#UlasanHanat: Novel Surat Kecil Untuk Tuhan #3 Teruntuk Yudha



Sudah lama sekali rasanya saya tidak mengulas buku yang saya baca. Bahkan ratusan purnama kayaknya deh. Saya hanya membaca dan menikmati setiap cerita yang disuguhkan oleh penulis. 

Tapi sejak kemarin, saya bertekad untuk kembali memulai kebiasaan mengulas novel yang telah saya baca. Tujuannya? Berbagi tentang apa yang saya baca semoga bisa mempengaruhi kamu untuk membacanya juga. Minimal seperti itu. 

Jadi, mari simak ulasan saya tentang buku yang telah saya baca seharian di hari Minggu kemarin.

Judul: Surat Kecil Untuk Tuhan #3 Teruntuk Yudha
Penulis: Agnes Davonar
Penyunting : Khabib Mustakhfirul, Falcon Publishing
Penata letak sampul dan isi : Abdul M
Penerbit : Falcon Publishing
Tebal : 196 hlm
Tahun : 2018


Ada yang sudah pernah baca buku seri Surat Kecil untuk Tuhan? Barangkali kamu tidak asing karena rangkaian surat kecil untuk Tuhan itu sudah dijadikan film. Kali ini saya membaca seri ketiga dari novel surat kecil untuk Tuhan. 

Novel seri ketiga ini bercerita tentang persahabatan Angel dan Yudha. Angel adalah gadis remaja yang memiliki karakter tomboi dan cuek. Angel juga tipikal yang susah mendapatkan seorang teman. Hal itu bukan tanpa alasan. Angel susah mendapatkan teman karena dia kerap kali pindah-pindah sekolah. Angel harus mengikuti kemana ayahnya ditugaskan. Pekerjaan ayah Angel adalah seorang dokter tentara. 

Saat duduk di bangku SMA, Angel harus pindah ke Malang, mengikuti tugas ayahnya. Dia memulai status sebagai siswa baru di SMA Angkasa. Sekolah yang menjadi awal cerita dan kenangan Angel dan Yudha tercipta. 

Sosok Yudha adalah remaja laki-laki yang aneh, beda, tapi istimewa bagi Angel. Hanya Yudha, yang bersedia menjadi teman Angel di sekolah. Mereka bersahabat. Menghabiskan waktu bersama. 

Yudha tipikal orang yang tidak menyukai kekerasan. Dia selalu menasihati dan mengingatkan Angel untuk tidak menggunakan kekerasan dalam hal apapun. 

“…. jangan pernah menggunakan bela diri kamu untuk menyakiti orang lain. Itu tidak baik.” – hal.85.

Sampai pada suatu hari, Angel mendapati Hendra dan Yudha dikeroyok oleh kakak kelas. Mereka diminta untuk merahasiakan semua ini. Angel geram, mengapa harus ada senioritas? Lalu Angel dan Yudha membuat janji dan berjanji untuk saling menepati.

Sampai pada suatu hari, Angel mengingkari janji yang telah disepakati bersama Yudha. Angel merasa sangat bersalah. Berhari-hari Angel mencari Yudha, namun tidak ketemu juga.

Namun, takdir mempertemukan Yudha dan Angel di tempat yang paling familiar untuk mereka. Angel mengakui sesuatu yang ternyata hanya membuat hatinya hancur berkeping-keping. Semenjak pengakuan Angel hari itu, Yudha menghilang kembali.

Lalu bagaimana akhir dari hubungan Angel dan Yudha? Mengapa Yudha menghilang lagi? Apa sebenarnya yang terjadi?

................................................................................................

Sejak awal saya baca novel ini, saya seperti baca sambil memecahkan teka-teki. Hehe. Karena persahabatan antara Angel dan Yudha ini sangat lah 'berbeda'. 

Saya suka novel ini. Novel yang bercerita betapa berartinya seorang sahabat di kehidupan kita. Pelajaran berharga yang bisa kita petik di novel ini salah satunya adalah tidak menggunakan kekerasan dalam hal apapun. Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama sehingga saya seperti terjun di dalamnya. Bahasa yang digunakan ringan dan mudah dipahami. Beberapa kali saya mendapati kalimat yang memang kurang pas. Tapi hal tersebut tidak mengurangi rasa suka saya terhadap novel ini. 

Quotes favorit saya dalam novel ini adalah:

"Tak ada yang mustahil di dunia ini selama Tuhan merestui." hal. 182 


Buat kamu yang mau baca novel ini, yuk segera baca. Happy reading, sobat!