A Personal Blog About Blogging, Hobbies, and Lifestyle

Merekam Jalan Kenangan dengan Smartphone Idaman Huawei Nova 3i

Jl Ahmad Yani, Purwokerto (dok.pribadi)
Jalan kenangan itu benar-benar ada. Tidak hanya sebuah judul lagu. Setidaknya itu bagi saya. Setahun yang lalu, saya membuat setiap sudut jalan dan ruangan ramai itu menjadi tempat paling kenangan untuk saya ingat hari ini. Saya kembali memputar kenangan setahun lalu, yang membuat saya tersenyum dan menangis haru, hari ini.

Perkenalkan, saya Hanat. Sebagian orang mengenal saya  sebagai mahasiswa setengah quiz. Ada pula yang mengenal saya sebagai tukang liput. Tentu saya mengiyakan keduanya, karena empat tahun saya menjadi quiz hunter, jadi tidak masalah mereka mengenal saya karena saya sering menang quiz. Dan saya juga mengiyakan saya adalah tukang liput karena kurang lebih tiga tahun menjadi jurnalis kampus. 

Terkadang saya melamun, membayangkan bagaimana rasanya menjadi jurnalis sungguhan. Terjun di masayarakat.  Awal tahun 2017, saya ikutan menjadi jurnalis warga karena ketidaksengajaan. Itu semua berawal dari salah satu segmen di sebuah radio milik negara di kota Purwokerto. Segmen crossroad report itu segmen yang diperuntukkan untuk kontributor (pendengar setia) radio tersebut untuk berkontribusi memberikan informasi seputar lalulintas yang ada di Purwokerto dan sekitarnya. Segmen ini hanya ada pada pagi hari pukul 06.45.






Padahal pada saat itu saya duduk di bangku kuliah semester tujuh menuju delapan. Di mana seharusnya saya habiskan untuk fokus menyelesaikan tugas akhir, malah saya bagi waktu saya di jalan meliput aktifitas pagi di setiap sudut jalan Purwokerto. Saya bahagia. Melihat lalu lalang kendaraan yang memadati badan jalan. Berlomba-lomba untuk sampai lebih dahulu. Tak sedikit dari mereka yang melanggar aturan berkendara. Dari yang berbonceng tiga tanpa memakai helm, sampai mereka yang menerobos lampu merah dan dicegat polisi. Sampai sepuluh bulan lamanya saya berkomitmen untuk terus menjadi jurnalis warga di segmen crossroad report, saya mendapatkan banyak pelajaran, pengalaman, kenangan, yang mahal harganya. Bahkan uang saja tak mampu membeli semua itu. Saya bahagia, melahirkan kenangan itu tahun lalu. Di mana kenangan-kenangan tahun lalu terekam dan terputar baik sekarang ini.











 
Saat Sharing tentang jurnalis warga di Komunitas Jurnalistik Fak. Dakwah IAIN Purwokerto

Dari Jalan, Saya Bisa Foto Bersama Para Jurnalis Kampus

Foto Bersama Ketua Komunitas Jurnalistik Fak. Dakwah IAIN Purwokerto

Menjadi Jembatan Informasi

Maret 2017, saya merekam kenangan hanya dengan smartphone seadanya. Bagaimana tidak, saya yang berstatus mahasiswa saat itu tidak cukup dana untuk membeli smartphone dengan spesifikasi yang saya idamkan. Saya menjadi jurnalis warga dengan alat seadanya, bahkan smartphone yang saya pakai saya dapatkan dari quiz. Saya berkarya dengan memaksimalkan alat yang saya punya. Meskipun, sangat menyedihkan karena hasil foto smartphone yang saya punya itu tidak sesuai yang saya harapkan. Sering kali saya harus mengambil gambar berkali-kali sambil memastikan apakah gambar yang saya ambil bagus dan patut untuk dipublikasikan di akun media sosial maupun di blog. Saya selalu saja memperhatikan itu semua.

Sampai suatu waktu, saya mencoba mengunggah sebuah kondisi jalan nasional yang ada di Jawa Tengah. Jalan yang setiap hari selalu ramai oleh lalu lalang kendaraan dari kendaraan roda dua sampai truk gandengan yang kelebihan muatan, dari berbagai daerah maupun kota. Apalagi jika sedang mudik lebaran, macet sering terjadi. Waktu itu, selepas saya pulang dari kampus saya putuskan untuk pulang ke rumah. Tentu saja saya memilih melewati jalan nasional yang ramai. Karena hari sudah sore. Tidak berani saya melewati jalan alternatif desa. 





Sebagian jalan nasional yang saya lalui rusak parah. Bahkan batu-batu sudah tampak. Ngeri sekali. Ini jalan nasional, pikir saya waktu itu. Jalan yang dipakai oleh sebagian besar pengendara, baik pengendara dari setempat, daerah maupun luar kota. Jalan nasional ini adalah jalan di jalur selatan Jawa Tengah. Ramai? Ya ramai sekali. Truk gandeng tidak luput dari jalan tersebut. Kecelakaan juga kerap terjadi. Tapi saya tidak sepenuhnya sepakat jalan berlubang menyebabkan kecelakaan. Kecelakaan bisa terjadi karena jalan rusak dan kurangnya sikap hati-hati dari pengendara. 

Dari hati, dari keprihatinan melihat kondisi tersebut, saya beranikan diri untuk menjadi jembatan informasi. Dengan smartphone seadanya saya mengambil gambar kondisi jalan yang sudah rusak parah. Bahkan saat itu, saya mendapati seorang ibu yang sedang hamil tua memilih turun dari sepeda motor dan memilih jalan kaki karena memang sudah membahayakan.   

Saya mengambil gambar kondisi jalan rusak itu bekali-kali, memastikan gambar yang saya ambil sesuai dengan keadaan yang ada dan memberikan informasi yang tepat dengan bahas yang sopan tanpa menyudutkan pihak mana pun. Tentunya saya menandai gubernur Jawa Tengah pada waktu itu. Voilaaa! Pak Gubernur merespon informasi yang saya unggah. Beberapa hari setelah saya mengunggah, saya mendapat kabar dari Bapak dana beberapa pesan WA dari teman jika jalan yang dimaksud tengah diperbaiki. Perbaikan tersebut telah sampai tahap penyelesaian. Sampai pada tanggal 1 Mei, jalan nasional tersebut sudah dapat diakses oleh masyarakat setempat maupun dari berbagai kota dan daerah.  

 






Menyusuri Jalan Kenangan dengan Smartphone Idaman

Aktifitas menjadi seorang jurnalis warga, membuat saya harus peka terhadap keadaan yang ada di sekitar setiap saat. Saya membutuhkan smartphone yang mendukung segala aktifitas saya sebagai jurnalis warga. Jika saya diberikan kesempatan untuk terus menjadi jembatan informasi antara masyarakat dengan pemerintah, dengan menyusuri jalan-jalan yang rusak, jalan yang butuh perhatian khusus, saya akan membawa smartphone idaman saya agar saya bisa maksimal dalam meliput. Lalu, smartphone apa yang menjadi idaman saya di tahun 2018 ini? Tentu saja saya akan menjawab dengan lantang “HUAWEI nova 3i


Sumber: www.nurulnoe.com


Mengapa harus HUAWEI NOVA 3i?

Saya ulang lagi pertanyaannya. Mengapa harus Huawei nova 3i? Karena Huawei nova 3i memiliki banyak keunggulan yang membuat saya yakin menjadikan smartphone ini sebagai smartphone idaman saya di tahun 2018. Huawei nova 3i memiliki banyak “kejutan” yang membuat saya tertarik dan ingin meminangnya untuk menjadi teman merekam jalan kenangan. Lalu apa saja keunggulan Huawei nova 3i ini yang membuat saya kesemsem untuk meminangnya?


DESAIN
Memilih Smartphone itu seperti jatuh cinta. Dari mata turun ke hati. Asik. Makanya pas pertama lihat Huawei nova 3i, saya langsung jatuh cinta. Love at the first sight. Desain premium Huawei Nova 3i membuat mata dan hatinya langsung terpikat. Apalagi Huawei nova 3i teerdiri dari tiga model warna: Black, Iris Purple dan Camaro. Body kaca depan belakang yang dikunci dengan bingkai metal dan gradasi warna di kaca belakangnya yang bisa berubah-ubah membuat Huawei Nova 3i makin terlihat kekinian dan berkelas.  Oiyah Huawei nova 3i juga dibekali dengan layar 6,3 inch FHD+ (2340 x 1080) yang memberikan kesan yang luas namun tetap pas dan nyaman di genggaman. Nyaman di saku juga!



Sumber: www.nurulnoe.com


Sumber: www.nurulnoe.com


KAMERA
Keunggulan kamera yang terdapat pada Huawai nova 3i yakni Quad AI Camera yang juga menjadi pertimbangan mengapa saya menjadikan smartphone ini sebagai smartphone idaman. Huawei nova 3i sudah dibekali dengan teknologi AI (Artificial Intellegent). Huawei nova 3i menggunakan empat buah kamera yang terdiri dari dual kamera depan dan dual kamera belakang. Kamera depan pada smartphone ini adalah 24 MP f/2.0+2 MP Depth Sensor. Sementara pada kamera utamanya (belakang) terdiri dari 16 MP f/2.2 + 2 MP Depth Sensor. Huawei nova 3i memastikan bahwa foto yang dihasilkan sangat mengesankan dengan tingkat kejernihan yang tinggi serta efek bokeh yang rapi. Huawei nova 3i juga dilengkapi fitur mode 16 kali Super Slow Motion, sehingga saya bisa menangkap setiap gerakan dengan sesempurna dan sangat berkesan. Saya makin yakin kalau Huawei nova 3i adalah teman penyempurna perjalanan saya menjadi jurnalis warga.  



MEMORI INTERNAL  
Memori internal juga merupakan aspek yang sangat penting untuk menunjang aktifitas saya sebagai jurnalis warga. Apalagi aktifitas jurnalis warga itu tidak hanya motret saja. Tapi juga membuat video. Di samping itu saya juga butuh aplikasi-aplikasi video editing untuk mengedit hasil rekaman yang akan saya kirimkan ke beberapa stasiun televisi yang menyediakan segmen untuk jurnalis warga.

Maka dari itu saya memerlukan Huawei nova 3i yang memiliki memori internal ekstra besar. Saya jadi tidak khawatir untuk mengambil gambar dan video liputan yang banyak serta menginstall aplikasi edit video karena Huawei nova 3i memiliki kapasitas internal sampai 128 GB. Wagelaseh keren banget ya! Untuk harga Huawei nova 3i ini bisa dibilang smartphone dengan harga terbaik dan termurah di kelas smartphone berkapasitas 128 GB. Smartphone idaman saya banget ini!


PERFORMA 
Huawei nova 3i memiliki performa komputasi yang sangat bisa diandalkan untuk daily driver karena smartphone ini memiliki skor AnTuTu Benchmark mencapai 138862 (sumber Fonearea.com). Huawei nova 3i dibekali dengan GPU Turbo yang membuat smartphone ini sangat handal dan cepat untuk menjalankan berbagai macam games HD yg tersedia di playstore  mulai dari game casual hingga game moba maupun batle royal seperti PUBG dan kawan-kawannya. Sehingga kita tidak perlu khawatir terkena force close saat menjalankan game karena smartphone ini anti lelet. Biarkan siput saja yang lelet, smartphone idaman saya jangan dong!

Jika saya berkesempatan untuk memiliki Huawei nova 3i, saya akan memaksimalkan penggunaan smartphone ini untuk berkarya dan lebih produktif. Saya akan menggunakan Huawei nova 3i untuk menyusuri setiap sudut jalan kenangan dan melahirkan jalan-jalan baru untuk dijadikan sebagai tempat paling kenangan di masa mendatang.




 “Tulisan ini diikut sertakan dalam giveaway di blog nurulnoe.com”

1 komentar

  1. To create such a unique shooting can now be done using a smartphone and not use any additional equipment that was needed earlier.

    BalasHapus