Membaca Kepribadian Melalui Tulisan Tangan


Halo selamat pagi. Dengan disengaja, pagi ini, beberapa menit yang lalu. Aku mengunggah sebuah gambar yang berisikan tulian tanganku. Tidak disangka-sangka ada yang berkomentar. Ternyata dia adalah teman dunia mayaku, Amin Sahri, seorang mahasiswa KPI di Universitas Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam koemtarnya, ia mengatakan bahwa:
Futuristik... Tulisan mu bagus... ini punya banyak makna.
ayosemangat2017
TULISAN TANGANKU
Sontak saja aku menanyakan makna apa saja yang terdapat di tulisanku.
Beberapa menit ia mengirimkan komentarnya lagi.

Banyak sekali...diantaranya kamu itu orang yang ceria, tapi kadang suka ngambek kr suatu hal... heuheu. *peace*

Iya benar, aku memang orangnya ceria. Tetapi aku juga terkadang suka ngambek. Tapi kengambekanku ini tentu ada sebab musababnya. Tidak asal ngambek. Sebenarnya aku juga sekarang ini masih ngambek dengan temanku. Sebab, hadiahku yang dikirim oleh penerbit qultumedia, rusak oleh temanku. Bagaimana tidak ngambek dan marah? Hadiah itu belum satu hari kuterima, sudah rusak. Coba, bayangin. Ya berusaha legowo tapi namanya juga manusia.
Amin menulis lagi, bahwa:

 Kamu itu juga orang yang rajin, telaten, semangat belajar dan berkarya. Juga orang yang cerewet dan suka bercerita... Hihi 

Ada banyak benernya. Aku suka banget kerapian. Sampai-sampai aku menulis banyak peringatan yang kutujukan untuk diriku sendiri kalau aku lagi males-malesan. Aku tidak suka berantakan. Terkadang aku seperti perfectionist. Tapi aku tidak selalu begitu. Asal rapi dan rajin, itu akan menambah semangat belajarku. Aku selalu menciptakan suasana belajar yang enak. Mulai dari kerapian meja belajar, rak buku dan segala tetek bengek tentang belajar. Berkarya. Dua tahun terakhir ini aku sudah mulai menyukai menulis. Iya aku ingin sekali menuliskan segala apa yang sedang kupikirkan dan kurasakan.

Tentang kecerewetan. Tentu saja kecerewetan ini lahir ketika aku menjadi mahasiswa komunikasi Penyiaran Islam. Sebagai mahasiswa komunikasi dituntut untuk bisa berbicara di depan publik. Aku juga seorang penyiar radio di kampus. Maka dari itu jika aku cerewet ya itu hanya kebetulan. Kebetulan lagi aku kadang cuek dan kalem kalau dengan orang yang tak dekat denganku. Haha

huruf-huruf di atas kapital semua, garis-garis hurufnya tegas. Menandakan kamu memang tegas, teguh pendirian, berpikir futuristik, dan pekerja keras dalam mewujudkan cita-cita.

Aku memang tegas. Dalam mengambil keputusan aku juga memikirkan segala dampak. Dari positif sampai negatif. Aku memiliki pendirian yang teguh. Aku suka berpikir ke masa depan (futuristik). Mengimbangi keinginanku di masa depan dengan berkerja keras. Aku akan mewujudkan cita-citaku. Dan aku selalu ingat di mana ada kemauan di situ ada jalan. Itu benar-benar sudah kubuktikan.
Akhir komentar, ia bilang:

Banyak lah... Kamu suka nyengir kaya emoticon di atas komentar ini. Heuheu. Suka tersenyum dan suka melihat orang lain tersenyum. Dan sangat menyayangi dan "mengidolakan" ayah-ibumu. smile emoticon.

Aku suka tertawa dan nyengir. Tapi aku tidak suka tertawa dan nyengir sendirian. Nanti dikira aku orang gila. Aku akan berusaha membuat orang-orang di sekelilingku tersenyum dan bahagia. Meski pada beberapa waktu, aku mengikuti sebuah perkuliahan, bahwa tidak ada perasaan dan kata-kata ikhlas. Bahagiamu adalah deritaku, deritamu adalah bahagiaku. Terkadang itu juga berlaku. Begitulah sosiologi. Tapi aku akan tetap menerapkan, bahagiamu, bahagiaku. Sebisa mungkin, jika ada orang yang di sekelilingku sedih dan menangis, aku akan berusaha menghapus air matanya. *sosweet*

Aku tentu saja mengidolakan dan menyayangi kedua orangtuaku. Aku ingin membahagiakan mereka. Aku ingin membanggakan mereka.

Terima kasih, mas Amin Sahri.






Purwokerto, 7 November 2015
Hanat Futuh Nihayah