Rindu.

Ayah, Ibu...

Aku ingin bercerita lewat udara. Tentang perasaanku yang kian tak menentu. Aku sedang jatuh cinta bu. Aku sedang jatuh cinta ayah.

Kemarin, saat perasaanku berbunga-bunga aku masih bisa mengatasinya sendiri. Menorehkan bahagiaku di lembar putih lalu menyulapnya menjadi kian warna.

Ayah ibu...
Aku memang belum dikata dewasa. Cinta lahir dan datang kapan saja. Di mana saja dan kepada siapa saja.

Saat aku mengulum rindu, aku masih bisa menahannya agar tidak ada yang tahu. Jika aku sedang risau.

Ayah ibu...
jika kemarin aku mempercayai semesta untuk mendengar semua bahagiaku, kali ini kukata tidak. Hanya kemarin saja saat bunga di taman hati bermekaran. Tapi saat mulai layu, semesta serasa bertepuk tangan

Ayah ibu...
Bagai sewindu kutahan rindu
Hingga menjelma pilu
Lalu kisah cintaku layu
Bersemayam pada cemburu

Aya ibu...
Aku tak lagi berbagi bahagia dengan semesta, akan kubagi suka dukaku bersamamu..