Berinternet BAIK, Kita Perlu Nggak Nih?


Rasa-rasanya, keberadaan internet tidak bisa lepas dari hidup kita. Apalagi internet memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya. Di samping kemudahan dan beragam hal positif, internet juga memiliki dampak negatif apabila dalam penggunaannya tidak sesuai dengan adab dan norma yang berlaku. Jadi, perlu nggak nih kita berinternet BAIK?

Di era digital seperti saat ini, saya tentu sangat sepakat bahwa internet memiliki peran yang sangat penting untuk menunjang aktifitas dan pekerjaan yang saya lakukan. Keberadaan internet saat ini membuat saya semakin produktif untuk berkarya. Selain itu internet bagi saya adalah sebuah jembatan penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Di mana saya memanfaatkan internet tidak hanya untuk kepentingan pribadi tapi juga untuk kepentingan bersama dan itu terjadi ketika kita menggunakan internet dengan baik.
Contohnya adalah ketika saya dengan sengaja mengunggah kondisi jalan nasional yang sudah rusak parah di salah satu daerah di Jawa Tengah, karena memang setiap hari saya melewati jalan tersebut. Berbekal pengetahuan tentang jurnalistik dan akses internet, saya beranikan untuk mengunggah foto kondisi jalan rusak tersebut. Tentunya dengan bahasa yang informatif. Saya mencoba menandai akun Instagram bapak gubernur Jawa Tengah pada waktu itu. Tanpa saya duga, informasi tersebut direspon langsung oleh pak Ganjar Pranowo. Tiga hari setelahnya, saya mendapati jalan nasional tersebut sedang dalam proses perbaikan dengan cara dicor sesuai dengan saran yang saya usulkan. Itu merupakan contoh kecil pemanfaatan internet baik saat ini. 
Kondisi Sebagian Jalan Raya Sampang Buntu yang rusak (Dok. Pribadi)

Begini, saya pernah mendapati, seorang anak kecil di lingkungan tempat tinggal saya diberikan smartphone oleh orang tuanya. Padahal usia dia masih masuk kategori anak SD. Apa alasan orang tua memberikan smartphone dengan akses internet untuk anaknya? “Biar nggak rewel. Saya kan banyak kerjaan kantor” Jawaban tersebut yang saya dapatkan. Tidak hanya itu, fenomena bayi yang baru lahir langsung dibuatkan akun media sosial oleh orangtuanya juga sering terjadi. Hal tersebut sangatlah jelas, bahwa aturan tentang batasan usia pengguna media sosial kerap dilanggar. 

Ilustrasi Seorang Anak yang sedang mengakses internet dengan Smartphone (Dok. Pribadi)

Kita sebagai orang yang sudah dewasa sudah paham, bahwa kejahatan internet dalam dunia anak-anak dan remaja sangat tinggi dan rentan terjadi. Kejahatan digital dapat berupa cyberbullying, hate speech, pornografi, SARA, terorisme, eksploitasi anak, judi, kecanduan game online  yang dapat menyerang siapa saja, termasuk orang-orang terdekat kita. Untuk itu kita perlu sekali untuk berinternet BAIK. Berinternet BAIK bukan sekadar omongan belaka. Internet BAIK (bertanggungjawab, aman, kreatif dan inspiratif) adalah sebuah progam yang digagas oleh Telkomsel.  Progam tersebut diluncurkan pada tahun 2016 dengan menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Progam Internet BAIK memiliki target dan sasaran yang terdiri dari anak-anak SD, SMP, guru dan orangtua. Telkomsel juga melibatkan pemerintah, netizen, social community dan startup. Kegiatan dari progam Internet BAIK terdiri dari meet up, workshop/seminar/talkshow, joint project, gerakan sosial dan kampanye digital. Selain itu, Telkomsel juga meluncurkan e-book untuk Berinternet BAIK. Tujuan dari progam Internet BAIK adalah untuk menciptakan ekosistem digital yang positif dan konstruktif dengan penggunaan internet bertanggujawab, aman, inspiratif dan kreatif.

Tujuan akhir dari program #internetBAIK ini diharapkan mampu hadir sebagai role model dan acuan pendidikan literasi digital di Indonesia. Melalui konsep Digital Citizenship Education (DCE) atau Pendidikan #internetBAIK bisa diterapkan oleh guru di lembaga-lembaga pendidikan, bersama orangtua dan komunitas pengguna ekosistem digital yang meliputi 4 aspek:

1.      Kesadaran perilaku Digital (Digital Awareness and Behavior)

2.      Hak Akses Informasi Digital (Digital Right and Netizenship)

3.      Keselamatan Digital (Digital Safety)

4.      Konten dan Kreatifitas Digital (Digital Content and Creativity)

Telkomsel dalam menjalankan kampanye digital #InternetBAIK melibatkan beberapa pihak seperti Yayasan Kita dan Buah Hati, di mana fokusnya adalah dalam kegiatan konsultasi, pendampingan, pelatihan dan advokasi seputar isu keluarga dan pengasuhan anak. Sedangkan ICT Watch adalag organisasi penggagas awal gerakan digital literasi “Internet Sehat” dan Kakatu, aplikasi yang dapat digunakan oleh kita untuk memproteksi dunia digital anak agar terhindar dari kecanduan gawai, permainan online dan konten negatif lain yang ada di dalamnya.

Kampanye #InternetBAIK yang sudah berjalan dua tahun tersebut telah melakukan banyak pencapaian yang sangat signifikan. Melalui program Internet BAIK yang digagas oleh Telkomsel ini telah melakukan edukasi ke 27 kota, 84 sekolah, 6.795 murid, 5.897 orangtua, guru, dan komunitas, serta 1.613 duta #InternetBAIK.

Saya merasakan bahwa kehadiran progam #InternetBAIK yang digagas oleh Telkomsel adalah sebagai bagian dari solusi yang bersifat edukatif untuk mengatasi permasalah-permasalahan yang terjadi di tengah gempuran kemajuan teknologi yang semakin pesat. Selain itu progam tersebut juga sebagai bekal untuk mempersiapkan diri sebagai calon orang tua yang akan hidup di era digital ini agar selangkah lebih maju dari anak-anak kita. Sehingga kita dapat mengontrol, mengawasi, melindungi dan membimbing anak-anak saat berselancar di dunia maya agar tetap nyaman dan terhindar dari kejahatan digital. 
Seorang Guru SMP sedang memberikan Edukasi Tentang Internet kepada Siswanya
Jangan sampai, kita sebagai orang tua, guru atau orang yang sudah fasih tentang teknologi digital ini membiarkan anak-anak dengan bebas tanpa batasan-batasan mengakses konten-konten yang bersebrangan dengan adab dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Untuk itu, saya mengajak kamu dan kita semua untuk mengkampanyekan #internetBAIK untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang cerdas, bijak dan kritis terhadap konten-konten yang ada di internet. Mari kita wujudkan smart village, smart country dan smart people bersama dengan melakukan kampanye #InternetBAIK di lingkungan kita. Agar kita dan anak-anak tetap mendapatkan kenyamanan saat berinternet. Siap?