A personal Blog About Blogging, Hobbies, and Lifestyle

Review Novel Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam

Ada yang suka makan rendang? Kalau saya suka banget. Waktu saya masih kuliah, rendang di rumah makan Padang depan kampus jadi langganan saya karena harganya yang bersahabat sama kantong mahasiswa. 

Kali ini, saya juga bakalan ngomongin novel yang judulnya ada rendang-rendangnya nih. Sudah tahu dong ya, kalau lihat dari visual foto tulisan ini? Tapi apakah kamu sudah pernah membacanya? 



Jika belum, sekarang saya mau ajak kamu untuk ngomongin novel ini. Simak blurb-nya dulu yuk;

Perjalanan hidup Adit sangat terjal. Kehilangan orang tua, adiknya menderita penurunan fungsi otak, cintanya ditentang dan kuliah terancam karena persoalan biaya.

Cinta dan karir terkadang tak bisa seiring sejalan. Keluarga, kekasih dan masa depan dipertaruhkan demi impian dan cita-cita. Adakah yang bisa menyatukan ketiganya dalam bingkai bahagia?

Temukan lika-likunya pada perjalanan hidup seorang Adit di Amerika yang meracik Rendah sebagai pemersatu ketiganya.

"Sudah jatuh tertimpa tangga pula". Menurut saya itu merupakan pepatah yang paling tepat untuk menggambarkan kehidupan Adit di bagian awal novel ini. Cobaan datang seperti hujan deras-keroyokan. Rasanya, saya jadi kasihan dan prihatin sekali dengan Adit. Seperti tidak tega, dan ingin mengatakan kepadanya "sabar, Dit, sabar". Tapi ternyata Adit ini bukan termasuk cowok lemah, justru dia itu termasuk laki-lakj yang kuat dan sabar. Dia juga tipe pekerja keras apalagi untuk urusan mimpi dan cita-citanya. Meski begitu, terkadang ada saja cobaan hidup yang datang dan membuatnya ingin menyerah dengan keadaan.

Keberuntungan masih berpihak padanya. Sebab, Adit tidak sendirian di dunia ini setelah orang tuanya meninggal. Dia memiliki seorang adik bernama Hanif. Hanif adalah adik yang cerdas dan baik hati, perhatian dan sayang banget sama kakaknya. Sayangnya, kondisi Hanif memprihatikan, dia mengalami penurunan fungsi otak. Di bagian ini, saya lemah dan nelangsa mendengar kisah Hanif.

Adit juga punya sahabat. Namanya Taufan. Taufan itu menurutku definisi sahabat sejati. Dia sahabat yang selalu ada saat susah dan senang. Taufan itu bisa dikatakan sebagai truly friend. Dia selalu mendukung dan menyemangati Adit apapun keadaannya.

O iya, selain tokoh Adit, Hanif dan Taufan, di novel ini masih banyak tokoh lainnya. Kehadiran mereka membuat novel ini semakin hidup. Apalagi tokoh Mak Uwo, keluarga Adit yang jahatnya bikin makan hati sekali. 

Percayalah, gantungkan mimpi di tempat tertinggi yang bisa otakmu bayangkan. Karena saat itu seluruh sel kehidupan di dalam tubuh akan mengeksploitasi kemampuan terbaiknya untuk membantumu meraih mimpi meskipun manusia lain menganggapnya mustahil. (405)

Novel yang menyabet juara pertama dalam lomba Young Adult Locality Novel 2015 yang diselenggarakan oleh Universal Nikko ini memang ciamik. 

Bercerita tentang perjuangan jungkir balik jatuh bangunnya Adit, pemuda Minang yang sedang menempuh kuliah di semester akhir dan meraih kesuksesan di Negeri Paman Sam.

Dalam novel ini terdapat beberapa tempat seperti di Sumatera Barat, Jakarta dan tentunya Amerika. Bagian awal novel ini kental dengan nuansa Minang,  dari budaya, seperti Randai. Lalu makanan khasnya yakni rendang, yang akan mengantar kesuksesan Adit di negeri Paman Sam dan kebiasaan hidup orang-orang Minang.

Ada bagian yang bikin saya penasaran sampai sekarang. Hanif yang masih membuatku tanda tanya sepertinya masih ada rahasia besar tentang dia. 

Dan ada bagian yang menurut saya paling mainstream adalah bagian kisah cinta Adit dan Siti. Drama banget. Seharusnya masih bisa dikemas lagi dengan sedikit cerita epik supaya gregetan dan bikin pembaca tidak bisa menebaknya. 

Di bagian Adit dan Uma, saya ikut sedih. Lalu saya teringat dengan penggalan puisi yang menggambarkan kisah mereka. "Tasbih di kananku, salib di kirimu, kita bergandengan bersama perpisahan, sedangkan cinta adalah bunga-bunga yang tak sengaja tumbuh di dua kitab yang berbeda"  (Dalam puisi Karya Hanat Futuh-Penerbit Oksana).

Saya suka cara penulis bercerita, karena tidak cepat membuat pembaca bosan. Meskipun untuk alurnya sendiri bisa dibilang cukup lambat. Konfliknya sangat padat. Dan beberapa dialog menggunakan bahasa Minang dan ada terjemahannya. Karakter para tokohnya kuat. Menggunakan sudut pandang Adit, aku jadi tahu segala perasaan dan penderitaan yang dirasakan olehnya. Pesan yang disampaikan penulis pun sangat sampai. Dan ending-nya susah ditebak. Bahkan di bagian mulai menuju ending saya salah tebak. 

Overall novel ini recommended banget buat dibaca. Apalagi buat kamu yang menyukai novel bertema young adult locality. Seru, haru, gemas, drama, bahagia, sedih, paket komplit. Novel ini bisa jadi salah satu cerita yang bisa menginspirasi pembaca. Karena banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa kita ambil positifnya dari kisah hidup Adit. 

Sampai jumpa di review buku selanjutnya ya. Jangan lupa kasih kritik dan saran, ataupun rekomendasi novel yang harus saya ulas. Terima kasih! 

16 komentar

  1. Saya belum pernah melihat informasi soal novel ini dan langsung cek goodreads, oalah ini tuh novel terbitan tahun 2018 dan tebalnya 440 halaman. Lumayan tebel banget ya. Dari ulasan di atas, saya cukup terkesan sih dengan sosok Adit yang strugle sama hidupnya. Mewujudkan mimpi dan memikul tanggung jawab kepada adiknya, bukan perkara mudah. Tapi perjuangan Adit sepertinya berujung manis, tampaknya.

    Romannya juga kelihatan dinamis. Dari puisi yang dikutip di atas, kayaknya ada cerita cinta beda agama ini. Hehehe. Saya selalu suka dengan novel yang membahas kebudayaan lokal. Sebab jarang sekali saya mendapatkan informasi mendalam tentang budaya lokal Indonesia. Kalo baca novel yang memuat budaya lokal, kayak kita tuh lagi diajak jalan-jalan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wow 440 halaman. pastinya karena detail ya dalam penjabaran kisahnya. Kisah perjuangan Adit mewujudkan cita-cita dengan aneka halangan dan cobaan yang dihadapinya

      Hapus
  2. Wah, keren juga nih. Kalau sampai menyambet penghargaan Lokal. Berarti unsur budayanya kuat ya. Penasaran pengen cicip narasi budayanya. Suka akutu novel yang narasi tentang budaya lokalnya kuat. Kaya pak Tohari sama pak Navis setiap menggambarkan budaya sampai watak dominasi masyarakat di suatu daerah.

    BalasHapus
  3. Wah bagus sekali ini novel, apresiasi untuk penulisnya sangat pintar karena bisa memasukan seni, kebudayaan dan bahkan kuliner rendang di dalam novel yang dibuatnya. Ini bisa jadi cara memperkenalkan daerah Minang di kancah dunia. Keren sekali.

    BalasHapus
  4. Buku bagus untuk dibaca di waktu senggang. Informasinya pas buat literasi.

    BalasHapus
  5. Waah mantap ya penulis dalam mengaduk-aduk hati pembacanya, sepertinya aku juga ikut nelangsa membayangkan kisah hanif dalam buku ini, sekaligus kepo pingin baca.

    Sama satu lagi kisah yang membuat penasaran, tentang kisah asmara mereka. Kejam ya penulisnya, ngasih konfiknya nyiksa tokoh dan pembaca.

    BalasHapus
  6. Saya sempat mendengar judul buku ini, tapi enggak begitu mengikuti hingga akhirnya belum baca sampai sekarang. Meskipun konflik terasa padat dan alur lambat, mungkin novel ini bisa dinikmati saat waktu luang di malam hari, terutama saat dedek Nbi bobok. Aku ingin coba mencari, hehe.

    BalasHapus
  7. Sedih banget hidupnya ADIT. kalau aku udah gak tahu lagi gimana menghadapi hidup. Kalau baca novel begini jadi lebih banyak bersyukur dan belajar ya mbak.

    BalasHapus
  8. Wohoo ada rekomendasi lagi nih untuk bacaan,saya memang gemar baca novel meskipun tidak terlalu rutin karena lebih sering baca buku-buku bisnis dan personal dev. Biasanya baca novel gini hanya di akhir pekan dan cocok sepertinya untuk dicoba baca deh.

    BalasHapus
  9. Judul bukunya unik. Covernya Indonesia-Amrik banget. Ini penulisnya orang Padang kah?

    Ada sisi lain, yaitu adik Adit yang menderita penurunan fungsi otak. Saya salut dengan perjuangannya sebagai dirinya, sebagai kekasih, sebagai anak, dan sebagai kakak. Pasti menarik.

    BalasHapus
  10. Kisahnya bisa relate banget sama kehidupan kita walau nggak sama persis ya. Aku suka kutipan, gantung cita-cita setinggi langit, maka semesta akan mendoakan. Kayak kata pepatah, dream as high as sky, if you fall you fall among stars.

    BalasHapus
  11. Seru banget ceritanya. Luar biasa perjuangan Adit. Kalau dia sukses itu wajar karena dia memang perjuangannya sedemikian hebat. Novel yang ciamik. Juara 1.

    BalasHapus
  12. Novel berlatar kuliner sekarang hype banget ya, baca novel auto lapar wkwk mana rendang pula, aku kan jadi kangen rendang buatan nenekku, gimana dong heuheu

    BalasHapus
  13. Si Adit menggambarkan bahwa kesuksesan butuh perjuangan keras. Pengen baca cerita selengkapnya nih pasti seru

    BalasHapus
  14. mesti baca nih buat waktu senggang biar bacaannya gak melulu serius. btw ini kira2 bukunya udah ada di ipusnas belum mba?

    BalasHapus
  15. Mbak Hanat suka menulis puisi yah. Novelnya kayaknya seru nih, malah bikin penasaran ama endingnya. Kira-kira tentang kisah cinta beda agama kah?

    BalasHapus