saya memang sudah aktif membuat giveaway di Twitter. Tapi, membuat giveaway kemarin menjadi tangangan tersediri karena disyaratkan harus mendapatkan 50 retweet.

Sebelumnya saya mau cerita, akun twitter @hanatfutuh ini saya buat sekitar tahun 2011. Dulu, saya menggunakan Twitter hanya untuk ikutan giveaway. Dan sampai di tahun 2018 saya tidak menyadari bahwa akun twitter saya sudah mencapai angka seribu followers. Mulai tahun 2018 saya mulai membangun branding saya di twitter sebagai seorang pembaca buku. Meski kadang nggak konsisten. Tapi alhamdulillah, berkat materi tentang optimasi media sosial untuk personal branding dari mas Ilham Sadli, membuat saya bertekad untuk terus konsisten dengan branding yang sudah saya pilih di media sosial.

Profil Twitter @hanatfutuh setelah giveaway


Saya merasakan sekali manfaat dari giveaway yang saya buat untuk perkembangan akun media sosial saya, terutama Twitter dan Instagram. Beberapa hal yang saya dapatkan setelah saya membuat giveaway antara lain, jumlah followers meningkat yang membuat saya mendapatkan job-job maupun peluang kerjasama yang lain seperti mereview buku dan lain sebagainya. Sebelum giveaway kemarin followers saya baru 1550 sekian dan setelah giveaway bertambah menjadi 1704

Selain itu, saya mendapatkan engagement yang bagus setelah saya membuat giveaway. Seperti giveaway kemarin di akun Twitter saya. Total retweet yang harus saya dapatkah adalah 50 retweet sebagai syarat bisa lanjut ke materi berikutnya. Tapi justru yang saya dapatkan lebih dari itu. Yaps, saat ini cuitan giveaway saya mendapatkan 160 retweet dengan reply berjumlah 156 dan like 70. Tentu jumlah ini saya harap akan terus bertambah sampai akhir periode yang telah saya tentukan.
Saya merasakan akun Twitter saya mulai kembali berkembang ke arah yang lebih bagus. Karena nggak hanya cuitan tentang giveaway saja, tapi cuitan lain saya juga mendapatkan interaksi yang bagus.

Materi dari Coach Ilham Sadli

Masih semangat ya baca tulisan saya ini. Nah, saya mau bocorin sedikit nih materi yang sudah saya dapatkan dari Coach Ilham tentang mengoptimalkan branding di sosial media. Saya sudah bertekad sekali untuk mempraktekkan ilmu yang sudah saya dapatkan di kelas kemarin. Keep scrollling ya!
Cuitan setelah giveaway


Personal Branding 

Banyak yang tidak menyadari bahwa memiliki branding di media sosial adalah hal yang penting termasuk saya. Teman-teman sudah tahu kan personal branding itu apa? Di materi kemarin, Coach Ilham menjelaskan bahwa personal branding merupakan cara memasarkan diri kita kepada orang lain atau komunitas yang menjadi target kita. Seperti saya misalnya, saya membranding diri saya sebagai bookreader di twitter. Saya kerap membagikan tentang quotes dari buku yang telah saya baca.

Manfaat Branding Media Sosial;

Branding media sosial juga ada manfaatnya loh teman-teman. Beberapa manfaat Branding media sosial yang disampaikan oleh Coach Ilham antara lain:
1. Mudah diingat
2. Pasar yang tepat
3. Lebih dipercaya

Untuk membangun personal branding media sosial, kita juga harus tahu nih prinsip brandingnya. Sehingga kita bisa bisa mengoptimalkan branding kita.

5 Prinsip Branding:

1. Tentukan Audience
2. Tentukan Ingin seperti apa akun kita dikenal
3. Tentukan perbedaan akun kita dengan akun lainnya
4. Temukan suara akun kita
5. Konsisten

Strategi yang bagus untuk branding.

Selain hal-hal yang sudah disebutkan di atas. Coach Ilham juga memberikan tahu tentang strategi yang bagus untuk branding. Simak ya.
1. Tentukan tujuannya
2. Tentukan karakter yang akan dibangun
3. Tentukan bahasa yang akan digunakan
4. Tentukan gaya bicara yang akan digunakan

Kalau dalam hal ini, akun Twitter saya ini memiliki tujuan untuk hiburan dan membagikan keseruan saya tentang buku yang sudah saya baca serta interaksi seperti biasa. Karakter yang saya bangun di akun Twitter saya adalah supel, ramah dan menyenangkan. Untuk bahasa dan gaya bicara saya seperti di kenyataan si, santai dan sopan.

Nah itu dia sedikit bocoran materi yang kemarin saya dapatkan di kelas Growth Blogger. Semoga tulisan ini membawa saya ke posisi aman sehingga bisa lanjut ke materi berikutnya. Doain ya teman-teman!



Cara Naikin DA Blog di BRTNetwork

Hai Fellas. Alhamdulillah senang banget, saya masih bisa bertahan selama dua puluh harian di kelas Growt Blogger. Setelah kemarin mengikuti materi Fotografi dari kak Gemaulani, semoga saya terus lanjut untuk materi berikutnya. By the way, kamu pernah nggak mendengar BRTnetwork? Mungkin sebagian yang membaca tulisan ini tentu sudah nggak asing lagi ya apa itu BRTNetwork. Kalau saya si jujur baru tahu ketika saya berada di kelas Growth bloggernya mas Irwin. Nah sebagai syarat untuk lanjut ke materi berikutnya, saya akan share nih sama Fellas tentang cara naikin DA blog di BRTnetwork. Loh emang bisa ya? Jawabannya tentu bisa dong. Caranya bagaimana tuh? Tentu saja caranya dengan  menulis. Yaps, menulis di BRTNetwork. Yuk langsung saja, saya akan ajak kamu untuk kenalan dengan BRTNetwork.

Naikin DA blog di BRTnetwork


BRTNetwork itu apa?

Awalnya saya memang tidak tahu apa itu BRTnetwork. Mungkin karena main saya kurang jauh jadi nggak tahu kali ya hehe. Saya benar-benar bersyukur  sekali bisa masuk kelas blognya mas Irwin jadi menambah ilmu dan pengetahuan serta mendapatkan banyak teman yang satu frekuensi. Dan  dari Kelas Growth Blogger ini saya bisa kenal dengan BRTNetwork. BRT ini singkatan dari Blogger Ruang Tunggu. Jadi BRTnetwork ini wadah untuk menulis bagi blogger sesuai dengan minatnya. Jadi apa kamu tertarik untuk menulis di BRTnetwork? Karena nggak hanya bisa dibaca sama teman-teman blogger saja, tapi bisa membantu naikin DA blog kita loh, Fellas. Jadi saya ingin share nih tutorial mengirim tulisan ke BRTnetwork. Keep scrollling, Fellas!

Naikin DA blog di BRTNetwork
Halaman depan website BRTNetwork

Cara Memulai Menulis di BRTNetwork

1. Registrasi

Untuk menulis di BRTnetwork terlebih dahulu, kamu harus mendaftarkan diri dulu ya. Cara mudah banget. Pertama kamu masuk ke homepagenya Blogger Ruang Tunggu di brtnetwork.id, terus di bagian kanan atas icon menu. Kamu bisa klik dan akan muncul beberapa menu. Klik bagian Member dan klik submit post. Jika kamu belum pernah melakukan registrasi sebelumnya, maka registrasi dulu ya. Kalau sudah pernah, kamu tinggal pilih login saja. Di sini anggap saja kamu belum pernah ya. Hehe.

Registrasi di BRTNetwork

2. Isi lengkap data diri kamu

Seperti registrasi pada umumnya, kamu isi data-data yang tertera di halaman registrasi ya. Mulai dari nama lengkap kamu, username, password, lalu tambahkan juga tentang deskripsi diri kamu, alamat email serta url blog kamu. Jangan lupa untuk mencentang bagian Chaptanya ya. Setelah itu kamu tinggal klik submit. Mudah, bukan?

Halaman Registrasi Member BRTNetwork
Halaman registrasi Member BRTNetwork


3. Periksa Inbox Email

Setelah kamu sukses men-submit data di BRTNetwork, kamu cek inbox email kamu ya. Karena BRTnetwork akan mengirimi email berupa informasi mengenai username dan password kamu. Jangan lupa disimpan ya biar selalu ingat. Kenangan mantan yang banyak ajah ingat masa cuma username dan password ajah lupa? hehe

Email pemberitahuan dari BRTNetwork Setelah registrasi berhasil
Emai pemberitahuan dari BRTNetwork


4. Login dan Mulailah untuk Menulis di BRTNetwork

Sudah submit formulir registrasi kan? Nah saatnya Fellas untuk login dan mulai untuk menulis di BRTNetwork. Karena akan banyak keuntungan yang kita dapat saat tulisan kita dimuat di BRTNetwork. Salah satunya yakni DA blog naik. Di sini, siapa coba blogger yang nggak menginginkan DA tinggi? Pasti nggak ada deh. Yang DA blognya udah 30an ajah masih berharap naik lagi, apalagi yang seperti saya, yang posisi DAnya masih di angka sepuluh. Salah satu ikhtiar yang saya lakukan untuk naikin DA blog adalah dengan menulis di BRTNetwork. Semoga bisa konsisten, ya Fellas. Biar DA blog saya bisa naik, seperti DA blog para mentor di kelas Growthing. Mimpi dulu boleh kali ya? Yang penting terus usaha biar DA blog tinggi tercapai! Selamat mencoba menulis di BRTNetwork, ya!

Hal-hal yang Harus kamu Kamu Tahu Sebelum Menulis di BRTNetwork:

1. Memulai menulis dengan klik bagian Member, lalu klik submit post

2. Panjang tulisan minimal 600 kata

3. Jumlah gambar yang diupload maksimal 1 file, dengan ukuran pixel 600 x 300 dengan size maksimal 100kb.

4. Wajib mengisi Meta Description maksimal 155 karakter

5. Pilih kategori sesuai artikel yang akan kamu publish

kategori tulisan di BRTNetwork
Kategori tulisan di BRTNetwork

Fyi, di BRTNetwork ini banyak banget kategori tulisannya. Jadi tinggal pilih saja kamu ingin menulis tentang apa. Mulai dari parenting, finance, lifestyle dan masih banyak kategori lainnya. Yuk menulis di BRTnetwork karena dengan menulis di sana bisa menaikkan DA blog kita.

Tentang Kelas Growthing Premium

Salah satu ikhtiar lainnya supaya DA blog kita naik, dan supaya kita dan blog kita berkembang serta maju yakni ikutan kelas Growthing Premium. Dalam waktu dekat ini, mas Irwin dan mas Pewe akan membuka kembali kelas SEO Coaching for blogger loh. Asli deh, nggak bakalan nyesel. Kelas gratis yang saya ikuti saja fasilitasnya mewah dan rasanya spektakuler banget ditambah bonus-bonus menggiurkan lainnya. Gimana dengan kelas premiumnya pasti lebih spektakuler deh. Jangan sampai kamu melewatkan kesempatan bagus ini. Investasinya sangat worth dengan apa yang nanti kamu dapatkan. Kalau saya pingin nabung lagi nih, biar bisa upgrade lagi ilmu-ilmu ngeblog. Yuk daftarkan diri kamu di Coaching SEO For Blogger. Dijamin nggak akan ada penyesalan deh.

Coaching SEO for Blogger Dari Kelas Growthing
Klik gambar untuk daftar

Nah, sekian tulisan saya tentang cara naikin DA blog dengan menulis di BRTnetwork. Semoga bermanfaat ya, dan semoga artikel ini bisa membawa saya untuk mengikuti materi selanjutnya di kelas Growth Blogger yang dipimpin oleh mas Irwin. 

Keseruan di Kelas Growthing

Hai, Fellas. Rasanya saya happy banget sudah bertahan selama tujuh belas hari di kelas Growthing. Saya belajar banyak hal yang berkaitan dengan blogging. Saya nggak nyangka banget, kalau saya bisa jadi salah satu peserta yang terpilih dari banyak orang yang daftar.

Anggapan saya bahwa ngeblog hanya sekadar nulis saja itu kurang tepat. Karena memang ngeblog bukan sekadar menulis terus posting dan selesai. Tapi ngeblog itu luas banget dan saya tahunya dari Kelas Growthing ini. Di kelas Growthing ini saya belajar SEO. Iya, tiga huruf yang selama ini bikin saya nyut-nyutan. Eits, tapi itu bulan kemarin ya, sebelum kenal kelas Growthing.

Belajar di Kelas Growthing

Apa si Kelas Growthing itu?

Belakangan ini banyak teman yang nanya. Kok kamu slow respon banget sih. Lagi sibuk banget ya? Yaps, Fellas, saya memang sedang sibuk banget. Meski saya kerja dari rumah, saya juga ketambahan sedang ikut kelas ngeblog. Inilah kelas blog yang sedang saya ikuti, Kelas Growthing. Demi kemajuan blog saya. Serius, saya betah banget di kelas ini. Banyak hal baru dan keseruan yang saya rasakan di kelas Growthing. Makanya rasanya nggak rela banget kalau sampai saya ditendang dari kelas ini. 

Kelas Growthing ini tempat belajar SEO terbaik si. Saya sedikit nyesel kenapa baru tahu ada kelas ini. Kelas yang digawangi oleh mas Irwin, mas Pewe, dengan timnya ada mas Baim dan mbak Monic ini membahas seluk-beluk tentang SEO. Awalnya saya sedikit keteteran karena ini pertama kali ikutan. 

Saya bersyukur tak terhingga, bisa jadi satu di antara 18 orang yang masih bertahan di kelas Growthing ini. Untuk bertahan sampai hari ini, banyak sekali proses yang saya lalui. Dari mulai membaca dan memahami setiap materi dari para mentor serta mengerjakan tugas dengan rules yang ajaib banget. Pokoknya rules-nya ini nggak bisa ditebak setiap ada tugas deh. 

Yang saya dapatkan di Kelas Growthing

Kelas Growthing yang saya ikuti ini adalah kelas gratis. Tapi kelas ini bukan kaleng-kaleng. Saya jadi merasa dapat durian runtuh nih bisa jadi salah satu peserta yang masih bertahan. Jadi apa aja benefit yang saya dapatkan dari kelas Growthing versi gratisnya ini? 

1. Materi SEO yang lengkap dan mudah dipahami

Sebelum masuk kelas Growthing, jujur dari hati yang paling dalam, saya tahunya kalau ngeblog hanya menulis saja, dan saya bagikan di sosmed saja. Itu saja, makanya pas saya dapat tawaran untuk review hotel di tempat saya tinggal, saya nggak lolos karena ternyata saya tidak memasang Google Analytics. Hilang sudah kesempatan emas itu. Ada lagi ketika saya ikutan lomba tapi ternyata artikel yang saya tulis tidak terindeks di Google. Waduh, apa lagi itu ya? Tanya saya waktu itu.

Sebenarnya kalau membaca di google pun bisa tapi namanya ilmu memang harus ada gurunya supaya lebih terarah. Jadi di kelas Growthing inilah semua pertanyaan tentang ngeblog saya dapati jawabannya. Dari mulai bagaimana memaksimalkan penggunaan Google Analytics, Google Search Console sampai bagaimana mengoptimasi artikel dan blog dengan menerapkan SEO. 

Baca juga; Belajar SEO Berkesan

Awalnya kupikir belajar tentang SEO itu bakalan rumit banget. Otak rasanya tidak sampai untuk memahami apa itu SEO, gimana cara kerjanya dan lain sebagainya. Semua mulai mudah ketika saya masuk kelas Growthing ini. Materi yang diberikan ini benar-benar dijelaskan dengan sederhana dan mudah dipahami. Dan kalau menemukan kebingungan pun seluruh mentor selalu menjawabnya. 

2. Dapat Teman Baru

Rezeki itu bukan hanya materi saja kan? Ya, masuk kelas Growthing dan dapat banyak teman baru adalah bagian dari rezeki yang saya syukuri. Meski awalnya saya modal sok kenal sok dekat, tapi teman-teman blogger yang saya dapatkan di kelas Growthing ini baik dan welcome banget.

Oiyah sebagai syarat agar bisa ikut materi kelas selanjutnya, saya harus mengulas nih dua teman blogger. Kali ini saya mau ngenalin ke Fellas, dua teman terpilih yang bakalan saya ceritakan di tulisan ini.

Adriana Dian 

Kenalin, namanya Adriana Dian. Saya manggilnya mbak Dian. Kesan pertama kenalan sama mbak Dian, lewat chat di WhatsApp, saya rasa mbak Dian ini orangnya baik dan welcome banget. Dan saya jadi enak kalau mau ngulik-nguliknya. Hehe. 

Teman Baru di Kelas Growthing

Ternyata setelah saya kepoin nih, mbak Dian ini serorang mama muda yang aktif ngeblog sejak tahun 2010 dan mulai menyeriusi di tahun 2016. Blog mbak Dian ini bertemakan parenting dan lifestyle. Jadi kalau Fellas lagi nyari seputar tips parenting, mampir saja di blognya mbak Dian yang beralamat di adriandian.com

Karena sudah lama terjun jadi blogger, prestasi yang dicapai oleh mbak Dian ini sudah banyak loh. Salah satunya, mbak Dian pernah dapat juara satu lomba blogger gathering DufanXVivaLova. Keren ya, Fellas.

Sapti Nurul Hidayati

Teman kedua yang saya akan ceritakan ke Fellas ini, asalnya dari Jogjakarta. Mana nih yang dari Jogja? Angkat tangan dong. Hehe. Namanya Sapti Nurul Hidayati. Saya panggilnya mbak Sapti. Sebetulnya saya sudah nggak asing nih sama mbak Sapti, karena ternyata sudah mutulan di beberapa sosial media. Saya malah sempat mengira kalau mbak Sapti ini bagian dari master chef Indonesia. Gara-gara saya baca username instagram @saptinurulmci. Hehe.

Kawan Baru di Kelas Growthing

Mbak Sapti ini Blogger kelahiran Yogyakarta yang saat ini juga masih tinggal di kota kelahirannya. Siapa nih di antara Fellas yang tinggal di Yogyakarta?

Di tengah kesibukkannya sebagai ibu rumah tangga, mbak Sapti juga aktif menjadi blogger. Ia aktif ngeblog sejak memutuskan untuk resign dari pekerjaannya, sekitar tahun 2016. Baginya ngeblog adalah tempat berbagi cerita dan pengalamannya. 

Nah, buat Fellas yang ingin membaca tulisan-tulisan mbak Sapti, bisa langsung meluncur ke blognya yang beralamat di cerryku.com. Di sana cukup lengkap loh, dari mulai kuliner, wisata, kesehatan dan gaya hidup, ada semua. 

For your information, mbak Sapti ini hobinya membaca buku, jalan-jalan dan kulineran loh, Fellas! Jadi buat kamu yang mau ngajakin mbak Sapti atau mau kerjasama bisa langsung kontak mbak Sapti ya.

3. Ilmu Hidup

Siapa bilang kelas ngeblog dapatnya cuma materi tentang blog ajah? Nggak! Saya malah dapat banyak ilmu hidup di kelas Growthing ini. Saya jadi lebih menghargai betapa berharganya waktu yang hanya 24 jam ini.

Pas awal-awal materi dan tugas dari kelas Growthing ini saya merasa keteteran memang. Tapi masuk ke hari berikutnya, saya sudah tahu ritmenya. Bagaimana membagi waktu antara kesibukan satu dengan yang lain, sehingga tidak ada satupun yang terbengkalai.

Saya juga belajar tentang keberanian. Saya seringnya kalau bergabung di grup komunitas gitu lebih banyak diam. Bukan apa-apa tapi memang saya tidak punya banyak keberanian. Lah, mau kenalan ajah kadang mikir seribu kali takutnya dibilang SKSD. Hehe. Tapi di kelas Growthing, saya mulai berubah jadi lebih aktif bertanya, aktif untuk mendapatkan jawaban atas kebingungan yang saya rasakan. 

Terus saya juga belajar untuk lebih teliti. Saya si memang orangnya udah teliti dan jeli dari sebelum kelas ini. Tapi melihat teman-teman yang kemarin dikick hanya kesalahan secuil karena kurang teliti, jadi nggak ada harapan lagi buat lanjut kelas. Ketelitian benar-benar dibutuhkan kalau kamu ikutan kelas Growthing ini.

4. Bonus Plus-plus

Benefit paling menarik yang terakhir adalah bonusnya plus-plus. Gimana nggak plus-plus, ikutan kelas Growthing ini bikin traffic pengunjung blog saya meningkat. Yang biasanya sehari nggak nyampe seratus. Sejak ikutan kelas Growthing, semua jadi bisa dicapai.

Terus, bonus lainnya adalah naiknya DA. Iya domain authority blog. Siapa si di antara blogger yang nggak mau domainnya naik dan tinggi? Itu kayaknya impian semua blogger deh hehe. Per hari ini, saya cek domain saya naik loh. Sebelum ikut kelas Growthing domain saya hanya 7 dan hari ini sudah naik jadi 10. Senang banget rasanya.

Ada bonus-bonus lain yang sangat worth it banget kalau kamu ikut kelas ini loh. Penasaran? Langsung chat mas Irwin ajah deh atau mas Pewe. 

Kelas Growthing Premium

O, iya buat Fellas yang ingin belajar banyak tentang SEO daftar ajah kelas Coaching SEO for Blogger. Kelas ini digawangi oleh mas Irwin dan mas Pewe dan timnya yang tentunya sangat ahli dalam per-SEO-an. Jangan bilang investasinya mahal dulu deh. Karena yang gratis ajah spektakuler banget kelasnya, gimana versi premium kelasnya coba? Pasti triple spektakuler dan yang pasti kalau premium, Fellas nggak bakalan kena kick dan tendangan Madun dari para coachnya. Pokoknya tenang deh nggak kayak kelas gratisnya yang tiap hari kami khususnya saya harus senam jantung dan salto depan laptop. Ya gimana nggak coba, kelas gratisnya Growthing ini nano-nano dan kayak roller coaster. Makanya mendingan ikutan yang premium class, biar aman dan tenang. Buruan ikutan daftar ya, biar kamu dan blogmu juga mengalami kemajuan nggak jalan di tempat.

Kelas Coaching SEO for Blogger dari Kelas Growthing
Klik Gambar untuk Daftar

Saya juga kalau ada rejeki, juga ingin ikutan kelas ini biar makin berkembang ilmu dan blog ya. Karena setelah masuk kelas Growthing saya jadi berpikir, ternyata ngeblog itu asik ya! Saya jadi mau seriusin ngeblog juga deh. Karena nunggu diseriusin sama dia nggak tahu kapan huhu. *Maap tjurhad*

Belajar SEO Paling Berkesan

Hai, fellas! Belajar SEO yuk! Selama hampir dua tahun aktif menulis di blog, kalau sudah dengar kata SEO pasti bawaannya mumet karena pasti njlimet. Tapi kali ini menjadi pengalaman pertama bagi saya belajar SEO. Nggak tanggung-tanggung saya langsung belajar di kelas Growthing Blogger yang digawangi oleh mas Irwin, mas Pewe, dengan timnya ada mas Bahrul Ilmi, dan mbak Monica Anggen. Ini menjadi anugerah di tengah kegagalan yang saya alami di akhir Agustus kemarin.

Belajar SEO di Kelas Growth Blogger


Setelah masuk kelasnya dan alhamdulillah masih bertahan sampai detik ini, saya sangat bersyukur. Gimana nggak coba, kelas ini rasanya seperti permen nano-nano dan roller coaster. Setiap hari harus senam jantung dan salto depan laptop, kalau udah baca chat dari pemilik kelas dan timnya. Kick dan tendangan madun jadi chat paling mengerikan bagi saya sepanjang ada di kelas Growthing Blogger.

Pikiran saya tentang belajar SEO itu rumit terbantahkan sejak masuk kelas Growthing Blogger. Materi-materi yang disampaikan itu padat dan mudah untuk dipahami apalagi untuk saya yang masih pemula ini. Setelah materi dari mbak Monica di hari pertama, dilanjutkan oleh mas Bahrul Ilmi atau mas Baim yakni belajar SEO.

Belajar SEO bersama mas Baim


Tak kenal maka tak sayang, hiyaa. Jadi baiknya kenalan dulu nih sama mentor atau guru yang berbagi materi seputar per-SEO-an. Yaps, mas Bahrul Ilmi akrabnya dipanggil mas Baim. First imperssion, ngepoin dan follow akun sosmednya, mas Baim ini orangnya baik. Buktinya pas saya follow, langsung difollowback hehe, nggak pilih-pilih.

Belajar SEO bersama mas Baim

Mas Baim ini merupakan SEO Enthusiast makanya nggak perlu diragukan lagi kalau dikasih materi sama mas Baim. By the way, mas Baim ini seorang blogger yang tinggal di Pontianak, yang merapel jadi content creator sekaligus web content editor. Jadi, buat fellas yang lagi nyari jasa pembuatan web bisa kontak mas Baim ajah. Soal harga bisa dibicarakan. *mas Baim bagi komisi ya udah aku promoin* hihi. Dengar-dengar kabar mas Baim ini masih single, jadi pingin daftar jadi adiknya deh biar bisa tiap hari belajar SEO. hehe. *bercanda mas*

Jadi bagaimana belajar Seo bersama mas Baim? Jawabannya menyenangkan! Lebih menyenangkan dibanding dengan pesan chatnya mas Irwin yang selalu bilang kick dan tendangan madun wqwq. *Ampun mas*
Nah, selama hampir lima belas hari, saya sedikit-banyak mampu memahami empat materi yang telah mas Baim berikan di kelas Growth Blogger.

4 Materi dari Mas Baim

1. Google Analytics

Kalau ingat Google Analytics saya sedih banget. Saya sempat kehilangan tawaran undangan mereview hotel di wilayah tempat tinggal saya gara-gara blog saya tidak menghubungkan Google Analytics ke blog saya. Jadi kalau ditanya seberapa penting Google Analytics untuk Blogger? Ya penting banget! Saya baru tahu, kalau ini penting setelah saya kehilangan kesempatan itu. Karena itulah saya mulai menghubungkannya. Ternyata Google Analytics nggak sekedar untuk mengetahui pageview saja. Tapi untuk membantu kita untuk memantau perkembangan traffic blog, untuk membantu kita mengetahui waktu yang tepat untuk posting dan mengetahui sumber tarffic blog kita dari mana saja.

2. Google Search Console

Kalau mendengar kata Google Search Console, yang dibayangan saya sebelum ikut kelas Growthing Blogger ya jelas tentang index meng-index. Dan saya baru tahu Google Search Console ini sekitar awal tahun ini. Kejadiannya lucu dan tegang. Pada saat itu, saya ikutan lomba blog. Saat H- berapa hari dari tanggal penjurian seluruh tulisan peserta lomba, saya dihubungi melalui email, yang isinya mengatakan artikel saya ini tidak terindeks Google. What? Gimana dong?

Panik ya, karena saya baru pertama kali ikutan lomba blog. Saya menghubungi teman saya, akhirnya dikasih tahu suruh indeks artikel di Google Search Console. Tapi, sudah cukup sampai disitu saya tahu Google Search Console. Belajar sendiripun saya pusing setengah hidup.

Tapi semua ketidakpahaman saya tentang GSC terjawab sudah oleh mas Baim. Sederhananya, yang saya tangkap, bahwa melalui GSC, saya bisa mengetahui seberapa banyak jumlah tayangan, klik, yang visitor lakukan terhadap artikel atau blog kita di hasil pencarian Google. Selain itu, melalui GSC, kita juga tahu seberapa banyak eror atau kesalahan dari blog kita dan perbaikannya ke depan.

3. Keyword

Sebelum ikutan kelas Growth Blogger, jujur saya selama menulis di blog belum pernah yang namanya melakukan riset keyword atau kata kunci. Jadi selama dua tahun nulis di blog, saya cuma nulis saja. Nggak mikirin yang nama keyword. Gimana mau mikirin, tahu harus riset kata kata kunci saja dari grup kelas Growth Blogger. Duh malu saya. Saya baru tahu riset kata kunci memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mendatangkan traffic pengunjung ke blog kita. 

Jadi riset kata kunci sebelum menulis itu sangat penting agar tulisan yang kita buat bisa dibaca oleh orang yang datang ke blog kita melalui mesin pencarian seperti misalnya dari Google. Selain itu juga memudahkan kita untuk menyusun artikel atau tulisan yang akan kita buat. Pantesan saja, selama saya nulis, saya merasa kesulitan saat akan menyusun dan mengembangkannya. Ternyata saya nggak pernah melakukan riset kata kunci sebelum menulis.

Dalam penyampaian materi kemarin, mas Baim juga menyampaikan manfaat yang kita dapatkan jika melakukan riset kata kunci sebelum menulis, antara lain kita bisa menemukan ide tulisan yang akan kita tulis, kita bisa mendapatkan kata kunci yang potensial, dan manfaat yang paling penting menurut saya adalah dengan melakukan riset kata kunci kita bisa membuat konten yang menjawab kebutuhan pembaca.

Untuk melakukan riset kata kunci atau keyword, kita dapat menggunakan tools yang telah disediakan secara gratis loh, antara lain Google Search, Google Keyword Planner, Ubersuggest dan Google Trends. 

Kemarin saya sempat mencoba menggunakan Ubersuggest. Ternyata mudah setelah kita benar-benar paham bagaimana cara menggunakannya. Sekarang, saya bisa membuat artikel dengan melakukan riset terlebih dahulu melalui Ubersuggest deh. Biar tulisan saya bisa menjawab kebutuhan pembaca.

4. SEO

Apa yang kamu bayangin mendengar kata SEO? Mumet dan njlimet. Jujur, itu adalah dua kata yang menggambarkan betapa saya tidak tahu apa itu SEO. Tapi, semua kebingungan saya mengenai SEO sedikit banyak mulai berhasil saya tangani karena saya sudah mendapatkan wangsit dari mas Baim.

SEO kepanjangan dari Search Engine Optimization. Yang saya pahami dari SEO, ini adalah cara mengoptimasi website atau blog kita agar mendapatkan peringkat terbaik di mesin pencarian. Gitu deh yang saya tangkap dan pahami.

Setidaknya ada beberapa hal yang saya catat terkait dengan optimasi onepage SEO antara lain; pertama, menentukan judul yang mengandung kata kunci. Kedua, mengisi meta deskripsi dengan kata kunci. Fyi, meta deskripsi ini sama dengan search description ya. Ketiga, melengkapai artikel yang kita buat dengan menyisipkan gambar yang sesuai dengan artikel kita. Jangan lupa untuk mengisi alt-nya ya. Keempat, jangan  lupa untuk mengindeks artikel yang sudah kita post ke Google Search Console. Ini penting kita lakukan karena agar artikel kita bisa ditemukan di mesin pencarian seperti Google. Kelima, share artikel kita ke semua akun sosial media kita. 



Kira-kira begitu yang saya pahami dari materi-materi yang sudah diberikan selama lima belas hari di kelas Growth Blogger. Belajar tentang SEO memang tidak akan ada habisnya. Makanya saya bersyukur banget masih bertahan di kelas Growth Blogger. Sebagai blogger pemula, saya sangat bersyukur bisa belajar SEO di kelasnya para mastah. Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman untuk belajar SEO.

Buat Fellas yang ingin belajar SEO lebih dalam lagi, bisa ikutan daftar kelas Coaching SEO For Blogger nih. Kelasnya ini dijamin keren banget dan dengan investasi segitu itu sangat worth it. Lah wong kelas gratisnya ajah spektakuler banget, gimana kelas premiumnya? Ya bakalan dobel spektakuler dan nggak bakalan kena kick dan tendangan madun. Hihi. Saya bersaksi, kalau ikutan kelas ini nggak bakalan ada ruginya. Sedikitpun!. Saya juga mau on the way nabung, mana tau bisa kekumpul buat ikutan kelas yang lain dari Growthing.id. Jadi bisa ketemu para mastah blogging lagi deh. 

Belajar SEO



Review Novel Fuja Sagita

Belakangan ini saya lebih suka membaca buku di aplikasi yang ada di handphone. Karena saya memang lagi disibukkan dengan kegiatan di luar. Jadi saya merasa beruntung dengan adanya pihak-pihak yang menyediakan bacaan di aplikasi yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun, salah satunya aplikasi Cabaca. Dan di kesempatan kali ini saya akan membagikan review novel Fuja Sagita yang judulnya The Place You're not Belong. Di antara kamu sudah ada yang baca belum novel terbarunya Fuja Sagita di aplikasi Cabaca? Kalau belum, simak review saya ya!

Saya bakalan membagikan informasi tentang buku The Place You're not Belong dan membagikan keseruan saya membaca novel ini. Keep Scrolling!

The Place You're not Belong

The place you're not Belong


Identitas Buku:

Judul: The Place You're not Belong

Penulis: Fuja Sagita

Genre: Romance Teenlit

Blurb:

Setiap malam Minggu keluarga Olin selalu mengadakan 'ritual aneh', seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam dan berbincang. Olin tidak akan menyebut ritual aneh, jika berjalan hangat dan penuh kegembiraan. Tapi tidak demikian yang Olin rasakan, Olin harus mendengarkan bagaimana Adel- sepupunya- terus memojokkan gadis itu di depan anggota keluarga lain, terutama di depan Kalani, nenek mereka.

Keadaan semakin rumit setelah kehadiran Chiko di rumah mereka. Chiko merupakan cucu dari sahabat baik Kalani. Adel mulai menyukai Chiko, sedangkan cowok itu masih menyimpan rasa untuk Olin. Ya, Olin dan Chiko pernah menjalin hubungan saat SMP dulu. Namun, sosok Chiko yang cerdas dan kritis secara tak sengaja menyibak tabir rahasia yang lama keluarga itu simpan. Apa yang harus ia lakukan, jika akhirnya kebenaran itu malah menyakiti orang yang paling ia sayang?

Review novel The Place You're not Belong

Apa yang kalian bayangkan, tinggal di dalam satu rumah yang berisi tiga keluarga. Dengan suasana yang setiap harinya tidak membuat hati nyaman? Yang ada hanya rasa sedih dan sebal karena tidak pernah dianggap, atau bahkan selalu saja disalahkan. Itulah yang terjadi dengan Olin. Tokoh utama novel The Place You're not Belong. 

Di dalam rumah yang ia tinggali bersama nenek, sepupu, om dan tantenya sekaligus kedua orangtuanya. Olin terpaksa harus menjalani hari-harinya dengan perasaan tak nyaman. Pelipurnya hanya di sekolah, yang baginya adalah tempat ternyaman meski Olin juga harus berlapang dada ketika sepupunya Adel selalu berlaku tak baik padanya. Dari mulai merebut Taksa, mantan pacar Olin. Sampai masalah-masalah yang sepele yang terjadi di sekolah selalu Adel besar-besarkan ketika ritual tiap malam Minggu di laksanakan. Karena itulah, Olin selalu salah di mata Kalani.

"Yang nanya hidup, harus dijalani. Tak peduli suka atau pun duka, yang jelas selama masih hidup maka harus menjalani kehidupan. Risiko orang hidup memang seperti ini, harus menjalani duka disamping suka."

Kisah Olin ini sedikit mirip sinetron, tapi saya cukup menikmatinya dan terhibur. Apalagi penulis mampu menghadirkan sosok Adel dan Kalani yang bikin saya geram dan mengumpat. Bukan kah orang dewasa itu seharusnya bisa berlaku adil dan bijak? Tapi di sini Kalani benar-benar seorang nenek yang menyebalkan. Mungkin kalau ada di dunia nyata dan saya menemukannya, saya tinggalin deh.

Roda kehidupan terus berjalan, bukan? Seperti sebelumnya, semua berjalan seperti biasanya. Adel yang masih menyebalkan, Kalani yang pilih kasih, Garini yang entah peduli atau tidak peduli, Ardhan - papa Olin yang terus sibuk bekerja atau kedua orang tua Adel yang terus memandang sebelah mata pada Olin. Sampai datang sosok Chiko, mantan pacar Olin saat SMP yang memutuskan untuk tinggal bersama Kalani dan satu sekolah dengan Adel dan Olin.

Sampai pada satu hari, Olin mencurigai satu hal tentang fakta mengenai orang tuanya, tentang siapa dirinya, sebab mengapa neneknya, Kalani selalu bersikap seperti itu padanya. Ya benar kata pepatah, kebenaran itu akan terungkap, lambat atau cepat. Akhirnya Olin mengerti bagaimana sejarah dirinya sampai ada di rumah Kalani. Dan sebab mengapa selama ini ia selalu merasa bukan seperti ada di rumahnya sendiri.

Kisah tentang keluarga memang selalu berhasil bikin saya terharu, dan terbawa perasaan. Saya sangat menikmati cerita Olin. Banyak hal yang bisa diambil dari novel The Place You're not Belong, salah satunya adalah harus ada komunikasi dan slaing jujur di antara anggota keluarga. Lebih baik jujur di awal bukan? Daripada tidak jujur dan akhirnya malah menyakiti?

Sebenarnya saya berharap penulis bisa mengeksplor banyak hal, seperti alasan mengapa tiba-tiba Chiko memilih sekolah dan tinggal di rumah Kalani, lalu hal-hal lain tentang Olin sebelum akhirnya pada penyelesaian masalah. Jujur pas di awal saya menikmati banget baca novel ini, meski seperti yang saya sebutkan sedikit sinetron.  Tapi tema keluarga dan percintaan remaja m memang asik untuk dibaca. Oiyah saya sedikit kurang suka dengan penyelesaian konfliknya yang terlalu cepat.

Seperti informasi di bagian identitas buku, novel ini bergenre romance teenlit. Saya suka banget kisah romansa Olin dengan Chiko. Hubungannya ngalir dan nggak banyak drama. Terus interaksi mereka ini manis dan gemas banget, Olin yang sedikit galak dan cuek, dan Chiko yang sabar kadang jahil. Pokoknya terhibur sama mereka. Oiyah, Chiko ini boy friend material banget sih. Hihi.

Baca juga: Review Quit Backpacker Tampan

Beberapa Quotes yang menarik yang saya suka dari novel ini;

"kebahagiaan tidak muncul secara tiba-tiba, kebahagiaan itu tercipta karen ada yang menginginkannya. Jika hidup adalah kesengsaraan, maka kebahagiaan harus diciptakan secepat mungkin. Kebahagiaan diciptakan sendiri oleh setiap individu. Kebahagiaan tidak tercipta dari kesengsaraan orang lain."

"Kita pernah menulis cerita di atas kertas dengan sebuah pena. Namun saat ini kertas itu sudah jadi bubur kertas. Memang bisa dibuat kertas kembali, tapi cerita yang sudah ditulisnya udah hilang. Nggak ada yang harus diperbaiki, sudah saja."

Dan kalian bisa menemukan quotes lain di novel ini. Saya jadi mau baca-baca novel Fuja Sagita deh. Pingin kenalan dengan tulisan-tulisannya yang lain.

Oiyah buat kalian yang suka bacaan romance teenlit saya rekomendasikan The Place You're not Belong. Bisa sekali duduk ajah baca ini. Karena ceritanya yang mengalir dan asik untuk dibaca. Oiyah, kalau kalian mau baca, download aplikasi Cabaca dulu ya, jangan lupa pakai kode referral saya cabaca_hanatfutuh buat dapat kerang untuk baca novel-novel lainnya di aplikasi Cabaca ya!



Cara Atasi Reading Slump

Sebenarnya saya sudah cukup lama pingin banget sharing tentang cara atasi reading slump. Sejak beberapa bulan yang lalu, saya mulai menandai bahwa saya mulai bosan sekali dengan aktifitas membaca buku karena kesibukan dan banyak hal lain. Padahal beberapa ada buku kiriman yang memang harus saya ulas di instagram maupun blog. Beruntung sekali saya, karena di awal saya jujur dengan si pengirim kalau saya merasa ada di fase reading slump. Mungkin di antara kamu yang sedang membaca ini juga sedang ada di fase reading slump. 

Apa itu Reading Slump?

Kamu pernah nggak ngrasain mood baca buku? Atau bosan baca buku? Nah, itu adalah tanda-tanda kalau kita lagi terkena reading slump. Pokoknya rasanya itu males banget untuk baca buku. Apalagi kalau buku yang lagi dibaca ini kurang sesuai sama yang kita suka. Kadang baca novel yang bagus dan biasanya kita suka ajah jadi rasanya nggak suka. Nah, itu namanya reading slump. Kondisi yang di mana kita nggak mau, nggak mood untuk baca buku. Kadang saya suka ngerasa ih kok saya bisa jadi kaya gini siy? Kenapa saya jadi malas baca buku? Bahkan saya sempat hampir dua bulanan nggak baca buku. 

Reading Slum

Sebab-sebab Reading Slump

Saya jadi penasaran, sebab-sebab mengapa seseorang termasuk saya bisa terkena reading slump. Padahal saya sudah menyatakan sebagai pembaca buku yang setia tiada duanya. Hihi. Tapi tetap saja kondisi reading slump tidak bisa saya hindari. Sebab-sebab reading slump yang saya rasakan belakangan ini, atau yang kamu rasakan juga, bisa jadi karena beberapa hal. Antara lain:

Sedang banyak pikiran

yang sering saya rasakan kalau lagi banyak pikiran itu emang jadi nggak fokus baca buku. Tapi memang ya, namanya juga hidup. Dari bangun tidur sampai mau tidur lagi juga pasti ada ajah yang dipikirin. Mulai hal yang sepele sampai yang berat.

Chat di Whatsapp lagi seru

Nggak bisa dipungkiri, membaca chat-chat di WA sering lebih seru. Apalagi sekarang ini, saya lagi ikutan kelas blog yang tiap hari harus senam jantung dan bersiap untuk materi dan tugas yang lain. Belum lagi grup-grup yang lain, yang tiap hari selalu ramai dan ada ajah bahasan yang seru. 

Buku yang dibaca kurang asik

Saya pernah merasa buku yang dibaca kurang asik, atau bukan gue banget. Jadi baru baca dapat dua halaman udah merasa bosan. Pingin buru-buru udahan. Pokoknya nggak mood buat lanjutin baca deh. 

Sebab itulah aktifitas membaca buku menjadi membosankan. Tapi saya tidak mau berlarut-larut terkena reading slump. Jadi saya harus banget mengatasi reading slump secepat mungkin, karena khawatir dampaknya akan menjadikan saya jadi pribadi yang nggak suka baca buku.

Yuk intip cara mengatasi reading slump..

Jalan-jalan ke toko buku

Bagi saya, salah satu cara mengatasi reading slump adalah dengan jalan-jalan ke toko buku. Saya happy banget kalau sudah main ke toko buku. Lihat tumpukan buku yang ada di setiap sudut toko. Melihat orang-orang yang sedang memilih buku untuk dibeli. Atmosfer buat baca buku lagi nyata adanya. Bikin reading slump jadi terlupakan. Apalagi melihat tumpukan buku yang jadi incaran sejak lama.

Bongkar dan tata ulang buku di rak

Ini bisa jadi salah satu cara untuk menghentikan reading slump nih nih teman-teman. Coba deh bongkar isi rak bukumu. Lihat ada berapa jumlah buku-buku yang belum kamu baca. Lihat lagi susunannya sudah rapi, sesuai sama yang kamu inginkan? Tata ulang bagian mana yang ingin kamu ubah supaya kamu bisa happy melihat rak bukumu!

Ubah suasana membacamu supaya tidak bosan

Okey, ini juga yang sering saya lakukan. Saya biasa membaca sambil rebahan di kasur. Tapi karena untuk mengindari rasa bosan, saya kerap membaca di taman, atau di tempat-tempat yang emang jadi bikin saya tambah semangat baca deh.

Membaca ulang novel yang paling kamu suka

Saya selalu melakukan ini. Membaca ulang novel yang saya suka. Meski sudah pernah dibaca, rasanya tetap seperti saat pertama kali membaca buku tersebut. Jadi bisa mengembalikan mood baca deh. Cobain yak!

Baca juga: Review novel Fuja Sagita

Jauh-jauh dari Handphone kalau sedang baca buku

Supaya tidak terserang reading slump kembali, baiknya yang kita lakukan saat sedang membaca buku adalah jauh-jauh dari handphone. Kalau saya biasanya langsung mengubah handphone ke mode diam. Supaya bisa fokus menikmati buku yang sedang saya baca. Seringnya godaan terberat saat baca buku adalah main handphone apalagi kalau doi udah telepon telepon atau chat.

Cobain aktifitas lain yang masih berhubungan dengan buku

Aktifitas seputar perbukuan tidak hanya membaca saja loh. Kita bisa juga mensiasati reading slump dengan aktifitas lain seperti blog walking di blognya bookblogger, book journaling dan lain sebagainya. Kalau kamu butuh referensi seputar book journaling bisa mampir ke akun instagramnya Miss Fiore atau kak Wardah. Keren-keren banget.

Punya prinsip membaca itu kebutuhan

Saya pernah ditanya seperti ini, memang kamu tidak bosan membaca buku? Iya, jenuh dan bosan pasti. Tapi, mulai saat ini, saya akan menganggap membaca buku adalah bagian dari kebutuhan yang harus saya penuhi. Membaca bukan lagi tentang dipaksa, terpaksa. Tapi membaca adalah sebuah kebutuhan. 

Nah, itu dia cara mengatasi bilamana kita terserang reading slump. Kalau kamu pernah mengalaminya, yuk share di kolom komentar bagaimana cara kamu atasi reading slump ya. Let's disscuss!




Alasan Menulis di Blog


Sebelum bercerita tentang alasan menulis di blog, saya ingin sedikit cerita, awal mula saya memulai menulis. Awalnya saya menulis karena tugas dari dosen. Saat itu, dosen memberikan tugas untuk menuliskan artikel, puisi serta cerpen dan dikirim ke media massa, sebut saja koran. Saya saat itu memilih untuk menulis puisi, dengan catatan memang harus dimuat. Sudah puluhan puisi saya kirim, tapi belum tampak hilal dimuat. Saya mulai galau. Sambil galau-galau waktu itu, saya mulai aktif ikutan komunitas menulis di kampus, saya bergabung jadi jurnalis di buletin kampus, dan jadi penulis makalah bayaran. Berbagai kegiatan kepenulisan seperti seminar gratis, workshop berbayar, kelas menulis yang diadakan oleh penerbit, saya ikuti. Niat banget, kan?

Dan benar kata pepatah, proses nggak akan menghianati hasil. Beberapa puisi yang saya kirim ke redaksi, dimuat. Menyusul puisi-puisi lain juga dimuat, dan sempat juara juga dalam lomba cipta cerpen. Meski bukan skala nasional, tapi saya senang. Dari sinilah, semangat menulis mulai membara kek api ajah. Hehe. Semester  berikutnya, pak Dosen kasih tugas untuk membuat artikel berupa pendapat dan wajib dipublikasikan di blog masing-masing. Ya inilah awal mula saya mulai menulis di blog. Saya sedikit banyak berterima kasih pada pak Dosen, Bapak Abdul Basith. Mungkin kalau nggak ada tugas dari pak Basith saya belum punya blog. hehe. Itulah secuil alasan menulis sebelum saya mengenal blog. Selebihnya, saya mau cerita nih tentang alasan menulis di blog.
Alasan menulis hanatfutuh.com



Lalu, Apa Alasan Menulis di Blog?

Ini pertanyaan mendasar sekali, tiap kali ikutan kelas kepenulisan juga ditanyain. Tapi kadang kalau ditanya begini suka bingung mau jawab apa. Tapi, sekarang saya punya kok jawabannya. Soalnya kalau nggak dijawab, bahaya nanti mas Irwin bisa bisa mengeluarkan saya dari... ah yaudah saya mau cerita nih alasan menulis saya di blog.

Merawat Ingatan
Alasan menulis saya salah satunya adalah untuk merawat ingatan agar tidak tergerus oleh waktu. Dengan saya menuliskannya, saya bisa mengingatnya dan membacanya kapan saja. Seperti saat saya pertama kali melakukan perjalanan seorang diri ke Medan, saya menuliskannya dalam buku catatan, yang sampai sekarang masih bisa saya baca. Saya bisa mengingat kembali, pertama kali saya naik pesawat, pertama kali saya berjumpa dengan teman baru di sana, dan pertama kali saya jalan jauh menggapai air terjun Sipisopiso. Semua rekaman perjalanan tersebut sudah abadi dalam tulisan yang bisa saya ingat dan baca kapan saja. Dengan menuliskannya di blog, saya tidak khawatir kalau tulisan saya hilang, beda dengan saya menulis di buku catatan, yang kalau nggak disimpan dengan baik bisa hilang atau bisa dimakan tikus (?)

Berbagi cerita dan pengalaman
Alasan menulis saya selanjutnya adalah menulis untuk berbagi. Terdengar klasik memang, tapi mau gimana pun tujuan menulis salah satunya memang untuk berbagi. Berbagi hal-hal yang pernah saya alami, dan berbagi tentang hal-hal yang saya sukai, seperti perjalanan ke satu tempat ke tempat lainnya, atau tentang rekomendasi buku bacaan yang menarik, hingga berbagi tips dan resep masakan yang kerap saya coba sendiri di rumah. Intinya, berbagi tidak melulu tentang materi. Jadi semacam sedekah bacaan ke teman-teman yang membaca. Eh begitu ya.

Bonus ngeblog

Sering banget ditanyain sama teman, “emang kalau nulis di blog dapat apa?” atau “dapat duit ya dari ngeblog?” Sejujurnya hidup nggak melulu tentang uang kan? Meski segalanya emang butuh uang si wkwk. Jadi apa saja nih bonus ngeblog yang saya dapatkan sampai hari ini? Keep scrolling ya! Biar kamu tidak lagi penasaran. Hehe

Dapat Teman Baru
Rezki itu nggak cuma cuan kan? Mendapatkan teman satu frekuensi dari ngeblog adalah rezeki tak terhingga. Bayangin, saya bisa punya teman dari berbagai wilayah hanya dari ngeblog loh. Dan selama ini, kebanyakan mereka sangat baik dan senang tolong menolong jika ada teman yang tidak bisa. Positive vibes banget kan? 


Dapat tawaran kerjasama dari penerbit atau penulis
Bonus ngeblog kedua adalah dapat tawaran kerjasama baik dari penerbit maupun dari penulis untuk mereview buku mereka di blog. Suatu kebahagiaan tersendiri ketika mereka mempercayakan saya untuk mengulas buku mereka di blog pribadi saya. Sampai akhirnya menulis menjadikan saya sebagai seorang book blogger sekaligus bookstagrammer. 

Bookstagrammer


Dapat Cuan
Nggak bisa bohong, cuan termasuk bonus ngeblog yang menggiurkan. Wqwq. Tapi ya gitu, karena saya masih newbie blogger, tawaran kerjasama yang menghasilkan cuan belum seefektif itu. Hehe. Tapi lumayan bisa buat beli baju dan kuota hehe.

Mengatasi Kendala-kendala Menulis Blog Oleh Monica Anggen

Siapa yang tidak mengenal Monica Anggen. Kayaknya kalau di antara kamu ada yang tidak kenal dengan mbak Monic, fix kamu mainnya kurang jauh! Eh saya dikit cerita ya, first imperssion saya terhadap mbak Monic adalah orangnya tegas dan disiplin. Tapi kebanyakan pada bilang galak, tapi menurutku siy biasa ajah. . Maap ini bukan perez ya mbaaak! Serius dari lubuk hati paling dalam. Satu hal yang saya ingat dari perkenalan pertama dengan mbak Monic adalah baca! Jangan menanyakan sesuatu yang sudah ada jawabannya.


Saya merangkum beberapa kendala yang kerap saya alami dalam menulis, dan cara mengatasi kendala menulis ala Monica Anggen.
Kehilangan Ide
Jujur kendala yang satu ini adalah kendala yang sering banget saya alami ketika menulis. Kehilangan ide atau nggak punya ide memang jadi masalah yang klasik banget. Tapi ini jadi masalah yang serius. Gimana mau menulis, kalau idenya ajah nggak punya, yakan? Menyimak materi semalam dari mbak Monic, ternyata untuk kendala ide bisa dibaca secara lengkap di blog mbak Monic dalam 30 Hari Menulis Buku Nonfiksi.

Stuck atau Writer's Block
Saya yakin, stuck atau berhenti di tengah jalan saat menulis, atau writer's block dialami oleh orang yang suka menulis. Nggak cuma penulis pemula, penulis yang karyanya sudah banyak pun mengalami masalah ini. Apalagi sekelas blogger newbie seperti saya? Seringggg. Semalam saya mendapatkan pencerahan dari mbak Monic, jika kita mengalami kendala seperti itu, berhenti sejenak dan melakukan aktifitas lain, seperti pergi main, jalan-jalan atau yang lainnya yang kita suka. Intinya refreshing dulu deh. 

Jenuh
Sungguh, kendala yang sering dialami oleh saya dan mungkin segenap manusia di muka bumi ini. Ketika saya menanyakan ini terhadap mbak Monic, jawabannya sangat epic sekali. Kalau jenuh melanda, secepatnya harus diatasi, kata mbak Monic. Beruntung sekali, mbak Monic punya partner hidup yang mengerti dan memahami ketika sedang jenuh langsung kasih solusi. *otw cari partner hidup yang memahami dan mengerti serta peka dengan keadaan*

Oiyah, satu kalimat yang membekas banget selama kelas semalam bersama mbak Monica Anggen: "Bukan orang lain yang harus dikalahkan, tapi kalahkan diri sendiri, dirimu minggu lalu, dirimu kemarin, dan dirimu hari ini"

Sekian, tulisan saya hari ini tentang alasan menulis versi hanatfutuh.com. Tulisan ini untuk menjawab pertanyaan dari mas Irwin, apa alasan menulis di blog versi saya! Semoga tidak ada kabar buruk di hari Kamis. hehe.