Cerita Saya dan Asus Zenfone 3 ZE520KL

My Asus Zenfone 3
"Buatku, memilih smartphone itu nggak boleh sembarangan. Harus jeli, teliti, lihat bibit, bobot dan bebetnya. Mirip kayak milih pendamping hidup gitu. Bedanya, smartphone itu kalau nggak cocok bisa di upgrade ke yang lain, tapi kalau pendmaping hidup? Masa iya mau ganti? 
Saya menjatuhkan pilihan saya pada Asus Zenfone 3.

 Pertama kali Asus Zenfone 3 launching, saya cuma berdoa, semoga saya bisa beli smartphone itu. Semoga Allah mengabulkan. Smartphone yang saya idam-idamkan sekali. Karena hampir setiap hari, saya tonton video review-nya, saya cari review lewat tulisan para blogger di google. Usaha yaa kan usaha.  Perjuangan saya untuk bisa upgrade ke smartphone ini butuh perjuangan. Sebelum upgrade ke zenfone 3, saya pakai Asus Zenfone Go dan satu smartphone pendukung lain.

Berbekal dari itu, saya ikutan banyak lomba, quiz dan kompetisi lain. Ada yang paling berkesan selama saya nabung, waktu itu tahun 2017. Saya mengikuti aktifasi liputan Mudik yang diadakan di twitternya Media Indonesia. Saya hanya niat saja, semoga info mudik ini bermanfaat. Kalau dapat hadiah ya itu bonus. Selama dua pekan, saya ikuti. Ternyata banyak sekali yang ikut. Optimis saja.

Selang beberapa minggu ternyata pengumuman. Saya juara 2 dan dapat action camera. Waktu itu saya sedikit sedih, kenapa nggak jadi juara 1? Karena ternyata yang juara satu dapat smartphone Asus Zenfone 3.
Tapi, alhamdulillah. Saya jual action camera kepada kakak saya. Uangnya saya tabung buat beli Asus Zenfone 3.
Ternyata uang belum cukup. Apalagi di tambah kebutuhan mahasiswa akhir, skripsian. Uang mulai diambil dikit dikit. Buat beli tinta printer, kertas, fotocopy. Serba-serbi mahasiswa akhir deh.

Saya nggak henti-hentinya berdoa. Minta sama Allah. Minta setiap hari. Sambil nangis-nangis. Minta Allah buat kabulin doa-doa saya. Segenap jiwa saya berdoa.

Awal tahun 2018, saya menemani kakak saya (kakak yang beli action camera) buat beli smartphone dan laptop. Waktu itu, kakak saya itu galau, menentukan smartphone apa yang bakal dia beli dan laptop dengan budget 10 juta pas.
Tapi, ya... Kakak saya juga pingin beli laptop Asus juga, laptop incaran dia. Saya sie cuma berdoa ajah, sambil bisikin dia beli laptopnya merek lain gapapa, yang penting smartphonenya Asus Zenfone 3 atau beli laptopnya kapan-kapan Hihiw.

Voilaaaaa! Berhasil. Kakak saya beli Asus Zenfone 3. Paling senangnya, saya yang pilih warna smartphonenya. Langsung dong pilih warna putih. Dalem hati saya bilang "andai ini handphone saya 😬 udah saya elus-elus, cium-cium. Bodoamat dikira lebay!"

Selang sebulan, smartphone itu dibeli oleh kakak saya yang nomor empat. Oiyah, kakakku ini ada empat ya. Kakak saya kedua yang beli action camera, sebut saja mas Anas.

Asus Zenfone 3 itu mendarat di tangan kakak keempat saya, sebut saja dia mba Sois. Sedih dong ya, udah nggak bisa dekat-dekat Asus Zenfone 3. Secara mba Sois ini kerjanya di Kutoarjo. Kalau lagi di rumah, kami berdua kaya tom and Jerry. Sebaliknya kalau jauh, kami berkangen-kangenan.

Bulan Maret akhir, kejutan datang! Emang kalau jodoh nggak kemana ya kaan? Terpisah jauh pun, tetep bakalan disatuin. Hihiw.
Mas Anas bilang, gini pakai ajah Asus Zenfone 3. Bayarnya gampang, kalau udah kumpul baru dikasih. Dalem hati "loh ini hape dibalikin sama mba Sois apa gimana?" 🤔
Tapi aku terharu, banget. Rasanya mau nangis tapi malu. Girang banget kan. Smartphone yang tiap hari saya mintain ke Allah. Ternyata beneran dikasih sama Allah, lewat kebaikan kakak saya sendiri.

Dan nanti bakal aku review yaa! Tunggu dan stay tune di blog aku 😀😬