A Personal Blog About Blogging, Hobbies, and Lifestyle

All is Fair in Love and Game - Adhita Purwitasari

All is fair in love and Game Adhita Purwitasari
All is Fair in Love and Game


"Setia itu soal komitmen, bukan soal karakter."
Siapa yang setuju dengan quote di atas? Quotes di atas bisa kamu temukan dalam novel yang akan saya review ini. Kalau saya si setuju banget. Karena saya pribadi  juga bukan tipe orang yang menilai seseorang setia atau nggaknya dari karakter. Hiyaaa.

Ada yang sudah baca novel 'All is Fair in Love and Game' karya Adhita belum? Kali ini saya akan membagikan reviewnya. Keep scrolling yaa!

Identitas Buku:

Judul: All is Fair in Love and Game
Penulis: Adhita Purwitasari
Penerbit: Elex Media
Tebal: 225 halaman
Tahun Terbit: 2019

Blurb:

Anita selalu menghindari Rimba, bosnya di Chronus Studio. Ia curiga dirinya diterima bekerja di sana karena ibunya dan ibu Rimba adalah teman masa kecil ... dan keduanya berniat menjodohkan mereka. Anita berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya memang kompeten di bidangnya, dan layak untuk diterima di Chronus. Rimba yang tertarik dengan Anita merasa kesulitan untuk mendekati karena perempuan itu selalu bersikap dingin. Ketegangan di antara keduanya mencair seiring berjalannya waktu karena proyek gim baru yang dikerjakan Anita. Semuanya mulai berantakan ketika sepucuk surat dari KPK datang ke meja Rimba atas sebuah kasus korupsi yang melibatkan Chronus di dalamnya.⁣
Ibu Anita mulai memikirkan ulang perjodohan keduanya. Akankah Anita menuruti ibunya, atau mulai mendengarkan kata hatinya?⁣

Review Buku:

Sudah baca blurbnya kan? Bagaimana menarik bukan? All is Fair in Love and Game ini menceritakan tentang Rimba dan Anita. Rimba ini merupakan bos di Chronus studio, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan gim. Sedangkan Anita adalah pembuat gim. Dua tokoh utama yang menarik bagi saya karena saya sebelumnya belum pernah baca novel dengan tokoh utama pembuat gim.

Ide perjodohan dalam sebuah novel memang bukan hal baru. Tapi, setiap novel dengan ide perjodohan selalu menarik untuk dibaca setidaknya itu buat saya sendiri. Apalagi saat pertama kali membaca blurb novel ini.

Saya menyukai karakter dari kedua tokoh utama dalam novel ini. Rimba yang pokoknya asikable, boyfriend material, bertanggung jawab, tipe-tipe setia dan di setiap persoalan dalam hidupnya, selalu dihadapi dengan bijak. Nggak gegabah dalam mengambil sikap. Sedangkan Anita, dia merupakan tipe-tipe perempuan yang tangguh, mandiri tapi di satu waktu dia bisa menjadi dewasa dan childish. Anita ini brilian sekali. Dan saat baca novel ini aku jadi penasaran dan searching nama-nama gim desainer perempuan dari Indonesia. Dan itu ada tapi tidak banyak.


Pertemuan keduanya ini sudah direncanakan oleh Rimba. Rimba sudah merencanakan pertemuannya dengan Anita dengan dua tujuan yang berbeda. Perjodohan dan wawancara kerja. Hemat waktu sekali bukan? 

Salah satu poin yang saya suka dari novel ini adalah bagaimana penulis memberikan gambaran dari pekerjaan tokohnya. Memberikan pengetahuan tentang pekerjaan gim desainer, mulai dari merancang, mempresentasikan di depan investor. Jadi, tidak hanya sekadar tempelan semata. Dan profesi ini belum pernah saya temukan di novel-novel yang sudah saya baca sebelumnya. 

Selain profesi tokohnya yang menarik. Novel ini memiliki konflik yang padat. Tentang hubungan Rimba dan Anita yang bikin aku heboh teriak-teriak kesel sama Anita. Woi, ngaku ngapa sie kalau kamu suka dan jatuh hati sama Rimba. Lalu tentang korupsi yang menyeret nama Rimba. Apakah Rimba benar-benar terlibat? Lalu tentang kehadiran pihak ketiga yang sebenarnya kurang greget karena tidak ada baku hantam atau tidak ada konflik serius dengan pihak ketiga. Jadi semacam cuma numpang lewat saja.

"Aku nggak takut menikah, Ma. Aku lebih takut menikahi orang yang salah. Terjebak dengan pernikahan bersama orang yang nggak benar-benar aku cintai atau...aku inginkan- 142.

Kalau untuk kamu sedang cemas menunggu jodoh, atau sedang kamu berada di lingkungan yang mendesakmu untuk terus menikah karena usiamu yang sudah atau hampir menuju tigapuluh, dan kamu belum tahu jawaban apa yang akan kamu berikan ketika kamu ditanya perihal pernikahan, saya rekomendasikan untuk baca novel ini. Kamu akan mendapati pandangan baru tentang sebuah pernikahan dari tokoh Anita.






Tidak ada komentar

Posting Komentar