A Personal Blog About Blogging, Hobbies, and Lifestyle

Oemah Aksara: Book Cafe Hidden Gem di Banyumas

Assalamualaikum, pembaca blog Ruang Hanat. Semoga Allah sehatkan teman-teman semua ya. Sesuai judulnya, aku mau berbagi pengalaman aku mengunjungi kafe buku yang masuk dalam daftar hidden gem di Banyumas. Apakah di antara kamu pernah ke Oemah Aksara?

Oemah Aksara kafe buku di Banyumas yang hidden gem

Oh ya, perjalanan ke Oemah Aksara ini tidak sendirian, aku bersama Fika. Kami pergi mengunakan sepeda motor. Kami melakukan perjalanan dari arah Sampang, menuju Dawuhan, Banyumas. Berbekal membaca maps, dan kami juga memutuskan lewat Purwokerto kota. Sebab, jalan tersebut lebih mudah untuk diakses dan diingat tentunya.

Meski sempat salah satu kali yaitu belok kiri, dan seharusnya kami belok kanan, akhirnya kami sampai di Oemah Aksara. Pertama kali sampai, dan melihat dari depan, vibesnya itu dingin, sunyi, dan sejuk. Rimbun tanaman hijaunya ini juga menyegarkan mata. Benar-benar hidden gem. Lumayan jauh dari pusat kota, tapi jaraknya masih bisa dijangkau.

Kesan Pertama Masuk ke Oemah Aksara

Pas sampai di Oemah Aksara, masyaallah, rindang, sejuk, dan vibesnya itu menenangkan. Mirip-mirip vibesnya Ghibli. Pepohonan, daun-daun hijau, bangunannya yang emang cukup Ghibli. Ornamen-ornamenya juga. Kursi yang dipilih juga estetik banget. Kayak setiap sudutnya ada kesan tersendiri.

Meski sejujurnya, parkiran motor di depan ini sedikit mengurangi nilai estetik dari wajah Oemah Aksara tampak depan. Mungkin bisa nantinya, untuk parkir kendaraan diarahkan ke belakang saja. Biar pintu utamanya itu tampak clear.

Pegawainya juga ramah-ramah, informatif dan penuh senyum. Semoga semakin ditingkatkan lagi supaya kami juga betah untuk sering berkunjung ke sana.

Cara Pesan dan Harga Menu di Oemah Aksara

Buat kamu yang baru pertama kali ke Oemah Aksara, jangan ragu untuk tanya, atau baca tulisanku ini ya. Untuk memesan makanan dan minuman di sini, kita perlu ke ruangan yang order here. Di sana kamu bisa melakukan transaksi untuk menu yang kita pesan. Banyak pilihan makanan berat, makanan ringan, dan minumannya juga ada yang kopi dan bukan kopi. Jadi bisa pilih sesuai selera. Berikut aku kasih lihat gambar menu beserta harganya di Oemah Aksara.


Aku memesan redvelvet, sedangkan Fika seperti biasa memesan kopi. Untuk snacknya kami pesan hanya dimsum saja karena memang sudah ada rencana awal akan makan siang di tempat lain. Jadi kami hanya membeli itu saja. Lain waktu, insyaallah mau nyobain menu beratnya. 

Untuk minumannya, redvelvetnya ini enak, dan kesukaan aku karena dia less sugar gitu. Dan kata Fika, kopi yang ia pesan juga tidak terlalu manis, tapi enak dan pas serta tidak bikin enek. Untuk dimsumnya jujur, kemarin sedikit kurang rasanya kayak kurang umami gitu tapi masih oke untuk dimakan. Dan keseluruhan tidak mengecewakan. Harganya juga standar dan masih terjangkau.


Oemah Aksara minuman

Seating Area dan Fasilitas di Oemah Aksara

Setelah mendapatkan nomor, kami coba mencari tempat duduk. Namun, sebelum kami datang, ternyata sudah banyak juga yang datang, kami akhirnya memutuskan untuk duduk di area outdoor di belakang, yang sudah terisi oleh sekitar delapan orang. Tidak lama makanan datang, kami izin ke pegawainya, karena kami merasa tidak cocok dan tidak nyaman duduk di luar ruangan, akhirnya kami memutuskan untuk pindah dan duduk di dalam ruangan yang letaknya dekat pintu masuk.


Kenapa di outdoor tidak nyaman, karena tujuan kami ke sana adalah untuk membaca buku. Beberapa yang kemarin sempat duduk di outdoor agak bising, ngobrolnya terlalu kenceng. Tapi tidak masalah, kami lebih memilih pindah.


Beberapa sudut tempat duduk tidak terdokumentasi, mungkin hari selanjutnya jika ke sana lagi, akan aku lengkapi fotonya untuk tulisan ini.

Dan ini adalah ruangan indoor yang aku dan Fika tempati dan mengabiskan waktu dengan membaca. Meski tetap sama, di sebelahnya ada yang mengobrol sangat kencang dan keras. Mungkin lain hari harus bawa headset.

Seating Area indoor


Tempat duduk indoornya nyaman, bisa sambil rebahin kepala di kursi, duduk lama juga tidak sakit kepalanya. Dan ada pohon hias juga. Tersedia stop kontak untuk keperluan charge hape atau laptop. Untuk ketersediaan wifi kemarin aku tidak sempat bertanya karena sedang ramai.

Kemarin aku sampai dzuhur, jadi sekalian salat. Di Oemah Aksara ada fasilitas Musalla juga toilet. Sukanya di sini, antara Musalla dan toiletnya ini terpisah. Dan untuk Musalla ada ruangannya. Kalau dari area pintu masuk itu lurus, terus nanti masuk ruangan lurus, ambil kanan, ketemu deh ruangan Musalla karena ada tulisannya. Dan vibesnya kayak di rumah sendiri.

Untuk tempat wudunya juga bersih, cuma kemarin pas mau ambil video, ada tumpukan kardus yang tidak tertata di bagian sebelah kiri setelah pintu menuju ke tempat wudu. Mungkin next lebih dieprhatikan.

Mukenanya wangi dan tempat salatnya juga nyaman. Jadi no worries. Beneran kenyamanan beribadah diperhatikan sekali oleh management Oemah Aksara.


Apa aku akan kembali ke Oemah Aksara?

Satu jam di Oemah Aksara dan baca buku ini rasanya cepat banget. Apa aku akan kembali ke Lah Aksara? Insyaallah iya. Aku akan mengunjungi Oemah Aksara lagi, dan akan nyobain menu makanan berat yang belum sempat aku cobain kemarin.

Namun aku ingin memberikan sedikit masukan untuk management Oemah Aksara, semoga ini bisa dipertimbangkan.

Seating area untuk indoor ditambah

Kemarin aku lihat seating area untuk indoornya sedikit. Mungkin karena semakin banyak pengunjung bisa nantinya dibuatkan seating area indoor lagi, tidak pakai kursi juga tidak apa-apa, seperti misalnya sofa bang atau model lesehan pakai karpet warna-warna gelap yang menyesuaikan nuansa Ghibli. 

Menyediakan ruangan tertutup untuk para perokok

Aku duduk di ruang indoor cuma memang untuk jendela dan pintu terbuka sedikit, dan kemarin aku mencium aroma asap rokok yang menyengat sekali dan itu sangat menganggu banget. Kalau suara bising orang ngobrol masih bisa ditoleransi, tapi kalau sudah asap rokok, maaf banget ini beneran bikin sesak pernafasan.

Semoga management Oemah Aksara bisa menyediakan ruangan yang sangat tertutup untuk orang-orang yang ingin merokok. Sebab, tidak semua ruang terbuka itu ruang yang aman untuk merokok. Coba kalau kemarin aku ajak anak kecil ke sana. Duh, kasihan banget harus terpapar asap rokok. Aku yang terpapar asap rokok saja dada sesak. Bagaimana anak kecil?

Semoga masukan ini bisa dipertimbangkan oleh pihak manajemen Oemah Aksara. Supaya kami yang merupakan perokok pasif dapat ruang aman dan nyaman saat berkunjung ke Oemah Aksara.

Koleksi Buku diupdate

Aku sempat melihat-melihat koleksi buku di Oemah Aksara. Aku coba berdiskusi dengan temanku. Dan memang untuk koleksi bukunya ini kebanyakan buku lama. Tapi aku tidak masalah buku lamanya, tapi kalau bisa di-update juga koleksinya ke yang baru-baru terbit, misalnya. Mungkin ini bisa jadi tambahan daya tarik para pengunjung untuk baca buku.



Akhirnya sudah di penghujung tulisan, semoga tulisan ini dapat bermanfaat. Jadi gimana,  kapan kamu berkunjung ke Oemah Aksara? Kalau mungkin ada waktu, ayo ke sana bareng! Kita seru-seruan baca buku, dan diskusikan isinya! Terima kasih sudah baca sampai akhir. Wassalamu'alaikum, teman-teman!






1 komentar

  1. Baca buku sambil liat yang ijo-ijo keknya seger bangetttttttttt, next kesini deh bawa buku favoritku

    BalasHapus